MENGALIR KEMANA NIH…? 
Mahfud MD: Dana Otsus Papua Rp1.000 T Tapi Rakyatnya Tetap Miskin 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/mengalir-kemana-nih-mahfud-md-dana-otsus-papua-rp1-000-t-tapi-rakyatnya-tetap-miskin/

Potret kemiskinan di Kabupaten Paniai, Papua. (Idt)
JAKARTA — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud 
MD mengungkapkan dana otonomi khusus (Otsus) yang dikeluarkan oleh pemerintah 
pusat kepada Papua sejak 2001 mencapai angka Rp1000 triliun.

Jumlah itu merupakan akumulasi dari dana Otsus, pendapatan asli daerah (PAD), 
dana desa, dan belanja kementerian atau lembaga.

“Dana otsus yang digelontorkan ke Papua sejak 2001 seluruhnya bergabung dengan 
dana Otsus, mulai belanja kementerian lembaga, dana transfer, keuangan dana 
desa, PAD itu 1000T lebih,” kata Mahfud dalam video yang diunggah di twitternya 
@mohmahfudmd, Sabtu (24/9).

Secara rinci, Mahfud menyebutkan dana yang mengalir pada era pemerintahan 
Gubernur Papua Lukas Enembe mencapai lebih dari setengahnya.

Ia menjelaskan aliran itu merupakan dana resmi yang tercatat dalam dokumen 
negara di bawah Kementerian Keuangan.

“Yang disalurkan era Pak Lukas itu Rp500 triliun lebih. Itu tercatat di dokumen 
negara, di Kemenkeu. Sehingga semua orang bisa gampang tahu kalau cuma berapa 
dana yang mengalir di sana,” paparnya.

Mahfud mempertanyakan alasan warga Papua tetap miskin meski aliran dana 
tergolong besar. Terlebih, kemiskinan yang terjadi di Papua menyebabkan warga 
justru marah kepada pemerintah pusat.

“Tapi di sana rakyatnya tidak dapat apa-apa, tetap miskin, pantas kalau rakyat 
Papua itu marah. Kita yang dimarahin, pemerintah pusat. Kenapa? Apa takut 
katanya?” tanya Mahfud.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkaj, sebagai informasi, Gubernur Papua 
Lukas Enembe telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi 
(KPK). Mahfud mengatakan dugaan kasus korupsi yang menyeret Lukas merupakan 
satu dari 10 kasus korupsi besar yang terjadi di Bumi Cenderawasih itu.

Ia juga menegaskan penetapan status tersangka Lukas tidak terkait kasus suap 
dan gratifikasi senilai Rp1 miliar bernuansa politis jelang Pemilu 2024. Ia 
menegaskan bahwa kasus yang menyeret politikus Partai Demokrat itu bukan 
sekadar kasus tersebut.

Mahfud mengatakan dirinya sudah pernah mengumumkan soal 10 kasus korupsi 
terbesar di Papua beberapa tahun lalu. Setelah pernyataan tersebut, Mahfud 
mengaku kerap diminta tokoh-tokoh Papua untuk menyelesaikan kasus-kasus 
tersebut.

“Ada kasus-kasus lain yang sedang didalami, tetapi terkait dengan kasus ini 
misalnya ratusan miliar dana operasional pimpinan, dana pengelolaan PON, 
kemudian juga adanya manajer pencucian uang yang dilakukan atau dimiliki oleh 
Lukas Enembe,” papar dia. (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/38515B5E91B0466DA9F3FB54368CD522%40A10Live.

Reply via email to