Judul berita ini sudah sangat keterlaluan. Kok masih dipertanyakan apakah ada 
pelanggaran berat HAM dalam kasus 1965. Sarwo Eddhi saja sudah mengakui dia 
membunuh 3 juta rakyat Indonesia. Sidang IPT65 yang diadakan di Den Haag pada 
tanggal 10-13 November 2015, melalui ketua Majelis Hakim Zak Yacoob dari Afrika 
Selatan, pada tanggal 20 Juli 2016 telah mengumumkan: Pemerintahan Suharto 
telah melakukan 10 kejahatan HAM berat. Bentuk-bentuk kejahatan yang dilakukan 
oleh pemerintah Suaharto itu (1) Pembunuhan massal(2) Hukuman Penjara(3) 
Perbudakan(4) Penyiksaan(5) Penghilangan secara paksa(6) Kekerasan Seksual(7) 
Pengasingan(8) Propaganda jahat(9) Keterlibatan Negara Asing(10) Genosida.Bagi 
rakyat Indonesia sudah semakin jelas kejahatan Pemerintah ORBA di masa lalu. 
Sudah tidak bisa disembunyikan dan ditutupi. Cepat atau lambat, masalah ini 
harus diselesaikan.Slm: Chalik Hamid.

     Pada Kamis, 22 September 2016 16:56, "Jonathan Goeij 
jonathango...@yahoo.com [GELORA45]" <GELORA45@yahoogroups.com> menulis:
 

     Arahnya kelihatan jelas.... sekali, Luhut Luhut!---Tim ahli tersebut 
terdiri dari sejumlah akademisi bidang hukum dan ditunjuk oleh Luhut Binsar 
Pandjaitan saat menjabat Menko Polhukam.Menurut Imdadun, tim ahli berpendapat 
tidak ada pelanggaran berat HAM dalam kasus peristiwa 1965....
http://nasional.kompas.com/read/2016/09/22/21395701/adakah.pelanggaran.berat.ham.dalam.kasus.1965.

Adakah Pelanggaran Berat HAM dalam Kasus 1965?
Kamis, 22 September 2016 | 21:39 WIB   
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
0SharesKristian ErdiantoKetua Komnas HAM Imdadun Rahmat saat ditemui di kantor 
Kemenko Polhukam, Kamis (22/9/2016).JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional 
Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Imdadun Rahmat mengakui ada perbedaan pendapat 
antara Komnas HAM dengan tim ahli yang dibentuk Kementerian Koordinator bidang 
Politik, Hukum dan Keamanan terkait penyelesaian kasus 1965.Imdadun mengatakan, 
perbedaan pendapat tersebut terjadi saat Komnas HAM diundang untuk memberi 
masukan rekomendasi penyelesaian kasus 1965 sebelum diserahkan kepada 
PresidenJoko Widodo."Ada banyak yang berbeda, bukan hanya Komnas HAM saja yang 
beda. Bahkan Pak Agus Widjojo (Ketua Pengarah Simposium Nasional) saja banyak 
mendapat perbedaan mendasar. Kami sempat memberi masukan, tapi tak tahu apakah 
selanjutnya ada perubahan sebelum dibawa ke Presiden Jokowi," ujar Imdadun, 
saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2016).Tim 
ahli tersebut terdiri dari sejumlah akademisi bidang hukum dan ditunjuk oleh 
Luhut Binsar Pandjaitan saat menjabat Menko Polhukam.Menurut Imdadun, tim ahli 
berpendapat tidak ada pelanggaran berat HAM dalam kasus peristiwa 1965."Tapi 
memang dalam rapat itu, ada statement demikian. Setelah kemudian kami beri 
masukan, saya tak tahu apakah statement itu berubah atau tidak," kata 
Imdadun.Selain itu, lanjut Imdadun, rekomendasi akhir yang diserahkan kepada 
Presiden Jokowi dirumuskan secara sepihak oleh tim ahli yang ditunjuk oleh 
Kemenko Polhukam.Menurut dia, setelah Komnas HAM menyerahkan hasil simposium 
nasional soal peristiwa 1965, Komnas HAM tidak dilibatkan dalam merumuskan 
rekomendasi penyelesaian kasus tersebut.Simposium Nasional merupakan prakarsa 
Menko Polhukam, Komnas HAM, Kapolri, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), 
Panglima TNI, Menteri Hukum dan HAM, dan Jaksa Agung.Sementara itu, dalam 
membuat rekomendasi penyelesaian, Tim Ahli Kemenko Polhukam juga menggabungkan 
hasil simposium tandingan yang diadakan skelompok purnawirawan militer dan 
sejumlah organisasi masyarakat pada awal Juni 2016.Pelaksanaannya merupakan 
reaksi pihak militer yang menentang pelaksanaan simposium nasional 
sebelumnya."Tim ahli bentukan Pak Luhut, juga mengambil sumber dari simposium 
tandingan. Lalu bahannya diambil, digabungkan, dan dinilai dari kaca mata tim 
ahli (bentukan Luhut). Ini di luar kerja sama 7 lembaga tadi," kata 
Imdadun.Meskipun perumusan hasil dua rekomendasi simposium 1965 dilakukan pada 
masa Luhut, Imdadun mengatakan, hasil rumusan tim ahli sampai kepada Presiden 
saat Menko Polhukam sudah dijabat Wiranto.Wiranto sendiri belum berkomentar 
terkait substansi akhir rekomendasi tersebut.Dia hanya membenarkan bahwa 
rekomendasi itu kini sudah ada di tangan Presiden.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
   
