bung Djie mau ikut kontribusi?
---In GELORA45@yahoogroups.com, <djiekh@...> wrote :

Bagaimana kalau Jaya Suprana mengumpulkan pengusaha-pengusaha temannya untuk 
bangun rumah susun seperti sarannya. Diongkosi sendiri, untuk Kasih contoh pada 
Basuki "bagaimana seharusnya".

2016-09-22 5:47 GMT+02:00 'Chan CT' SADAR@... [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>:


Ooouuh, maaf bung Jaya, atas kelancangan saya mengajukan pemikiran atau 
komentar yang lepas dan jauh dari lapangan, ketidak tahuan saya akan keadaan 
konkrit sebenarnya. Dan oleh karenanya saya juga tidak mungkin mengajukan 
strategi-taktik perjuangan konkrit, itu hanya bisa diajukan oleh kawan-kawan 
yang langsung dilapangan, yang mengetahui keadaan konkrit lebih detail. 
Sebenarnya saya hanya mengajukan prinsip umum berjuang saja, pada saat kita 
lemah musuh kuat, yaa, jangan dilawan dengan bentuk perjuangan “keras lawan 
keran”, pasti kalahnya dan kalau tidak kebetulan bisa jatuh KORBAN yang tidak 
diperlukan. Karena tidak akan menang dan akan berakhir dengan KEKALAHAN juga! 
Tergusur, sudah PASTI! Warga Bukit Duri tidak akan mungkin dibiarkan terus 
bertahan, meninggali rumah kumuhnya itu, ... setelah dikeluarkan SP3, 
bagaimanapun juga harus keluar dan pindah dari rumah-rumah kumuh yang mereka 
tinggali sekarang itu! Menghadapi kenyataan begini, Romo Sandyawan hendak 
gunakan pengadilan, menyatakan SP3 tidak sah. Bagaimana hasilnya, apakah 
pengadilan bisa cepat mengambil keputusan atau tidak untuk menunda penggusuran? 
Saya tidak tahu. Syukurlah kalau jalan HUKUM ini bisa ditempuh dan dimenangkan, 
... penundaan penggusuran. Lalu sampai kapan? Tentu akan sulit kalau sampai 
membatalkan rencana/program pembenahan DKI-Jakarta yang kata Ahok sudah sangat 
mendesak itu. Nah, dalam pemikiran saya, seandainya saya dalam posisi warga 
Bukit Duri, karena tidak ada jalan pilihan lain, yaaa nurut saja perintah naik 
ke RUSUN. Sedang, perjuangan mereka TUNTUTAN dan KEADILAN yang diharapkan itu, 
mestinya boleh dan bisaa saja diteruskan sekalipun sudah naik RUSUN, ...! Ini 
setelah menghadapi kenyataan, Ahok, Gubernur DKI-Jakarta sudah dengan tegas 
menyatakan program pembenahan tidak bisa ditunda lagi, HARUS DIJALANKAN! 
Sosialisasi sudah dianggap CUKUP! Jadi setelah dikeluarkan SP3, yaa harus 
pindah kalau tidak hendak digusur dengan kekerasan! Mudah-mudahan saja 
tokoh-tokoh, pejuang-pejuang Warga Bukit Duri bisa menemukan kebijakan yang 
paling baik untuk mencapai kedamaian, menang bersama, menghindari penggusuran 
kekerasan dan mendapatkan penyelesaian sebaik-baiknya setelah pindah ke RUSUN! 
Menikmati kehidupan yang lebih manusiawi dan nyaman, ... Salam,ChanCT  From: 
Jaya SupranaSent: Thursday, September 22, 2016 10:32 AMTo: Chan CTCc: 
GELORA_InSubject: Re: Bukit Duri Digusur, Jaya Suprana Siap Pasang Badan Karena 
Pak Chan menulis email bukan pribadi kdp saya namun menembuskannya ke komunitas 
GELORa45 maka saya juga menembuskan email ini ke GELORA45)Sayang, kembali pak 
Chan menghakimi tanpa mengetahui duduk-permasalahan yang dihakiminya.Pertama : 
saya bukan tokoh apalagi tokoh pembela rakyat ! Saya sekadar rakyat biasa yang 
merasa iba terhadap nasib sesama rakyat tergusur.Kedua : pasang badan hanya 
akan saya lakukan apabila sekali lagi : apabila pemerintah memaksakan 
penggusuran terhadap warga Bukit Duri padahal Majelis Hakim PN Jakut dan PTUN 
Jaksel sedang memproses kasus Bukit Duri secara hukum yang apabila penggusuran 
dipaksakan dilakukan berarti pelanggaran hukum, keadilan dan HAM. Apabila 
penggusuran tidak dilakukan pasti saya tidak sudi bersusah-payah pasang 
badan.Ketiga : saya sudah menempuh berbagai cara mulai dari menghubungi LBH, 
Komnas HAM, Menhukham, Mensos, Panglima TNI, Mendagri sampai Presiden  dll di 
mana semua tidak membenarkan penggusuran secara paksa terhadap rakyat apalagi 
thdp kawasan yg masih dalam proses hukum, namun sekaligus semua juga menyatakan 
bahwa Pemerintah Daerah memang memiliki kekebalan kebijakan berdasar UU Otonomi 
Daerah. Saya juga sudah menulis serial tulisan di berbagai media yg prinsipnya 
memohon agar Bukit Duri jangan digusur di samping memohon langsung secara 
pribadi ke Gubernur Jakarta bahkan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi 
sebenarnya saya sudah menempuh segala cara yg dalam jangkauan kemampuan saya 
demi menunda penggusuran Bukit Duri selama masih dlm proses hukum. Sampai saat 
ini minimal ada hasilnya yaitu penggusuran BELUM BENAR-BENAR DILAKSANAKAN. 
Namun setiap saat penggusuran dapat saja segera dilaksanakan apabila pemerintah 
Jakarta menghendaki sebab kekuasaan berada di tangan mereka. Pada dasarnya 
warga Bukit Duri melalui jalur hukum akibat memiliki harapan yg sama dgn pak 
Chan yaitu menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai . Maka sekarang saya 
justru memohon kepada pak Chan agar apabila pak Chan yg arif bijaksana merasa 
memiliki strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah Bukit Duri maka saya 
mohon petunjuk langsung dari pak Chan bagaimana kita dapat menyelesaikan 
masalah penggusuran thdp Bukit Duri tanpa mengorbankan pihak mana pun 
juga.Trims dan hormat dari jaya suprana

