https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bukan-tiongkok-india-adikuasa-selanjutnya/
 Bukan Tiongkok, India Adikuasa Selanjutnya?Written byZ81Tuesday, September 6, 
2022 19:04

https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bukan-tiongkok-india-adikuasa-selanjutnya/
Jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi di India diprediksi mampu saingi China.
Apakah India akan menjadi negara super power selanjutnya?


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com
Populasi di India diprediksi akan menggeser posisi China sebagai negara paling 
padat di dunia.
Hal ini diungkapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Saat ini populasi China sebesar 1,43 miliar, sedangkan India sebesar 1,37 
miliar orang atau setara dengan 38 persen dari populasi dunia. Namun, pada 
tahun 2023 PBB menyebut populasi India akan menyusul China dengan jumlah 1,428 
miliar, sementara di tahun yang sama China disebut akan berpopulasi 1,425 
miliar.


PBB juga menyebut bahwa China saat ini justru menjadi salah satu negara yang 
memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia yaitu 1,15 anak per wanita. 
Pemerintah China bahkan memberi pengumuman kepada masyarakatnya bahwa mulai 
tahun depan populasi di sana akan menurun.


Saat ini pemilik gelar negara terpadat dipegang oleh China, India, dan Amerika 
Serikat. Dua diantaranya merupakan negara yang memiliki pengaruh besar di dunia 
yaitu China dan Amerika Serikat. Mereka juga seringkali disebut sebagai negara 
super power atau adidaya yaitu negara yang memiliki kemampuan yang luas untuk 
memberikan pengaruh dalam skala internasional.
Akan tetapi, perbincangan tentang India yang kemungkinan akan jadi the next 
superpower justru lebih jarang dibicarakan, padahal populasi yang besar dapat 
menjadi penentu kuatnya suatu negara.


Dengan demikian, apakah negara yang terkenal padat akan penduduk itu akan 
menjadi negara super power?

India Bisa Samakan China?
Sebelum kita membandingkan potensi kekuatan India dan Tiongkok sebagai sesama 
potensi superpower, perbandingan antara dua negara akan menggunakan konsep 
perbandingan administrasi negara.


Definisi mengenai perbandingan administrasi negara dikemukakan Anggara (2012) 
bahwa hal itu merupakan salah satu pendekatan yang digunakan dalam ilmu 
administrasi negara untuk menganalisis perbandingan fungsi administrasi negara. 
Perbandingan tersebut dituliskan dalam bentuk kelebihan dan kekurangan sehingga 
keduanya dapat saling mempelajari dan memperbaiki kelemahan yang mereka miliki.

Pendekatan yang dapat dicakup dalam ilmu perbandingan negara yaitu dari segi 
politis dan perilaku (behavior approach).


Nah, kembali ke perbincangan tentang potensi superpower, menurut ‘World 
Population Review 2021′, negara terkuat di dunia saat ini memang adalah Amerika 
Serikat. Namun, untuk menakar potensi kekuatan negara lain, survei tersebut 
juga menyebutkan lima kriteria yang menentukan kekuatan negara yakni aliansi 
internasional dan militer, pengaruh politik dan ekonomi, dan keterampilan 
kepemimpinan.


Pada salah satu dari kelima kriteria tersebut yaitu aliansi internasional dan 
militer. China bisa dikatakan belum memiliki pengaruh militer secara global, 
meskipun negara tersebut memiliki teknologi dan personel militer yang kuat 
sebagai negara terkuat kedua di dunia.


Hal ini menjadi aspek yang penting untuk menjadikan suatu negara yang hegemon. 
Mereka perlu memiliki jaminan keamanan terhadap geopolitiknya. Tentunya hal ini 
penting untuk mempertahankan jalur dagang.


