*"Pengalaman adalah guru terbaik kata pepatah". Maluku itu sebelumnya satu
provinsi dalam wilayah RI. Kemudian dibagi dua, provinsi Maluku Utara dan
Maluku. Tidak ada itu yang dalam geografi disebut Selatan bagi Maluku.
Alasan utama dibagi dua menjadi dua provinsi dikatakan ialah supaya
administrasi  dan kemajuan bisa lancar dan teratur. Apa jadinya setelah
dibentuk dua provinsi di Maluku dikirim Laskar Jihad  ke  Maluku.  Ribuan
jiwa melayang ke angkasa. Apakah ada penyelesaian tuntas oleh negara,
selain ditarik pasukan Laskar kembali ke Jawa. Bukan itu saja setelah
sekian tahun menjadi dua provinsi , sesuai  angka dari Biro Pusat Statistik
(BPS), kedua provinsi in termasuk  West Papua yang  juga dua provinsi
adalah termiskin.  Kemisikinan tsb  bisa juga dinikmati dalam lagu ”Suara
Kemiskinan” (  *https://www.youtube.com/watch?v=evlPTGO7H1Q ) Jadi
pembagian West Papua dibagi  dengan provinsi tambahan, tidak lain dari
politik "devide et impera" ( Divide and Rule").





https://jubi.id/headline/2022/kemendagri-sebut-ada-masukan-tokoh-papua-agar-penjabat-gubernur-dob-dari-non-oap/


*Kemendagri sebut ada masukan tokoh Papua agar penjabat gubernur DOB dari
non-OAP*

*Pemerintah pusat perlu menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi
gejolak di Papua jika tetap ingin merealisasikan pembentukan DOB*

[image:
https://secure.gravatar.com/avatar/393c996011b3a881c94b7f9d47ea3763?s=32&d=mm&r=g]
<https://jubi.id/author/admin1/>

*Polemik Pemekaran Papua <https://jubi.id/topic/polemik-pemekaran-papua/>*
* - **Admin1 <https://jubi.id/author/admin1/>*

*August 3, 2022*

*Writer: NuevaterraEditor: News Desk*

[image: Non-OAP]Ilustrasi pemekaran Papua - Dok. Jubi
Jayapura, Jubi – Kementerian Dalam Negeri, disebutkan menerima masukan
sebagian tokoh di Papua yang berharap agar pelaksana gubernur DOB berasal
dari non-OAP. Hal ini dikutip oleh Benny Swenny usai Majelis Rakyat Papua
(MRP) bertemu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Komplek Widya Chandra,
Jakarta Selatan, Selasa, (2/8/2022).

“Mereka berpendapat, penunjukkan non-OAP sebagai pelaksana gubernur DOB
dinilai akan bersikap netral terutama terhadap kemungkinan adanya
persaingan antar sesama OAP dalam Pemilu 2024,” kata Benny Sweny,
Koordinator Tim Kerja Otsus MRP Benny Sweny.

<https://jubi.id/nasional-internasional/2022/indonesia-bertutur-2022-menghadirkan-14-seniman-di-papua/>

*Baca juga :   Indonesia bertutur 2022 menghadirkan 14 seniman di Papua
<https://jubi.id/nasional-internasional/2022/indonesia-bertutur-2022-menghadirkan-14-seniman-di-papua/>*



Namun Ketua MRP Timotius Murib, mengatakan Pemerintah pusat perlu
menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gejolak di Papua
<https://jubitv.id/opm-tpn-pb-dan-label-teroris/2/> jika tetap ingin
merealisasikan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Papua.
Mulai dari pro dan kontra pilihan wilayah yang akan dijadikan ibukota
provinsi hingga pro dan kontra terkait siapa pejabat sementara yang akan
menjadi gubernur sementara ketiga DOB tersebut. Jika Pemerintah ingin
menunjuk pejabat sementara gubernur maka sebaiknya sosok tersebut merupakan
orang asli Papua (OAP).

