*Mengapa mutilasi warga Papua oleh TNI tidak mendapat prihatin dan
perhatian  media nasional NKRI bila dibandingkan dengan pembunuhan brigadir
J yang hangat dibicarakan untuk sekian lama**? *

https://jubi.id/polhukam/2022/hesegem-kasus-warga-dimutilasi-di-timika-coreng-wajah-nkri-di-mata-internasional/


*Hesegem: kasus warga dimutilasi di Timika coreng wajah NKRI di mata
Internasional*

[image:
https://secure.gravatar.com/avatar/15eb940f33d87c55a0a25e4c29114f73?s=32&d=mm&r=g]
<https://jubi.id/author/admin3/>

*Kasus Mutilasi Warga Nduga
<https://jubi.id/topic/kasus-mutilasi-warga-nduga/>, Pangkostrad
<https://jubi.id/topic/pangkostrad/>, Pelanggaran HAM Berat
<https://jubi.id/topic/pelanggaran-ham-berat/> - News Desk
<https://jubi.id/author/admin3/>*

*September 19, 2022*

*Writer: Abeth YouEditor: Syam Terrajana*

[image: Mutilasi]Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan Papua, Theo Hesegem -
Ist
Enarotali, Jubi – Pernyataan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan
Darat (Pangkostrad) Letjen Maruli Simanjuntak
<https://jubi.id/tanah-papua/2022/lbh-papua-pangkostrad-tidak-berwenang-menilai-dugaan-pelanggaran-ham-berat/>
yang
dilontarkan di  salah satu media nasional,  menuai kritik pedas oleh
pemerhati kemanusiaan di tanah Papua.

Setelah Natalius Pigai dan Direktur LBH Papua Emanuel Gobay, menantang
pernyataan itu, kini giliran Theo Hesegem selaku Direktur Eksekutif Yayasan
Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua
<http://yiim.or.id/yiim-salurkan-bantuan-bagi-150-mama-mama-di-jayawijaya/>
yang
angkat bicara.

Menurutnya,  pernyataan Pangkostrad justru meremehkan harkat dan martabat
korban dan keluarga korban, lebih khusus lagi bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Pangkostrad menganggap terlalu remeh dan dianggap biasa-biasa, sehingga
kasus yang dimaksud digiring menjadi kasus kriminal. Pernyataan seorang
jendral sangat menyakiti orang asli Papua dan lebih khusus lagi bagi
keluarga korban mutilasi,” kata Theo Hesegem selaku Direktur Eksekutif
Yayasan <https://jubi.id/category/tanah-papua/> Keadilan dan Keutuhan
Manusia Papua kepada Jubi, Senin, (19/9/2022).

Dari pernyataan Pangkostrad, Letjen Maruli Simanjuntak,  pembunuhan
disertai  mutilasi terhadap empat warga sipil asal Nduga di kampung Pigapu,
Distrik Mimika Timur yang dilakukan oleh enam anggota TNI,  menurut dia
bukan pelanggaran HAM berat.

Hesegem sebagai pembela HAM sangat sedih dengan pernyataan yang dilontarkan
seorang jenderal. “Semestinya pernyataan seperti ini tidak dulu
disampaikan, karena situasi di Timika sendiri masih hangat, sedangkan
keluarga masih berduka dan mereka sedang menunggu hasil penyelidikan dari
perbagai pihak,” ucapnya.

“Pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh anak buahnya adalah tindakan
yang sangat tidak manusiawi, keji dan sadis serta merendahkan harkat dan
martabat Manusia yang diciptakan oleh Tuhan,” tegasnya.

“Kalau memang beliau sampaikan bahwa kasus pembunuhan disertai dengan
mutilasi terhadap 4 warga  sipil bukan pelanggaran HAM berat, kira-kira
Pangkostrad pakai teori atau perspektif apa? Sebut kasus memutilasi empat
warga sipil itu bukan pelanggaran HAM berat? Menurut saya, pernyataan ini
lebih menyakiti hati keluarga korban dan orang asli Papua
<https://jubi.id/tag/papua/>,” katanya.

Ia menyarankan Pangkostrad perlu pelajari dan memahami Undang-Undang No 39
tahun 1999 dan UU No 26 tahun 2000 agar memahami dengan sungguh-sungguh.
Kira-kira siapa yang punya memiliki kewenangan untuk menetapkan status
kasus tersebut pelanggaran HAM berat atau bukan pelanggaran HAM.

“Undang-undang sangat jelas bahwa yang punya kewenangan hanya Komnas HAM.
bukan  Pangkostrad, saya harap masalah mutilasi di Timika tidak  membuat
kabur,” ucapnya.

Ia mengatakan, pembunuhan disertai  mutilasi terhadap 4 warga masyarakat
sipil tidak bisa dianggap biasa-biasa, kasus ini sudah menjadi sorotan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebab, Pangkostrad gagal dalam proses
pembinaan sehingga anggotanya tidak menjalankan tugasnya dengan profesional.

“Seharusnya Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak seharusnya mengevaluasi
kesalahan anak buahnya, karena pembunuhan terhadap empat warga sipil di
Timika pada 22 Agustus 2022, oleh 6 anggota TNI adalah kurang adanya
pembinaan khusus, dan menurut saya beliau gagal melakukan pembinaan
terhadap anggotanya,” katanya.

Sebenarnya lanjut dia, Pangkostrad perlu ketahui dengan benar bahwa
masyarakat yang dibunuh dan dimutilasi di Timika sebenarnya memalukan wajah
Negara Kesatuan Republik di mata internasional.

Perlu ketahui situasi di Papua dan kasus mutilasi sudah menjadi perhatian
PBB sehingga pada tanggal 12 September 2022, PBB menyampaikan keprihatinan
dari pejabat tinggi Hak Asasi Manusia PBB bahwa kekerasan di Provinsi Papua
<https://jubi.id/tag/papua/> dan Papua <https://jubi.id/tag/papua/> Barat,
negara Indonesia semakin intensif.

“Di wilayah Papua (Provinsi Papua <https://jubi.id/tag/papua/> dan Papua
Barat) di Indonesia, kami mendapat laporan tentang kekerasan yang semakin
intensif, termasuk bentrokan antara pasukan keamanan Indonesia dan
kelompok-kelompok bersenjata yang mengakibatkan korban sipil dan korban
jiwa yang tidak diketahui jumlahnya serta pengungsian internal. Saya
terkejut dengan laporan baru-baru ini tentang potongan-potongan tubuh empat
warga sipil asli Papua <https://jubi.id/tag/papua/> yang ditemukan di luar
Timika di Provinsi Papua Barat pada tanggal 22 Agustus. Saya mencatat upaya
awal Pemerintah untuk menyelidiki, termasuk penangkapan setidaknya enam
personel militer, dan mendesak penyelidikan yang menyeluruh, tidak memihak,
dan independen, serta meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung
jawab,” kata Nada Al-Nashif, Penjabat Komisaris Tinggi PBB
<https://dunia.tempo.co/read/1634033/pbb-singgung-eskalasi-konflik-di-papua-di-sidang-dewan-ham>
untuk
Hak Asasi Manusia sebagai bagian dari pernyataan Global Update-nya yang
membuka sesi ke-51 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Jenewa, (12/9/2022). (*)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2C_n53KM%2BSFcUve3GLBZa%3DAvMLN7srtsZ3dCc3UEuVgbw%40mail.gmail.com.

Reply via email to