http://nasional.kompas.com/read/2016/09/25/17552341/pantaskah.demokrat.pecat.ruhut.dan.hayono.
Pantaskah Demokrat Pecat Ruhut dan Hayono?
Minggu, 25 September 2016 | 17:55 WIB
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
*
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/25/17552341/pantaskah.demokrat.pecat.ruhut.dan.hayono.#komentar>
*
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/25/17552341/pantaskah.demokrat.pecat.ruhut.dan.hayono.#>
39
Shares
TRIBUNNEWS/HERUDIN Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.
//
Terkait
* Hayono Isman Berharap Kepengurusan SBY Tidak Feodal
<http://nasional.kompas.com/read/2015/05/13/15595951/Hayono.Isman.Berharap.Kepengurusan.SBY.Tidak.Feodal>
* Ruhut: Agus Yudhoyono Dibunuh Kariernya di TNI oleh Demokrat
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/23/11170611/ruhut.agus.yudhoyono.dibunuh.kariernya.di.tni.oleh.demokrat>
* Tetap Dukung Ahok, Ruhut Siap Dipecat Demokrat
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/23/11343021/tetap.dukung.ahok.ruhut.siap.dipecat.demokrat>
* Dukung Ahok-Djarot, Hayono Isman Siap Terima Konsekuensi dari
Demokrat
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/24/12051631/dukung.ahok-djarot.hayono.isman.siap.terima.konsekuensi.dari.demokrat>
* Kata Hayono, Repot kalau Pilih Cagub yang Mendadak Muncul dan Hanya
Berteori
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/24/13011741/kata.hayono.repot.kalau.pilih.cagub.yang.mendadak.muncul.dan.hanya.berteori>
* Hayono Klaim Demokrat Tak Masalahkan Kader Dukung Calon Berbeda
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/24/14395891/hayono.klaim.demokrat.tak.masalahkan.kader.dukung.calon.berbeda>
* Kader Demokrat Wajib Dukung Agus-Sylviana, Ruhut dan Hayono Bisa
Dipecat
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/25/12302721/kader.demokrat.wajib.dukung.agus-sylviana.ruhut.dan.hayono.bisa.dipecat>
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Partai Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> dalam pertemuan bersama Partai
Persatuan Pembangunan
<http://nasional.kompas.com/tag/Partai%20Persatuan%20Pembangunan> (PPP),
Partai Amanat Nasional
<http://nasional.kompas.com/tag/Partai%20Amanat%20Nasional> (PAN), dan
Partai Kebangkitan Bangsa
<http://nasional.kompas.com/tag/Partai%20Kebangkitan%20Bangsa> (PKB) di
Kediaman Ketua Umum Partai Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> Susilo Bambang Yudhoyono di
Cikeas, Jawa Barat, beberapa waktu lalu memutuskan mengusung pasangan
Agus Harimurti <http://nasional.kompas.com/tag/Agus%20Harimurti>
Yudhoyono dan Sylviana Murni
<http://nasional.kompas.com/tag/Sylviana%20Murni> dalam Pilkada DKI
Jakarta <http://nasional.kompas.com/tag/Pilkada%20DKI%20Jakarta>.
Berseberangan dengan keputusan itu, Ketua DPP Partai Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> Ruhut Sitompul jauh-jauh hari
sudah menyatakan dukungannya kepada Basuki Tjahaja Purnama
<http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> alias Ahok
dan Djarot Saiful Hidayat
<http://nasional.kompas.com/tag/Djarot%20Saiful%20Hidayat>.
Menyusul kemudian, Anggota Dewan Pembina Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> Hayono Isman yang menyatakan
hal serupa.
Atas adanya perbedaan pendapat antara Ruhut dan Hayono dengan Partai
Demokrat <http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat>, isu pemecatan pun
kemudian bergulir. Sebab, sangat jelas kedua kader tersebut tidak
sepaham dengan partai yang menaungi.
Lantas, apakah sebagai kader partai Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> Ruhut dan Hayono pantas dipecat?
Secara sederhana, Partai Politik dapat didefinisikan sebagai sekumpulan
orang yang terorganisir, dimana anggota-anggotanya mempunyai orientasi,
nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.