 jaya suprana
 Pada 22 September 2016 09.03, Chan CT <sadar@...> menulis:


Saya tetap TIDAK bisa mengerti tokoh-tokoh atau pejuang-pejuang yang katanya 
pembela RAKYAT, hanya bisa ber-GAGAH-GAGAH-an, Siap pasang badan! Tapi, tidak 
satupun yang cerdik bijaksana menemukan strategi-taktik perjuangan untuk 
memenangkan TUNTUTANNYA. Apa dikira dengan gagah berani pasang badan begitu, 
lalu bisa memenangkan tuntutan dan mempertahankan hak rakyat kecil, TETAP 
tinggal di Bukit Duri itu?

 

Bukankah disaat kekuatan kita masih sangat kecil sedang lawan yang dihadapi 
adalah pemerintah yang berkuasa dengan kekuatan maha dahsyat, kita harus 
menemukan taktik dan bentuk perjuangan yang bijaksana untuk memenangkannya. 
Bukan keras lawan keras, BERTAHAN mati-matian tanpa peduli jatuhnya KORBAN! Itu 
namanya membenturkan kepala pada batu! Yang PASTI bocor kepala kita dan KALAH! 
Akhirnya. juga PASTI akan tergusur juga dan warga Bukit Duri yang tidak hendak 
naik kerusun entah harus tinggal dimana, …! Lalu, tidak jelas apakah pak Jaya 
juga akan ikutan bareng tidur di kolong jembatan? Karena rumah elite nya tidak 
mungkin cukup menampung warga yang digusur itu! Hehehee, …

 

Cobalah berembuk sebaik-baiknya, untuk menemukan bentuk perjuangan bisa 
diteruskan setelah semua pindah di RUSUN, bahkan kekurangan yang masih terjadi 
di RUSUN itu, sebagaimana tuntutan mereka juga bisa bersama-sama diatasi dan 
menemukan jalan keluar yang lebih baik. Dengan demikian mengurangi jatuh 
KORBAN, penderitaan warga-miskin yang tidak perlu, sedang kehidupan warga Bukit 
Duri bisa terangkat lebih baik, hidup sebagai manusia layaknya!

