Laporan dari China
Petani di China terbantu pemanfaatan energi hijau
 Selasa, 20 September 2022 00:24 WIB
 
Ladang pembangkit listrik berteknologi fotofoltaik di Kabupaten Pan'an, 
Provinsi Zhejiang, China. (ANTARA/HO-State Grid)

Zhejiang (ANTARA) - Sejumlah petani di Provinsi Zhejiang, China, merasa 
terbantu oleh pemanfaatan energi hijau yang berdampak langsung terhadap 
pendapatan mereka.

"Jika tidak ada listrik untuk memompa air, batang-batang bambu air ini mati 
kekeringan," kata Zhang Yuefeng, petani bambu air ditemui di Desa Yantiankeng, 
Kabupaten Pan'an, Senin.

Menurut dia, bambu air telah memberikan dampak langsung terhadap 80 persen 
pendapatan para petani di desanya selama tahun ini.

Kabupaten Pan'an merupakan salah satu sentra perkebunan bambu air terbesar di 
Zhejiang.

Baca juga: Petani alpukat Kenya tuai manfaat dari kerja sama China-Afrika

Pemanfaatan energi hijau melalui teknologi fotovoltaik juga dirasakan dampaknya 
oleh para petani jamur di Kabupaten Wuyi.

"Penanaman jamur shitake membutuhkan suhu tinggi dan tidak boleh terkena sinar 
matahari langsung dan beku. Dengan memasang panel surya di atas rumah kaca, 
jamur shitake tidak hanya dapat melindungi angin dan hujan, melainkan juga 
dapat memasok daya ke peralatan AC," kata Li Haijun, petani jamur di Desa 
Shangduantou, Kabupaten Wuyi.

Teknologi fotovoltaik yang menghasilkan energi listrik dari paparan sinar 
matahari tersebut, lanjut dia, juga menjadikan pendapatan warga di desanya 
meningkat hingga lebih dari 100.000 yuan atau sekitar Rp212,5 juta per tahun.

"Sekarang dompet warga tebal, kehidupan pun lebih terjamin," tuturnya.

Sejak 2021, penyedia energi terbesar di China State Grid telah menyelesaikan 
penggantian 10,1 juta kilowatt per jam (kWh) energi listrik di Kabupaten Pan'an 
dengan menggunakan teknologi yang lebih bersih dan lebih nyaman bagi lingkungan 
sekitar.

Baca juga: Para petani di China utara temukan pekerjaan baru di tengah 
popularitas olahraga musim dingin

Pembangkit listrik berenergi hijau itu juga membantu meningkatkan pendapatan 
para pelaku industri tekstil di pusat grosir Yiwu dan pengelola objek wisata 
alam Huaxi.

"Pertunjukan lampu warna-warni pada malam hari bisa meningkatkan kunjungan 
wisata sehingga pendapatan kami dari penjualan tiket bisa mencapai 1,1 juta 
yuan (Rp2,5 miliar) pada libur musim panas tahun ini," kata Lin Chun selaku 
penanggung jawab objek wisata alam Huaxi.

Selain membantu meningkatkan taraf hidup para petani, pemanfaatan energi hijau 
di wilayah China timur itu juga mampu mengurangi emisi karbon.

Data State Grid Jinhua Power Supply menyebutkan bahwa dengan memanfaatkan 
energi hijau sejak tahun ini, Kabupaten Pan'an bisa menghemat 282 ton batu bara 
dan mengurangi emisi sekitar 750 ton karbon dioksida.

State Grid memfasilitasi pembangunan pembangkit listrik dengan menggunakan 
energi terbarukan itu sejak 29 Juni 2022 yang bakal menghasilkan 1 juta kWh 
untuk menambah pasokan di Yiwu, pusat grosir terbesar berskala global di China. 
(T.M038)
  
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Teguh Handoko

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5FA2C8A120CA4DE1A32E8C8F74478E42%40A10Live.

Reply via email to