*(Baca: Ruhut: Agus Yudhoyono Bukan Kader Demokrat, Aku Tetap Dukung
Ahok
<http://nasional.kompas.com/read/xml/2016/09/23/10455861/ruhut.agus.yudhoyono.bukan.kader.demokrat.aku.tetap.dukung.ahok>)*
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut ada satu poin yang tak bisa
dilepaskan, yakni kesolidan para anggota di dalamnya. Kemudian agar
partai tersebut menjadi solid, muncul kontrak politik yang kemudian
menjadi kode etik para anggotanya.
Maka dari itu, menjadi persoalan krusial jika ada satu atau beberapa
anggotanya justru berlainan pendapat. Pemecatan, menjadi salah satu
pilihan yang bisa diambil oleh partai.
Begitu juga dengan Ruhut dan Hayono. Sebab sebagai kader, keduanya
mempunyai keterikatan politik dengan Partai Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat>, yakni ketika dukungan
terhadap Agus-Sylviana <http://nasional.kompas.com/tag/Agus-Sylviana> di
Pilkada DKI Jakarta
<http://nasional.kompas.com/tag/Pilkada%20DKI%20Jakarta> nanti telah
dideklarasikan Partai Demokrat <http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat>
maka dapat diartikan menjadi keputusan yang harus ditaati bersama.
"Memang etika politiknya harus begitu. Semua kader Partai Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> harus mendukung Agus-Sylvi,"
kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> Sjarifuddin Hasan atau Syarief
Hasan saat dihubungi, Minggu (25/9/2016).
*(Baca: Dukung Ahok-Djarot, Hayono Isman Siap Terima Konsekuensi dari
Demokrat)
<http://nasional.kompas.com/read/xml/2016/09/24/12051631/dukung.ahok-djarot.hayono.isman.siap.terima.konsekuensi.dari.demokrat>*
Melihat konteks tersebut, maka terlihat jelas bahwa dunia politik sangat
keras. Dunia politik sarat dengan persaingan karena semuanya
menginginkan kemenangan. Substansinya, tidak ada kawan tetapi lawan
dalam berpolitik.
Adapun kesepakatan untuk berkoalisi akan muncul ketika ada kesepakatan
yang sebelumnya dibicarakan bersama.
Direktur Eksekutif Riset Indonesia (Risindo) Toto Sugiarto
mengibaratkan, dunia politik seperti medan pertempuran. Bedanya, tanpa
senjata. Menurut Toto, kesolidan partai menjadi sangat penting tatkala
arena pertempuran sudah di depan mata.
"Dalam kondisi seperti itu, seluruh elemen partai harus satu komando
jika ingin memenangkan kontestasi," kata Toto saat dihubungi, Minggu.
*(Baca: Kader Demokrat Wajib Dukung Agus-Sylviana, Ruhut dan Hayono Bisa
Dipecat
<http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2016/09/25/12302721/kader.demokrat.wajib.dukung.agus-sylviana.ruhut.dan.hayono.bisa.dipecat>)*
Adanya pembelotan yang dilakukan oleh kader partai, lanjut dia,
mengancam tujuan dari partai itu sendiri.
"Logikanya, pengkhianatan dalam kondisi peperangan amat berbahaya,
karena itu, orang seperti itu harus dikeluarkan," tambah Toto.
Maka dari itu, jika nantinya Demokrat
<http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> mengambil keputusan memecat
Ruhut dan Hayono merupakan hal yang wajar dalam politik. Di sisi lain,
kedua kader itu juga sudah menyadari koneskuensianya "membelot" dari partai.
"Kecuali jika beda pendapat itu tidak sedang dalam peperangan atau
kontestasi, harus dibicarakan secara baik-baik, dicari konsensus. Itulah
demokrasi di internal partai," tutur Toto.
Kompas TV Inilah Alasan Demokrat Copot Ruhut Sitompul
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
* Pilkada DKI 2017
<http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3754/1/pilkada.dki.2017>
Penulis : Fachri Fachrudin
Editor : Sabrina Asril