KEJAHATAN KERAH PUTIH Denda Besar bagi Deutche BankKOMPAS Minggu,25 September 
2016  Gugatan atas penipuan yang dilakukan Deutche Bank di masa lalu 
berujungpada pengenaan denda 14 miliar dollas AS, Kamis (15/9). Denda itu 
dikenakanoleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Namun, Deutche Bank 
menantang denganmengatakan tak akan mau membayar denda sebesar itu. Ini berawal 
dari penerbitan surat berharga oleh Deutche Bank menjelangkrisis ekonomi besar 
di Amerika Serikattahun 2008. Deutche Bank adalah salah satu bank asal Jerman 
yang suksesmenjadi pemain besar di Wall Street, merujuk nama bursa efek New 
York. Deutche Bank menerbitkan surat berharga yang dipoles bagus. Bankterkemuka 
ini juga menjual surat berharga terbitan pihak ketiga, yang tidakditeliti 
secara saksama. Reputasi Deutche Bank yang kuat menjelang krisismembuat para 
investor membeli surat berharga terbitan mereka. Akan tetapi, sebagian besar 
dana investor itu kemudian lenyap seakanditelan bumi. Ini karena harga 
perumahan di Amerika Serikat mendadak anjlok sehinggasemua pengusaha yang 
terlibat bisnis properti tidak bisa membayar utang. Akan tetapi, masalah 
muncul. Sebagian surat berharga ini tidak dipakaiuntuk membangun rumah, tetapi 
sekedar tipu muslihat untuk meraup dana investor.Ini terjadi umum dan dilakukan 
oleh perbankan kaliber internasional. Penyebab krisis Hal seperti itulah yang 
menjerembapkan perekonomian pada tahun 2008 dankemudian mengimbas ke Eropa pada 
tahun 2009. Penipuan oleh para pelaku disektor keuangan menjadi penyebab krisis 
besar zaman modern ini. Tidak dirinci penipuan yang dituduhkan kepada Deutche 
Bank. Namun,diberitakan bahwa para investor individu, perorangan, dan regulator 
telahmenggugat Deutche Bank karena tidak menjual surat berharga secara benar. 
Initertuang juga dalam laporan tahunan Deutche Bank 2015. Banyak investor 
mendadak kehilangan begitu banyak dana, termasuk lewatpembelian surat berharga 
yang ditangani Deutche Bank. Gugatan itu juga termasuksoal peran Deutche Bank 
dalam penipuan kurs valuta asing, penipuan suku bungaLibor (singkatan dari 
London Interbank Offered Rate). Deutche Bank juga digugat terkait manipulasi 
harga emas dan perak. Sedang berunding Kamis (15/9) sore, pihak Deutche Bank 
mengonfirmasi bahwa pengenaandenda kepada mereka benar adanya. Pengacara 
Deutche Bank mengatakan sedangberunding soal besaran denda dan tidak berniat 
membayar sebesar 14 miliardollas AS itu. Bank-bank lain juga sudah didenda 
terkait perkara serupa. Bank of Americatelah didenda 57,48 miliar dollar AS dan 
setelah berunding denda dikurangimenjadi 16,78 miliar dollar AS. Sejumlah bank 
dan lembaga keuangan ternamalain, seperti JP Morgan, Citigroup, Goldman Sachs, 
Morgan Stanley, UBS, CreditSuisses, HSBC, dan Barclays, juga didenda perkara 
serupa. Ini menambah beban bagi Pemimpin Umumm Deutche Bank John Cryan, 
warganegara Inggris yang menjadi pucuk pimpinan dalam setahun terakhir.  Analis 
perbankan dari RBC Capital Markets, Fiona Swaffield, mengatakan,denda 4 miliar 
dollar AS saja sudah akan membebani Deutche Bank. Bank inimeminta denda 
diturunkan hingga 1,9 miliar dollar AS saja. Harga saham Deutche Bank telah 
anjlok 7,6 persen menjadi 12,10 euro dibursa Frankfurt, Jumat (16/9), karena 
berita tersebut. Dalam setahun terakhirini, harga saham Deutche Bank juga telah 
anjlok 10 persen karena investorketakutan nilai sahamnya semakin anjlok 
sehingga menjual kepemilikan saham diDeutche Bank. Bernuansa politik Kasus 
Deutche Bank ini bernuansa politik. Menteri Keuangan Jerman,Wolfgang Schaeuble 
mengatakan agar publik tetap mendukung Deutche Bank. Bankasal Jerman ini 
dianggap sebagai ikon kualitas Jerman dalam perbankaninternasional. Oposisi 
Jerman, Partai Hijau, lewat juru bicaranya, GerhardSchick, meminta Pemerintah 
Jerman turut memberi perhatian jika kasus ini sampaimengancam perekonomian. 
Kanselir Jerman Angela Merkel tidak mau berkomentar. “Tidak bijaksanadengan 
posisi saya mengomentari hal ini,” kata Merkel. Sebelumnya, otoritas Uni Eropa 
juga telah mengenakan denda 13 miliardollar AS terhadap Apple asal Amerika 
Serikat dengan tuduhan telah menggelapkanpajak dalam bisnis Apple di Eropa. 
Inilah yang sedang membahana di Barat, maraknya aksi penipuan danpenggelapan 
pajak di kawasan Trans-Atlantik. (REUTERS/AP/AFP/MON)

Kirim email ke