Kisah Xi Jinping, Pemimpin Reformasi (ke-3): 2022-08-22 14:56:02https://indonesian.cri.cn/2022/08/19/ARTIQArUmaTjilFTcM9NqW5b220819.shtml?spm=C77783.PmN9xF4e5AAS.EGdOvrGeKwm1.12
Kata Pengantar Pada tahun 1982, Xi Jinping diusia 29 tahun berangkat dari Beijing menuju Kabupaten Zhengding, Provinsi Hebei yang berjarak 300 km dari Ibu Kota Tiongkok, untuk memulai kariernya sebagai seorang politisi. Selama 3 tahun bekerja di Zhengding, Xi Jinping memulai jalankan reformasi secara menyeluruh. Beliau menunjuk seorang peternak ayam untuk menjadi kepala di sebuah perusahaan milik negara, beliau berusaha membangun sebuah objek wisata, dengan jumlah pendapatan per tahun melampaui lima kali lipat dari nilai investasi, dan mendukung kaum petani mencari nafkah ke kota...... Dalam waktu 3 tahun, rakyat di Zhengding terlepas dari kelaparan, nilai total produksi pertanian dan pendapatan per kapita petani meningkat satu kali lipat, sejumlah besar keluarga petani sudah mampu membeli barang-barang elektronik dan sepeda yang sangat populer waktu itu. Setelah itu, Xi Jinping melanjutkan kariernya ke Provinsi Fujian, Zhejiang dan Kota Shanghai, bagian timur Tiongkok. Di Fujian, beliau mendorong daerah miskin untuk ‘mengembangkan keunggulan geografisnya yang dekat dengan penggunungan dan perairan laut’, dan memimpin rakyat membebaskan kemiskinan. Pada awal abad ini, saat jaringan internet masih belum populer di Tiongkok, beliau sudah mengajukan cetak biru ‘Fujian Digital’, agar para warga dapat berpartisipasi dalam e-bisnis. Ketika bekerja di Zhejiang, beliau mengajukan konsep ‘air jernih dan gunung hijau adalah aset yang berharga’, memimpin Zhejiang mewujudkan eskalasi industri. Saat bekerja di Shanghai, dia memimpin Shanghai menjadi perintis reformasi dan keterbukaan Tiongkok, dengan tekad yang luar biasa dan tindakan nyata menyelesaikan masalah lingkungan ekosistem, dan mengatasi kendala biaya lingkungan dan sumber daya di Shanghai. Marilah kita bersama-sama menyimak riwayat luar biasa pemimpin Tiongkok dari awal hingga sekarang. Pada tahun 1970-an, Kabupaten Zhengding di Provinsi Hebei terkenal sebagai kabupaten penghasil bahan pangan tertinggi pertama di Tiongkok Utara, yaitu melampaui 7,5 ton per hektar. Akan tetapi, karena hanya mengandalkan tanaman pangan, pendapatan masyarakat setempat tidak begitu tinggi, dan pada tahun 1981, pendapatan per kapita hanya sebesar 140 yuan. Menghadapi kabupaten yang berproduktivitas tinggi tapi miskin ini, Xi Jinping yang saat itu bekerja di Kabupaten Zhengding mengatakan, “kita harus berupaya agar rakyat jelata dapat menjalani kehidupan yang baik sekalipun harus kehilangan julukan ‘kabupaten berproduktivitas tinggi’ ini”. Pada awal tahun 1984, Xi Jinping yang menjabat sebagai Sekretaris Komite PKT Kabupaten Zhengding mengemukakan kebijakan reformasi, yaitu mengembangkan ekonomi semi-pinggiran kota, yaitu melayani kota, dan mengandalkan kota, dan berupaya mengembangkan diri dalam pelayanan. Ada juga daerah yang menggunakan keunggulan geografisnya yang menggabungkan daerah perkotaan dan pedesaan, memperoduksi bahan baku kimia dan suku cadang mesin, kemudian muncul juga industri jasa seperti perbaikan alat listrik dan camilan khas. Petani Kapubaten Zhengding baru menyadari bahwa tenaga kerja, waktu, produk pertanian yang berlebih bahkan keterampilan mereka semuanya menjadi keunggulan komparatif, dan semuanya bisa menukar uang, dan membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Pada tanggal 15 November 2012, Xi Jinping yang baru terpilih sebagai Seretaris Jenderal Komite Sentral PKT dalam jumpa pers dengan wartawan mancanegara mengatakan bahwa dambaan rakyat terhadap kehidupan indah adalah target perjuangannya. Pada tanggal 30 Januari 1984, 3 hari sebelum hari raya tradisional terpenting Tiongkok yaitu Tahun Baru Imlek, orang-orang yang bekerja di kota mudik untuk bereuni dengan keluarga mereka. Sekretaris Komite PKT Kabupaten Zhengding Xi Jinping tidak mudik tapi memimpin rekan-rekannya berkunjung ke rumah Liu Chengyong, seorang petani. Liu Chengyong adalah ‘komandan ayam’ yang terkenal di kabupaten Zhengding. Dulu ia adalah seorang karyawan di sebuah peternakan ayam milik negara di luar kabupaten. Xi Jinping ingin merekomendasi Liu Chengyong untuk mengontrak peternakan ayam milik negara di kabupaten, menggunakan pengalamannya membantu perusahaan milik negara keluar dari kesulitan. Xi Jinping memotivasi Liu Chengyong, “Kamu menyetor 1 sen saja sudah termasuk mengubah kerugian menjadi keuntungan.” Saat itu, Xi Jinping telah melakukan inspeksi ke sejumlah BUMN di Kabupaten Zhengding, berharap dapat meringankan beban perusahaan dan memberikan semakin banyak kewenangan bisnis kepada perusahaan. Dengan latar belakang tersebut, Liu Chengyong memangku jabatan sebagai kepala BUMN. Dengan didukung oleh Xi Jinping, Liu Chengyong mulai melakukan reformasi, pekerjakan 70 pekerja di BUMN itu yang sebelumnya hanya ditanggung 10 orang dan setiap orang memborong lebih dari 100 ekor ayam. Pada akhir tahun itu, tingkat produksi telur di peternakan ayam itu melampaui 80 persen, memperoleh keuntungan lebih dari 60 ribu Yuan RMB. Perusahaan yang mengalami kerugian selama bertahun-tahun itu bangkit kembali. Kebijakan-kebijakan reformasi telah membawa perubahan nyata kepada Kabupaten Zhengding. Pada tahun 1985, total nilai output industri Kabupaten Zhengding mencapai 240 juta Yuan RMB, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 1982. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D7133199E7954E18A13A3DA60463F5E2%40A10Live.