 

Mudah-mudahan saja bisa, … mencapai penyelesaian secara damai dan kedua belah 
pihak mencapai kemenangan bersama! Pihak DKI Jakarta bisa meneruskan program 
pembenahan ibukota Jakarta sebagai rencana, sedang kesejahteraan rakyat kecil 
juga terangkat dengan lebih baik!

 

Salam,

ChanCT

 

Bukit Duri Digusur, Jaya Suprana Siap Pasang Badan
RABU, 21 SEPTEMBER 2016 | 23:00 WIBJaya Suprana. ANTARA/Hendra 
NurdiyansyahTEMPO.CO, Jakarta - Jaya Suprana, pendiri Museum Rekor Indonesia 
(MURI) siap pasang badan berdiri di depan buldozer apabila terjadi penggusuran 
terhadap warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Ia  berani nekad untuk 
menghilangkan ketakutan warga Bukit Duri dari kabar penggusuran yang kian 
gencar dengan keluarnya Surat Peringatan ketiga  dari Pemerintah Kota Jakarta 
Selatan.

"Waktu itu warga ketakutan dan saat itu saya berupaya menghibur dan saya 
mengatakan saya siap kalau betul digusur saya berdiri di depan buldozer. 
Masalah itu nanti dilindes atau tidak, saya tidak peduli," kata Presiden 
Direktur PT Jamu Jago  saat dihubungi di Jakarta, Rabu 21 September 2016.

Jaya  Suprana mengaku memiliki hubungan emosional dengan warga Bukit Duri sejak 
perkenalannya dengan Sandyawan Sumardi, Direktur Ciliwung Merdeka. "Saya 
memiliki hubungan batin dengan warga Bukit Duri cukup lama," ujar dia. 
Sandyawan Sumardi, sejak tahun 2000, semakin intensif melalui kegiatan seni. 
"Melalui Ciliwung Merdeka, kami mengadakan konser rakyat untuk rakyat," Jaya 
Suprana berujar.

Hubungan itu makin erat ketika Pemda menggusur Kampung Pulo, Jakarta Timur. 
Jaya Suprana megaku terlambat mengetahui kabar penggusuran itu. "Saat 
penggusuran terjadi saya belum sadar. Sekarang warga Bukit Durilah yang belum 
tergusur."  Baca Juga: Sandyawan Anggap Surat Penertiban Bukit Duri Ilegal 

Jaya Suprana meminta penggusuran ditunda lantaran masih ada proses gugatan yang 
masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tata Usaha 
Negara. "Penggusuran tidak boleh dilakukan sebelum ada keputusan pengadilan," 
katanya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirimkan surat pernyataan ketiga 
untuk warga Bukit Duri, Jakarta Selatan. Direktur Ciliwung Merdeka, Sandyawan 
Sumardi, mengatakan surat tersebut ditolak warga Bukit Duri. "Surat itu sudah 
keluar, tetapi kami tidak menerima karena kami menolak," kata Sandyawan saat 
dihubungi di Jakarta, Rabu 21 September 2016.

Sandyawan mengatakan pada pertemuan warga di Mesjid Bukit Duri, Selasa 20 
September 2016, warga bertekad untuk melawan. Ia merencanakan perlawanan. 
"Warga akan tetap melawan, meskipun berbeda dengan perlawanan warga Kampug 
Pulo. Mungkin kami melawan dengan lebih berkebudayaan," kata dia. Sebabnya, 
warga Bukit Duri, lebih sedikit ketimbang warga Kampung Pulo.

Simak Pula: Sandiaga ke Rumah Susun, Ahok Akan Tetap Gusur Bukit Duri 

Selain itu, Sandyawan mengatakan pengiriman SP3 adalah ilegal. Sebab, gugatan 
warga Bukit Duri masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang 
terakhir terhenti karena kuasa hukum memerlukan pertimbangan dari Pemerintah 
Provinsi dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan. 

ARKHELAUS W 
 


Kirim email ke