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua I MRP Yoel Luis Mulait,
Koordinator Tim Kerja Otsus MRP Benny Sweny, dan Direktur Amnesty
Internasional Indonesia Usman Hamid.

<https://jubi.id/pasifik/2022/menlu-australia-akan-tingkatkan-bantuan-dan-peduli-pasifik/>

*Baca juga :   Menlu Australia akan tingkatkan bantuan dan peduli Pasifik
<https://jubi.id/pasifik/2022/menlu-australia-akan-tingkatkan-bantuan-dan-peduli-pasifik/>*



Tito didampingi sejumlah pejabat Kementerian Dalam Negeri, antara lain
Wakil Mendagri John Wempi Wetipo, Sekretaris Jenderal Kemdagri Suhajar
Diantoro dan Inspektur Jenderal Kemdagri Irjen (Pol) Tomsi Tohir Balaw.

Timotius menegaskan, pihak MRP <https://jubi.id/category/tanah-papua/> masih
menanti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi UU No. 2/2021
Tentang Perubahan Kedua UU No. 21/2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi
Papua.

“Kami tentu masih menanti dan berharap MK mengabulkan permohonan kami.
Setidaknya sebagian dari permohonan kami. Tetapi kami juga sadar bahwa
terus berjalannya kebijakan pembentukan DOB membuat MRP harus mengambil
langkah proaktif. Yang terpenting itu hak-hak orang asli Papua terpenuhi
dan mendapat afirmasi,” kata Timotius.

Sementara itu, Yoel berharap jika nantinya ada pelaksana gubernur
sementara, maka Mendagri sebaiknya menunjuk orang asli Papua agar tetap
sesuai dengan semangat otonomi khusus dan kebijakan afirmatif negara
terhadap hak-hak orang asli Papua.
<https://jubi.id/polhukam/2022/demonstran-dipukuli-polisi-di-halaman-fakultas-teknik-uncen/>

*Baca juga :
<https://jubi.id/polhukam/2022/demonstran-dipukuli-polisi-di-halaman-fakultas-teknik-uncen/>
 Demonstran
dipukuli polisi di halaman Fakultas Teknik Uncen
<https://jubi.id/polhukam/2022/demonstran-dipukuli-polisi-di-halaman-fakultas-teknik-uncen/>*


“Kami tentu masih menanti dan berharap MK mengabulkan permohonan kami.
Setidaknya sebagian dari permohonan kami. Tetapi kami juga sadar bahwa
terus berjalannya kebijakan pembentukan DOB membuat MRP harus mengambil
langkah proaktif. Yang terpenting itu hak-hak orang asli Papua terpenuhi
dan mendapat afirmasi,” kata Timotius.

Sementara itu, Yoel berharap jika nantinya ada pelaksana gubernur
sementara, maka Mendagri sebaiknya menunjuk orang asli Papua agar tetap
sesuai dengan semangat otonomi khusus dan kebijakan afirmatif negara
terhadap hak-hak orang asli Papua.

<https://jubi.id/polhukam/2022/demonstran-dipukuli-polisi-di-halaman-fakultas-teknik-uncen/>

*Baca juga :   Demonstran dipukuli polisi di halaman Fakultas Teknik Uncen
<https://jubi.id/polhukam/2022/demonstran-dipukuli-polisi-di-halaman-fakultas-teknik-uncen/>*



”Jika yang ditunjuk adalah pejabat gubernur adalah pejabat dari luar Papua,
maka langkah itu dapat semakin mengurangi rasa kepemilikan orang asli Papua
atas kebijakan DOB yang masih menuai pro dan kontra hingga kini. Kami di
bawah ini merasakan langsung gejolak masyarakat di level bawah. Mohon
perhatian serius Pemerintah pusat,” kata Yoel. (*)







[image: width=]
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Virusfri.www.avast.com
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Aea0ofgc%2BC3H7Oh%2BFSz4L%2BWLYWiw_mp93ESDzHJ1Gm-A%40mail.gmail.com.

Reply via email to