REFLEKSI : Ada dua pandangan dunia yang saling bertentangan di dunia ini, 
yaitu: Pandngan liberal dan Konserfatif.

Perbedaan antara aliran liberal dan konserfatif.

Pandangan liberal pada pokoknya berkecenderungan untuk mengabaikan faktor 
dalam, sampai pada kecenderungan untuk melenyapkan faktor dalam, yang dalam 
konteks ini  pada umumnya diwakili oleh golongannya prtogresif-revolusioner. 
Sedangkan pandangan konserfatif menitik pusatkan pada faktor dalam, yang pada 
umunya diwakili oleh golongan agamais yang mempertahankan dogma-dogma keagamaan 
secara membuta.

Pandanagn bu Risma saya katergorikan dalam pandangan yang konserfatif, ini 
tercermin dalam ucapan beliau yang mengatakan, saya kutip : pasrah pada 
kehendak Tuhan. (kutipan selesai). Pandangan seperti itu saya kategorikan dalam 
pandangan yang konserfatif, yang tidak sesuai dengan tuntutan Tuhan YME.  
Menurut pengamatan saya ajaran Islamisme yang tertulis dalam Al Quran, Khusunya 
dalam surat yang ke 13, yaitu sutat Ar Ra´du banyaknya ayat ada 43.(diturnkan 
di Madaniyah). Khususnya dalam konteks ini saya  ambil Sutat Ar Ra´du (ayat 
11), yang mengatakan :

Sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah nasib suatu umat, kecuali jika mereka 
sendiri yang merubahnya.

 

Pendapat bu Risma dalam tulisan dibawah ini saya tanggapi sebagai pandangan 
yang konserfatif, karena bu Risma memasrahkan segala sesuatu kejahatan atau 
kebaikan di dunia ini, sepenuhnya ada ditangan Tuhan, jadi manusia tidak perlu 
merubahnya, kecuali hanya berdoa, menunggu kehendak Tuhan.  

 

Dalam konteks ini sebaiknya bu Risma sebagai seorang Muslim yang patuh harus 
mebaca berulang kali Surat Ar Ra´du (ayat 11) yang terdapat didalam Al Quran, 
seperti yang sudah saya utarakan diatas, 

 

Petunjuk Tuhan yang tersurat dalam Ar Ra´du (ayat 11) itu seharusnya diartikan 
sebagai petunjuk yang harus dilakukan oleh umatnya, aratinya : Kaum miskin dan 
tertindas,yang dalam perpolitikan di Indonesia lazim disebut wong cilik atau 
yang istilah Qurannya kaum mustadafin, akan tetap miskin dan tertindas, bila 
kaum mustadafin sendiri tidak membebaskan dirinya dari belenggu yang dililitkan 
olek kaum mustakbirin (para tirani, angkuh dan kaya) dileher mereka. Menurut 
pengamatan saya dalam konteks ini bu Risma hanya bersikap pasif, mengungu hasil 
doanya , tanpa memperhatikan nasib wong cilik yang disengsarakan oleh 
kebijakkan gusur-menggusur oleh Ahok. Padahal sudah jelas, dalam surat Ar Ra´du 
(ayat 11) dijelskan bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali 
jika mereka sendiri yang merubahnya. Jadi tanpa adanya perubahan sikap dari Bu 
Risma yang hanya berdoa, menunggu kehendak Tuhan, dalam konteks pilkada Kota 
Jakarta, maka kaum miskin dan tertindas, akan tetap menagalami gurur-menggusur 
tanpa adanya ganti rugi yang sepadan oleh tindakan kekuasaan Ahok.

 

Harus dipahami bahwa  sikap PDIP adalah sikap politik pemimpinnya, yang selalu 
cenderung mengabdi pada kepentingan diri si pemimpin itu sendiri, tidak dapat 
di nilai sebagai tetunjuk dari Tuhan YME, yang harus kita terima secara legowo.

 

Kesimpulan akhir  : Sikap PDIP  dalam konteks Ahok (pilkada 2017) adalah 
mewakili sikap politik elite PDIP, khususnya sikap yang sesuai dengan 
kepentingan pemimpinnya, jangan di terima dan difami sebagai mukjijud dari 
Tuhan YME.

 

Roeslan.

 

 

Von: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Gesendet: Dienstag, 20. September 2016 00:17
An: GELORA_In; nasional-l...@yahoogroups.com; temu_er...@yahoogroups.com
Betreff: [GELORA45] Risma Kini Mulai Serius Jawab Soal Pilgub DKI [1 Attachment]

 

  

 


http://sp.beritasatu.com/metropolitan/risma-kini-mulai-serius-jawab-soal-pilgub-dki/116891

Risma Kini Mulai Serius Jawab Soal Pilgub DKI


Senin, 19 September 2016 | 7:24

TriRismaharini [bangsaonline]Tri Rismaharini [bangsaonline] 

