https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2738-membersihkan-sapu-kotor


Kamis 18 Agustus 2022, 05:00 WIB 

Membersihkan Sapu Kotor 

Administrator | Editorial 

  Membersihkan Sapu Kotor MI/Duta Ilustrasi MI. HUKUM antara lain berfungsi 
untuk mewujudkan keadilan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, setiap 
negara memiliki seperangkat aturan dan perundangan untuk mengatur kehidupan 
warganya. Namun, itu pun belum cukup. Perlu ada aparatus pengawas sekaligus 
penegak hukumnya. Tugas itulah yang antara lain dibebankan kepada para hakim, 
jaksa, serta polisi. Tugas mulia itu dibebankan ke pundak mereka. Namun, dalam 
pelaksanaannya, sudah 77 tahun negara ini berdiri, hal itu masih jauh panggang 
dari api. Masih maraknya korupsi dan tindakan kriminal mencerminkan hukum belum 
ditaati sepenuhnya. Ironisnya, aparat yang seharusnya menegakkan hukum 
terkadang malah ikut menginjak-injaknya. Contoh paling anyar ialah kasus polisi 
tembak polisi yang penuh rekayasa. Bayangkan, puluhan polisi dari yang 
pangkatnya rendah hingga tinggi, diduga ikut terlibat dalam sandiwara rekayasa 
ini. Kita pun kiranya bisa memaklumi jika pada pidato kenegaraannya, Selasa 
(16/8), Presiden Jokowi kembali mengingatkan agar hukum ditegakkan 
seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Kendati tidak menyinggung secara spesifik 
kasus tertentu, apa yang disampaikan Presiden dapat menjadi alarm bagi siapa 
pun agar tidak mempermainkan hukum. Jokowi menyebut keamanan, ketertiban 
sosial, dan stabilitas politik ialah kunci. Rasa aman serta rasa keadilan harus 
dijamin oleh negara, khususnya oleh aparat penegak hukum dan lembaga peradilan. 
Ia juga meminta Polri, Kejaksaan, dan KPK terus bergerak dan bekerja dalam 
memberantas korupsi. Persoalan rasuah memang merupakan salah satu penyakit 
utama yang menggerogoti negeri ini. Itu hampir terjadi di segala bidang dan 
tingkatan. Data lembaga Transparasi Internasional menyebut indeks persepsi 
korupsi Indonesia menempati peringkat 96 dari 180 negara. Skornya hanya 
meningkat satu poin jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Itu artinya, 
kita memang perlu bekerja lebih keras lagi. Oleh karena itu, penting bagi 
lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan KPK melakukan 
bersih-bersih. Apalagi, mereka merupakan ujung tombak. Jangan biarkan para 
mafia atau makelar kasus bergentayangan di intitusi-institusi tersebut karena 
itu akan merusak upaya penegakan hukum. Langkah penegakan hukum amatlah penting 
karena faktanya ia memang belum mampu menimbulkan efek jera terhadap pelaku 
tindak pidana, baik kriminal maupun korupsi. Lebih mengkhawatirkan lagi, aparat 
yang seharusnya menegakkan hukum malah terlibat kasus kriminal dan korupsi. 
Dalam kasus polisi tembak polisi, misalnya, aparat bahkan ikut 
menghalang-halangi proses penegakan hukum (obstruction of justice). Indonesia 
membutuhkan aparat penegak hukum bersih karena untuk menyapu lantai yang kotor 
tidak mungkin dengan sapu yang dekil. Oleh karena itu, pembersihan di lingkup 
internal lembaga penegak hukum menjadi penting agar kepercayaan masyarakat 
terhadap institusi itu meningkat. Bagaimana mereka mau mematuhi hukum jika 
aparatnya malah ikut-ikutan melanggar? Tanpa tegaknya rule of law jangan harap 
kesejahteran dan keadilan yang dicita-citakan para pendiri bangsa di awal 
kemerdekaan dapat terwujud. Sudah saatnya negeri ini bebas dari aparat korup. 
Jangan biarkan institusi penegak hukum malah menjadi sarang mafia. Kita butuh 
para pendekar penegak hukum yang betul-betul steril dari segala persoalan 
hukum. Hukum harus menjadi aturan main dalam penyelenggaraan pemerintahan 
negara, terutama dalam memelihara ketertiban dan perlindungan terhadap hak-hak 
warganya. Itulah hakikat negara berdasarkan hukum, bukan berdasarkan kekuasaan. 
Kita berharap, sungguh berharap, mereka yang menjadi aparat penegak hukum ialah 
orang-orang yang punya integritas, kompetensi, jiwa kepemimpinan, dan 
kematangan. Kita tidak ingin di dalam lembaga yang berkhidmat mewujudkan rule 
of law, diisi oleh mereka yang sok jagoan dan mengoyak-ngoyak hukum. Pembenahan 
ini mungkin harus terus dilakukan sejak masa seleksi hingga jenjang-jejang 
berikutnya. Jangan pernah lelah untuk membersihkan sapu yang kotor karena ia 
mungkin telah ikut tercemar debu yang dibersihkannya.  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2738-membersihkan-sapu-kotor





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220818193353.11adc600a1d55dfeabb10ce8%40upcmail.nl.

Reply via email to