Tiongkok Kecam AS di Sidang Dewan HAM PBB 2022-09-21 16:40:37https://indonesian.cri.cn/2022/09/21/ARTITTeTOE4bJ07JlzPTYdos220921.shtml Dalam pidatonya di Dialog Interaksi Tim Kerja tentang Masalah Penahanan Sewenang-wenang dan Sidang ke-51 Dewan HAM PBB hari Senin lalu (19/9), Wakil Tiongkok mengecam keras masalah penahanan sewenang-wenang yang terjadi di AS dalam jangka panjang.
Wakil Tiongkok menyatakan, pada tahun 2021, jumlah imigran yang ditahan AS lebih dari 1,7 juta orang, sebanyak 80 persennya ditahan dalam fasilitas penahanan pribadi, termasuk 45 ribu anak. Dalam 20 tahun terakhir ini, AS menahan sejumlah orang di dalam Penjara Guantanamo tanpa peradilan. Pada bulan Januari tahun ini, tim pakar sistem khusus mengumumkan pernyataan bahwa Penjara Guantanamo adalah ‘noda pemerintah AS dalam komitmen penegakan hukum’, dan mendesak AS untuk mengakhiri ‘catatan buruknya yang melanggar HAM secara sewenang-wenang’. Pihak Tiongkok mendesak AS untuk sungguh-sungguh menghadapi masalah HAM-nya sendiri, berhenti melakukan tindakan yang melanggar HAM termasuk menahan para imgran dengan sewenang-wenang, serta memberikan keringanan dan kompensasi kepada para korban. Jumlah Aksi Intervensi Militer AS di Luar Negeri Sangat Mengejutkan 2022-09-21 12:32:30https://indonesian.cri.cn/2022/09/21/ARTIdJNx5NnPEHdfYt4Tg5Kk220921.shtml Jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Selasa kemarin (20/9) menyatakan, pihak Tiongkok telah mencatat data statistik jumlah aksi intervensi militer AS di luar negeri. AS berkali-kali mengklaim bahwa pihaknya menghormati dan menjaga ‘ketertiban internasional yang berdasarkan peraturan’, namun data tersebut memperlihatkan sifat militan dan latar belakang hegemonik ‘peraturan AS’. Menurut laporan, baru-baru ini, dengan mengutip data yang diumumkan oleh Layanan Penelitian Kongres (CRS) AS, jurnalis investigasi independen AS Benjamin Norton menunjukkan bahwa dari tahun 1798 hingga tahun 2022, AS totalnya melancarkan 469 kali aksi intervensi militer di luar negeri. Hanya dalam waktu 30 tahun sejak berakhirnya Perang Dingin hingga kini, AS telah melancarkan 251 kali aksi intervensi, jumlahnya jauh lebih tinggi daripada total aksi intervensi yang dilakukannya selama 190 tahun sebelum Perang Dingin. Laporan terkait juga menunjukkan, sasaran aksi intervensi militer AS melibatkan mayoritas negara di dunia, termasuk hampir semua negara di Amerika Latin dan sebagian besar negara di Benua Afrika. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2E49D247EE5348CEA6562CC14AD67F61%40A10Live.
