http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/08372901
/simbol.di.balik.batik.coklat.ahok.di.markas.pdi-p
Simbol di Balik Batik Coklat Ahok di Markas PDI-P
Rabu, 21 September 2016 | 08:37 WIB
*
*
*
*
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/08372901/simbol.di.balik.batik.coklat.ahok.di.markas.pdi-p#komentar>
*
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/08372901/simbol.di.balik.batik.coklat.ahok.di.markas.pdi-p#>
2392
Shares
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan
Djarot diabadikan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin
(20/9/2016). Partai PDI P mengusung Ahok dan Djarot untuk pilkada DKI
2017 mendatang.
Terkait
* Ahok-Djarot Resmi Deklarasi, Gerindra Lobi Semua Partai Buat Satu
Poros Penantang
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/06040131/ahok-djarot.resmi.deklarasi.gerindra.lobi.semua.partai.buat.satu.poros.penantang>
* Siapapun yang Jadi Penantang, Hanura Yakin Posisi Ahok-Djarot Lebih
Kuat
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/06165221/siapapun.yang.jadi.penantang.hanura.yakin.posisi.ahok-djarot.lebih.kuat>
* PDI-P Bergabung, Tim Pemenangan Ahok-Djarot Segera Diubah
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/06220511/pdi-p.bergabung.tim.pemenangan.ahok-djarot.segera.diubah>
* Ingin "Head to Head" dengan Ahok, "Koalisi Kekeluargaan" Pastikan
Tidak Ada Perpecahan
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/07261931/ingin.head.to.head.dengan.ahok.koalisi.kekeluargaan.pastikan.tidak.ada.perpecahan>
* "Koalisi Kekeluargaan" Siapkan Strategi untuk Kalahkan Ahok-Djarot
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/08051861/.koalisi.kekeluargaan.siapkan.strategi.untuk.kalahkan.ahok-djarot>
* Ahok, Para Penantang, dan Kisah Inspirasi dari Singapura, Ini Berita
Kemarin yang Perlu Anda Ikuti
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/07273431/ahok.para.penantang.dan.kisah.inspirasi.dari.singapura.ini.berita.kemarin.yang.perlu.anda.ikuti>
* Baju Batik Coklat Ahok di Tengah Seragam Merah di DPP PDI-P...
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/21/08251811/baju.batik.coklat.ahok.di.tengah.seragam.merah.di.dpp.pdi-p.>
*JAKARTA, KOMPAS.com* — Basuki Tjahaja Purnama
<http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> secara resmi
diumumkan sebagai calon gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P
<http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>) di Kantor DPP PDI-P
<http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>, Jakarta, Selasa (20/9/2016) malam.
Ada yang mencolok dari kehadiran Ahok di markas partai berlambang
banteng itu. Dari enam calon kepala dan wakil kepala daerah yang hadir
dan diumumkan, Ahok menjadi satu-satunya calon yang tak menggunakan
pakaian berwarna merah, warna khas PDI-P
<http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>.
Ahok tampak tak canggung mengenakan batik lengan panjang bermotif coklat
yang ia pakai beraktivitas sejak Selasa pagi tadi. Pasangan Ahok, Djarot
Saiful Hidayat
<http://nasional.kompas.com/tag/Djarot%20Saiful%20Hidayat>, menggunakan
kemeja merah dengan lambang banteng di atas kantong kirinya.
Begitu pula dengan cagub Banten, Rano Karno, dan calon bupati Kulon
Progo, Hasto Wardoyo. Adapun pasangan calon gubernur dan calon wakil
gubernur Gorontalo, Hana Hasanah dan Tonny S Junus, mengenakan baju
merah, tetapi tanpa lambang PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>.
*(Baca: Ahok Satu-satunya Calon Kepala Daerah PDI-P yang Tak Pakai Baju
Merah
<http://nasional.kompas.com/read/xml/2016/09/20/22063361/ahok.satu-satunya.calon.kepala.daerah.pdi-p.yang.tak.pakai.baju.merah>)*
Padahal, Hana sendiri merupakan kader Golkar
<http://nasional.kompas.com/tag/Golkar> dan istri dari politisi senior
Partai Golkar <http://nasional.kompas.com/tag/Golkar>, Fadel Muhammad.
Pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai, langkah Ahok yang
mengenakan batik coklat bukanlah tanpa alasan.
Dengan mengenakan baju yang tidak berwarna merah, Ahok ingin menunjukkan
bahwa dia tidak akan menjadi kader PDI-P
<http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P> meski diusung oleh partai
berlambang banteng itu.
"Ahok ingin menunjukkan kepada pendukungnya dan parpol dia bukan kader
parpol. Tetapi, dalam politik, kekuasaan bisa dicapai dengan cara apa
pun," kata Hendri.
Ahok sendiri memang bukan merupakan kader PDI-P
<http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>. Pada 2012 lalu, dia diusung
sebagai calon wakil gubernur oleh Partai Gerindra
<http://nasional.kompas.com/tag/Gerindra>, berpasangan dengan Jokowi
yang dicalonkan PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>. Namun,
Ahok belakangan keluar dari Partai Gerindra
<http://nasional.kompas.com/tag/Gerindra> karena tak sejalan.
*(Baca: Ini Isi Kontrak Politik Ahok kepada PDI-P
<http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2016/09/21/06040991/ini.isi.kontrak.politik.ahok.kepada.pdi-p>)*
Semenjak itu, dia menolak untuk kembali menjadi kader parpol meski
kembali maju lewat parpol pada Pilkada DKI 2017.
Selain PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>, Ahok Sudah mendapat
dukungan tiga partai lainnya, Golkar
<http://nasional.kompas.com/tag/Golkar>, Hanura
<http://nasional.kompas.com/tag/Hanura>, dan Nasdem
<http://nasional.kompas.com/tag/Nasdem>. Pada deklarasi semalam, Ahok
pun hanya menandatangani kontrak politik yang berisi 10 poin. Tak ada
satu pun dari kontrak politik yang berbunyi bahwa Ahok harus menjadi
kader parpol.
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri
<http://nasional.kompas.com/tag/Megawati%20Soekarnoputri> sepertinya
sudah legawa PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P> yang memiliki
28 kursi di DKI tak bisa mengusung calonnya sendiri sebagai calon
gubernur. Dalam pertemuan di Teuku Umar, Megawati hanya menyampaikan
satu pesan kepada Ahok yang tak menjadi kader partai.
"Bu Mega cuma bilang, mesti ingat Ahok dan Djarot adalah petahana-nya
PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>," kata Ahok.
Kompas TV PDI-P Resmi Usung Ahok-Djarot
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
* Pemanasan Pilkada DKI 2017
<http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3754/1/pemanasan.pilkada.dki.2017>
Penulis: Ihsanuddin Editor : Sabrina Asril