Wang Yi Paparkan Perkembangan Tiongkok Sendiri dan Kebijakan terhadap AS
2022-09-20 
18:24:34https://indonesian.cri.cn/2022/09/20/ARTIgsSFPgKhW554mP66XFl0220920.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.1



Anggota Dewan Negara yang juga Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan 
pertukaran dengan para anggota dari Komite Nasional Hubungan AS-Tiongkok 
(NCUSCR), Komite Nasional Perdagangan AS-Tiongkok dan Perwakilan Kamar Dagang 
AS pada hari Senin kemarin waktu setempat(19/9).

Kepastian prospek hubungan Tiongkok-AS kini semakin berkurang sedangkan 
ketidakpastiannya semakin banyak. Wang Yi menanggapi hal tersebut dan 
memaparkan lima “kepastian” dari pihak Tiongkok.



Dia menyatakan, prospek pengembangan Tiongkok sendiri adalah pasti, ketekadan 
Tiongkok untuk melakukan reformasi dan keterbukaan adalah pasti, kebijakan 
Tiongkok terhadap AS adalah pasti, sikap Tiongkok untuk terus meningkatkan 
kerja sama kedua negara di bidang ekonomi dan perdagangan adalah pasti, 
kesediaan Tiongkok untuk mengadakan koordinasi multilateral dengan pihak AS 
juga adalah pasti.

Wang Yi menyatakan pula perlunya untuk memelihara baik dasar politik hubungan 
Tiongkok-AS, lebih-lebih menaati sesungguhnya prinsip Satu Tiongkok.



Wakil Tiongkok Imbau Berbagai Pihak Laksanaan Inisiatif Keamanan Global
2022-09-20 
11:06:27https://indonesian.cri.cn/2022/09/20/ARTImFEuMQbBMiFgwZd9rIPX220920.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.6



Dalam pidatonya di depan Sidang Dewan HAM PBB ke-51 dan Dialog Pakar Independen 
Masalah Tatanan Internasional yang Demokratis dan Adil pada hari Senin kemarin 
(19/9), Wakil Tiongkok mengimbau agar berbagai pihak melaksanakan inisiatif 
keamanan global, dan secara pragmatis mempraktekkan multilateralisme sejati.

Wakil Tiongkok menyatakan, multilateralisme merupakan ide inti sistem 
internasional dan tata tertib internasional yang berlaku di masa kini, juga 
merupakan cara efektif untuk memelihara perdamaian dan mendorong pembangunan. 
Masyarakat internasional perlu memelihara dan melaksanakan multilateralisme 
sejati, bersama-sama menentang hegemonisme dan politik kelompok, serta 
bersama-sama menentang sanksi sepihak dan ‘yurisdiksi lengan panjang’. 

AS dan sejumlah negara Barat lain bertolak dari tujuan politik membuat 
informasi palsu tentang negara lain, secara semena-mena mencampuri urusan dalam 
negeri negara lain dengan alasan HAM, dan dengan sembarangan mengenakan sanksi 
unilateral secara paksa, hal tersebut dengan serius melanggar azas tujuan dan 
prinsip Piagam PBB, dan dengan serius merusak multilateralisme dan peraturan 
internasional. Masyarakat internasional hendaknya bersama-sama memboikot 
tindakan tersebut, dan melawan tren politisasi dan instrumentalisasi masalah 
HAM.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0BB58A03E92742A8A6F0BC2A9B2B651C%40A10Live.

Reply via email to