Di samping itu, India justru terlibat dalam sejumlah aliansi besar dengan rival 
atau musuh terbesar China, yaitu Amerika Serikat, contohnya adalah Dialog 
Keamanan Kuadrilateral (QUAD). Hal ini membuat India mendapatkan keunggulan 
sebagai negara yang mampu untuk melawan kebangkitan China, bukan hanya dari 
aspek militer tetapi juga aspek politik dan ekonomi. India kini bahkan dianggap 
sebagai negara sekutu Amerika Serikat terkuat di Asia Pasifik.


Ada beberapa alasan kenapa Amerika Serikat memilih India sebagai salah satu 
sekutu terdekatnya di Asia Pasifik. Pertama, karena letak India yang sangat 
yang dekat dengan China.
Urgensi bagi Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan India yaitu adanya akses 
langsung untuk memantau sekaligus menciptakan sekutu kuat yang dapat menghadang 
bangkitnya kekuatan China.

Besarnya kekuatan militer India pun mampu pengaruhi Amerika Serikat untuk 
membantu negara tersebut dalam menyelesaikan konflik dengan negara saudaranya, 
misalnya konflik Kashmir antara India dan Pakistan. Amerika Serikat juga 
memberikan bantuan ekonomi yang terbilang besar yaitu mencapai USD 65,1 miliar 
pada tahun 1946-2012. Ini lah yang membuat India mendapat julukan sebagai salah 
satu negara top recipient Amerika Serikat.


Kekuatan militer India menjadi kuat dan besar pasca masa perang dingin berlalu. 
Anggota personel militer India berjumlah hampir 1,5 juta serta dilengkapi 
dengan peralatan modern dengan industri pendukung.


Anggaran militer India pun terbilang besar dan masuk menjadi anggaran terbesar 
nomor dua setelah China di kawasan Asia dan nomor 4 di dunia setelah Amerika 
Serikat, Rusia, dan China.

Berdasarkan hubungan yang kuat antara India dan Amerika Serikat, India mampu 
mendapatkan jaminan di bidang militer dari Amerika Serikat selaku musuh besar 
China. Hal ini mampu membuat kekuatan militer India berpotensi menjadi lebih 
kuat dan besar dari China. Tentunya hal ini dapat berdampak pada perekonomian 
India yang terjamin bukan hanya dari segi bantuan ekonomi dari Amerika Serikat, 
tetapi juga dari aspek pertahanan jalur dagangnya.


Kekuatan militer India juga dilengkapi dengan kerja sama pada bidang nuklir 
dengan Amerika Serikat. Aliansi India-AS pernah meluncurkan program nuklir yang 
biasa dikenal dengan U.S-India nuclear deal. Sementara itu, China akan selalu 
berpotensi dapat kecaman kembangkan kekuatan militernya karena menjadi rival 
Amerika Serikat.


Dari aspek ekonomi,pertumbuhan ekonomi India dari segi Produk Domestik Bruto 
(PDB) juga menunjukkan angka yang fantastis, yaitu 13,5% year-on-year (yoy) 
pada kuartal II tahun 2022.


Dengan performa seperti itu, organisasi International Monetary Fund (IMF) 
memprediksi pertumbuhan India akan menjadi kekuatan ekonomi global dengan 
pertumbuhan tercepat di dunia selama dua tahun berturut-turut. Ini bahkan 
melampaui dua kali lipatnya tingkat pertumbuhan ekonomi di China.


Di samping itu, pertumbuhan ekonomi China hanya tumbuh sebesar 0,4 persen 
dengan perbandingan kuartal yang sama. Ini merupakan kinerja terburuk China 
selama dua tahun terakhir. Angka ini meleset jauh dari yang diperkirakan para 
ekonom yaitu 1 persen.


Tapi tentu, potensi militer dan ekonomi India saja tidak cukup untuk 
argumentasikan bahwa mereka bisa salip China. Lantas, apa hal lain yang bisa 
mendukung keunggulan India?

Diaspora India Kalahkan China
Pada aspek perilaku (behavior approach) India dinilai sebagai warga yang ramah 
dan pekerja keras. Orang India dikenal sebagai ahli di bidang teknologi. Mereka 
seringkali dituntut oleh dua pilihan karir yaitu sebagai dokter atau insinyur. 
Tak jarang orang India yang memiliki profesi sebagai profesor di Amerika 
Serikat.