Berita Terkait

*       Ahok 
<http://sp.beritasatu.com/home/ahok-klaim-lebih-nyaman-jika-didukung-pdi-p/116899>
  Klaim Lebih Nyaman Jika Didukung PDI-P
*       Peringati 
<http://sp.beritasatu.com/home/peringati-hari-rapat-raksasa-ikada-ahok-ingatkan-soal-kepercayaan/116898>
  Hari Rapat Raksasa Ikada, Ahok Ingatkan Soal Kepercayaan
*       Ada 
<http://sp.beritasatu.com/home/ada-forum-rtrw-menolak-ahok-malah-senang/116897> 
 Forum RT/RW Menolak, Ahok Malah Senang
*       Rizal 
<http://sp.beritasatu.com/home/rizal-ramli-klaim-sudah-komunikasi-dengan-partai-lain/116895>
  Ramli Klaim Sudah Komunikasi dengan Partai Lain
*       Rizal 
<http://sp.beritasatu.com/home/rizal-ramli-sebut-elektabilitas-ahok-tinggi-tapi-terus-merosot/116894>
  Ramli Sebut Elektabilitas Ahok Tinggi, Tapi Terus Merosot

[SURABAYA] Sementara itu jika satu-dua hari sebelumnya Wali kota Surabaya Tri 
Rismaharini menyatakan dengan canda soal dicalonkan di Pilgub DKI pada 2017 
mendatang, namun Minggu malam justru menyatakan pasrah pada kehendak Tuhan. 
Jabatan baginya adalah sebuah amanah yang berat dan harus ditanggung sendiri 
akibatnya. Ia tidak ingin warga Surabaya ikut menanggung cobaan karena nafsu 
jabatan yang dikejarnya.

“Sekali lagi ini hubungannya dengan Allah, dengan Tuhan YME. Ini nggak mudah 
dengan jabatan itu. Teman-teman boleh percaya atau tidak, saya bersumpah demi 
Allah, aku tidak pernah berani berdoa untuk memilih supaya jadi (Gubernur DKI 
Jakarta). Ini karena sekarang sangat berat amanah ini. Aku sendiri, aku bisa 
membuat surat yang buat orang lain menderita dan buat surat semua orang senang. 
Namun semua, mari kita serahkan kepada Tuhan, karena saya sudah tidak bisa lagi 
bertahan dengan saya punya prinsip. Saya harus perangi untuk kepingin,” tandas 
Risma di rumah dinasnya.

Ia lalu mengambil contoh saat melakukan kampanye selama dua kali pada Pilkada 
(Pilwali) Surabaya. Risma mengaku tidak pernah dalam kampanyenya menyuruh warga 
agar memilihnya agar bisa menang.  “Saya tidak pernah meminta warga memilih 
saya. Boleh dicek, pernahkah aku turun dalam kampanye menyatakan, pilihlah aku. 
Ini pantang buat aku, karena konsekuensinya sangat berat bagi aku. Jadi aku 
sudah bertekad bulat tidak berada di tataran berkeinginan. Bahkan berpikir 
untuk kepingin itu saja tidak boleh,” ujar Risma.

Ditanyakan tentang kemungkinan besar Ketua Umum DPP PDI-P Megawati 
Soekarnoputri tidak akan memerintahkannya maju ke Pilgub DKI 2017, Risma dengan 
tegas menyatakan, bahwa Ibu (Megawati Soekarnoputri) sepakat dengan alasannya 
agar tidak dicalonkan di Pilgub DKI. “Ya, saya yakin dan sudah jelaskan ke Bu 
Mega dan beliau sepakat. Keinginnan saya juga didengar Ibu. Dulu waktu saya 
nggak mau jadi menteri ibu juga sepakat. Kalau tidak karena Tuhan, semua itu 
tidak akan pernah ada (terjadi),” ujar Risma.

Ketika wartawan menanyakan, jika Megawati tetap memilih dan memberikan 
rekomendasi ke Risma untuk running di Pilgub DKI, Risma dengan tegas menjawab 
akan berusaha agar tetap bisa bertahan memimpin di Surabaya. Pasti Ibu 
(Megawati) juga berpikir itu karena meninggalkan Surabaya itu berat. Itu pasti. 
“Bu Mega sendiri sudah sepakat bahwa tidak, tetapi kan nggak ada yang bisa 
ngatur kehendak yang di atas. Saya pikir manusia tidak ada yang bisa ngatur 
kalau Allah berkehendak,” ujar Risma mulai melunak dan percaya bahwa Bu Mega 
bisa jadi ‘tahu takdir’ Risma.

Menurut Risma, DPP PDIP pasti melihat ada sekelompok warga Surabaya yang harus 
dihormati hak haknya. Risma menampik keras ia merasa berat karena nggandoli 
posisinya sebagai wali kota jika ia maju ke Pilgub DKI. “Wow tidak. Bukan itu. 
Saya tidak pernah seperti itu. Makanya saat PNS dulu, saya langsung mundur 
dengan legowo ketika pertama kali dimajukan Ibu (Megawati) ke Pilwali 
Surabaya,” ujar Risma.

Ingat diawal itu, ujar Risma lagi. Yang pertama, ia harus mundur dari PNS 
karena memang aturannya. Kedua, saya tidak ingin dituduh macam-macam kendati 
sebenarnya (menerima perintah dari Bu Mega waktu) itu merupakan amanah 
(takdir?) yang sangat berat. Bersedia atau tidak jika Megawati Soekarnoputri 
menugaskannya maju ke Pilgub DKI, itu akan ia (Risma) pastikan dalam the last 
minute. [ARS] 











 



  • AW: [GELORA45] Risma Kini Mula... roeslan roesla...@googlemail.com [GELORA45]

Kirim email ke