https://www.merdeka.com/politik/kekuatan-modal-paksa-megawati-pilih-ahok-di-jakarta.html


 Kekuatan modal paksa Megawati pilih


 Ahok di Jakarta

Reporter : Nur Fauziah <https://www.merdeka.com/reporter/nur-fauziah/> | Kamis, 22 September 2016 04:44 1550 <https://www.merdeka.com/politik/kekuatan-modal-paksa-megawati-pilih-ahok-di-jakarta.html#>1550
Share
<http://facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fkekuatan-modal-paksa-megawati-pilih-ahok-di-jakarta.html>
Tweet
<http://twitter.com/share?text=Kekuatan%20modal%20paksa%20Megawati%20pilih%20Ahok%20di%20Jakarta%20%7C%20merdeka.com&url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fkekuatan-modal-paksa-megawati-pilih-ahok-di-jakarta.html&via=kapanlagicom>



Kekuatan modal paksa Megawati pilih Ahok di Jakarta
Mega dampingi Ahok-Djarot daftar ke KPUD. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

*Merdeka.com - *Meski tak terlalu mengejutkan, pilihan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menyisakan pertanyaan. Publik menduga, ada peristiwa 'luar biasa' yang membuat PDIP akhirnya mendukung Ahok.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) *Jakarta <http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>*, Adi Prayitno menilai, ada kekuatan dahsyat yang melampaui Megawati. Karena sejauh ini, Megawati dinilai sangat sulit untuk dilampaui oleh kekuatan apapun. Apalagi, dalam banyak kasus Ahok dianggap telah melukai perasaan kader PDIP dengan sejumlah perkataan yang kontroversial seperti mahar politik yang pernah diungkap Ahok.

"Kekuatan yang melampaui Megawati itu bisa kekuasaan maupun kekuatan modal," katanya, Rabu (21/9).

Saat ini, masyarakat sudah sangat pintar menilai bahwa tak mungkin ada makan siang gratis dengan dukungan PDIP tersebut. Apalagi, sudah lama terdengar bahwa Ahok merupakan 'titipan' istana untuk Jakarta. Hal lainnya yang juga ramai dibicarakan adanya soal adanya mahar politik yang diminta PDIP.

"Namun semua itu hanya PDIP, Ahok dan Tuhan saja yang tahu persisnya seperti apa. Yang jelas, publik kian rasional," tandasnya.

Dia melihat, ada pekerjaan yang harus dilakukan Ahok. Yaitu melakukan konsolidasi politik internal partai pendukungnya. Menurutnya, bukan perkara mudah menyamakan suasana hati antar partai pendukung terutama Golkar dan PDIP.

"Dalam banyak kesempatan keduanya sering cekcok," katanya

Ahok juga harus berkonsolidasi dengan kader-kader PDIP. Mengingat masih banyak menolak petahana tersebut. "Jangan sampai perahunya saja yang diserahkan ke Ahok, tapi kader PDIP malah memilih jalan lain," pungkasnya.

[rnd]









Kirim email ke