Persebaran masyarakat India juga merupakan yang terbesar di dunia. Menurut 
laporan ‘International Migration 2020 Highlights‘ yang dipublikasikan oleh 
Divisi Populasi UN Department of Economic and Social Affairs (UN DESA), 
penduduk India tersebar di negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Amerika 
Serikat, dan Arab Saudi.

Diaspora India berjumlah 18 juta. Di samping itu, negara lainnya yang memiliki 
paling banyak diaspora yaitu Mexico dan Rusia (masing-masing 11 juta), China 
(10 juta), dan Suriah (8 juta).
Angka ini menunjukkan adanya perbedaan yang besar antara diaspora India dan 
China. Angka tersebut memiliki selisih sebesar 8 juta.

China sendiri memiliki bahasa yang berbeda dengan bahasa universal. India 
sendiri umumnya mahir dalam berbahasa Inggris sehingga mudah untuk bergaul 
dengan global.


India juga dikenal dengan warna kulitnya. Hal ini dapat menjadikan India 
sebagai warga yang merepresentasikan ras di suatu kelompok. Ini dapat menjadi 
kekuatan bagi India.


Selain itu, ada satu hal lagi yang dapat menjelaskan bahwa India kemungkinan 
besar akan memiliki jalan yang mulus untuk menjadi negara besar selanjutnya, 
setelah AS. Apakah itu?


Perangkap Thucydides, India Gantikan China?

Dalam kajian persaingan negara besar dalam sejarah, ada satu perangkap yang 
kini menjadi rujukan utama banyak orang dalam membaca persaingan Amerika 
Serikat dan Tiongkok.
Perangkap itu adalah Thucydides Trap.


Istilah Thucydides Trap yang dipopulerkan oleh Graham T. Allison merupakan 
istilah yang tepat untuk merepresentasikan ancaman China sebagai rival atau 
musuh Amerika serikat. Allison melihat bahwa suatu konflik besar akan sangat 
mungkin terjadi bila negara yang menantang suatu negara dominan muncul sebagai 
negara rivalnya. Hal ini dapat memicu konflik yang sangat merugikan karena 
kekuatan yang dimiliki negara tersebut.


Sebagai contoh,fenomena tersebut mirip dengan Perang Peloponnesia, yakni sebuah 
perang antara Athena dan Sparta Yunani kuno yang terjadi pada abad kelima 
sebelum masehi.
Kala itu, Athena yang kekuatannya meningkat semakin keras menentang hegemoni 
militer Sparta, sehingga perang terjadi. Kedua negara tersebut memang sudah 
bermusuhan atau memiliki rivalitas selama ratusan tahun hingga terjadi perang.


Karena Thucydides Trap ini, banyak pengamat dan pejabat penting Amerika Serikat 
yang mewanti-wanti mengenai fenomena ini. Jangan sampai fenomena ini terulang 
kembali karena dampaknya akan sangat merugikan negara.


Dengan dasar argumen seperti itu, maka mungkin saja India dapat menjadi 
pengganti China sebagai musuh Amerika Serikat. India merupakan pilihan yang 
paling damai dalam menentukan the next superpower dibandingkan China.


Sebagai penutup, berdasarkan teori perbandingan administrasi negara yang 
berusaha
menghubungkan kelebihan dan kelemahan China dan India, terlihat jelas bahwa 
negara India dapat menyaingi China Dukungan militer dan ekonomi dari Amerika 
Serikat turut berpengaruh terhadap kekuatan India.


Populasi India yang tersebar di seluruh dunia dengan kemampuan berbahasa 
Inggrisnya, India dapat dengan mudah menjadi bangsa yang berpengaruh dari segi 
sosial. Bahkan nantinya mungkin negara India dapat menjadi super power yang 
dapat melawan negara Amerika Serikat.
(Z81)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/381F20BECCA94B58A3EFCB8FE2AB74AC%40A10Live.

Reply via email to