   - Pengadilan Rakyat 1965 di Belanda
   - Mengungkap Tragedi 1965

| Penulis | : Kristian Erdianto |
| Editor | : Inggried Dwi Wedhaswary |


  #yiv3819364665 #yiv3819364665 -- #yiv3819364665ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-mkp #yiv3819364665hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-mkp #yiv3819364665ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-mkp .yiv3819364665ad 
{padding:0 0;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-mkp .yiv3819364665ad p 
{margin:0;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-mkp .yiv3819364665ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-sponsor 
#yiv3819364665ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-sponsor #yiv3819364665ygrp-lc #yiv3819364665hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-sponsor #yiv3819364665ygrp-lc .yiv3819364665ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3819364665 #yiv3819364665actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3819364665
 #yiv3819364665activity span {font-weight:700;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv3819364665 #yiv3819364665activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3819364665 #yiv3819364665activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv3819364665 #yiv3819364665activity span 
.yiv3819364665underline {text-decoration:underline;}#yiv3819364665 
.yiv3819364665attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv3819364665 .yiv3819364665attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv3819364665 .yiv3819364665attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3819364665 .yiv3819364665attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3819364665 .yiv3819364665attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv3819364665 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv3819364665 .yiv3819364665bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3819364665 
.yiv3819364665bold a {text-decoration:none;}#yiv3819364665 dd.yiv3819364665last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3819364665 dd.yiv3819364665last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3819364665 
dd.yiv3819364665last p span.yiv3819364665yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv3819364665 div.yiv3819364665attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv3819364665 div.yiv3819364665attach-table 
{width:400px;}#yiv3819364665 div.yiv3819364665file-title a, #yiv3819364665 
div.yiv3819364665file-title a:active, #yiv3819364665 
div.yiv3819364665file-title a:hover, #yiv3819364665 div.yiv3819364665file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3819364665 div.yiv3819364665photo-title a, 
#yiv3819364665 div.yiv3819364665photo-title a:active, #yiv3819364665 
div.yiv3819364665photo-title a:hover, #yiv3819364665 
div.yiv3819364665photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3819364665 
div#yiv3819364665ygrp-mlmsg #yiv3819364665ygrp-msg p a 
span.yiv3819364665yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3819364665 
.yiv3819364665green {color:#628c2a;}#yiv3819364665 .yiv3819364665MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv3819364665 o {font-size:0;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665photos div {float:left;width:72px;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3819364665
 #yiv3819364665reco-category {font-size:77%;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665reco-desc {font-size:77%;}#yiv3819364665 .yiv3819364665replbq 
{margin:4px;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-mlmsg select, #yiv3819364665 input, #yiv3819364665 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-mlmsg pre, #yiv3819364665 code {font:115% 
monospace;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-mlmsg #yiv3819364665logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-msg 
p#yiv3819364665attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-reco #yiv3819364665reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-sponsor 
#yiv3819364665ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-sponsor #yiv3819364665ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-sponsor #yiv3819364665ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv3819364665 #yiv3819364665ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3819364665 
#yiv3819364665ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv3819364665 

   
  • [GELORA45] Adakah Pelang... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
    • Trs: [GELORA45] Ada... Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45]

Kirim email ke