Tetap Dukung Ahok, Ruhut Siap Dipecat Demokrat
Jumat, 23 September 2016 | 11:34 WIB   
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
23444SharesKOMPAS.com/Nabilla tashandraPolitisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul 
di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2016)JAKARTA, KOMPAS.com - 
Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku siap menghadapi segala risiko 
karena berbeda sikap dengan Partai Demokrat terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. 
Ruhut konsisten dengan keputusan mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja 
Purnama-Djarot Saiful Hidayat.Sementara Demokrat memutuskan mengusung Agus 
HarimurtiYudhoyono-Sylviana Murni."Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan 
pecat aku," kata Ruhut saat dihubungi kompas.com, Jumat (23/9/2016).Ruhut 
meyakini, keputusannya untuk mendukung Ahok-Djarotadalah yang terbaik. Pada 
akhirnya, ia meyakini Ahok-Djarot lah yang akan memenangi pertarungan meski 
harus menghadapi putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang 
Yudhoyono.(Baca: Ruhut: Agus Yudhoyono Bukan Kader Demokrat, Aku Tetap Dukung 
Ahok)"Aku tak pernah punya rasa takut bos. Aku bicara kebenaran," ucap Anggota 
Komisi III DPR ini.Namun Ruhut menegaskan, ia tak akan mengikuti langkah Boy 
Sadikin yang keluar dari PDI-P karena tak sejalan dengan keputusan 
partai.Menurut dia, kasus dirinya dan Boy berbeda. Boy mundur karena berambisi 
menjadi Gubernur DKI, namun PDI-P memutuskan mendukung Ahok.Sementara Ruhut 
sama sekali tak berambisi menjadi Gubernur DKI sehingga tidak perlu sakit hati 
dengan keputusan Demokratmendukung Agus-Sylviana.Ia hanya menyesalkan langkah 
Demokrat yang memilih Agus. Sebab, jika Agus kalah di DKI, maka karir 
politiknya akan tamat."Aku enggak kebayang kalau Agus kalah, dibunuh karirnya 
oleh partai yang aku banggakan," ucap Ruhut.Partai Demokrat memutuskan 
mengusung Agus-Sylviana Murni berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa, 
Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan.(Baca: Ruhut: Agus 
Yudhoyono Dibunuh Kariernya di TNI oleh Demokrat)Sebelumnya, pasangan 
Ahok-Djarot sudah lebih dulu mendaftar ke KPU dengan diusung PDI-P, Hanura, 
Golkar, dan Nasdem.Sementara itu, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera 
baru akan mengumumkan calonnya pada Jumat siang ini.Ruhut sudah dinonaktifkan 
oleh Yudhoyono dari posisi Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat.Dia 
mensinyalir pencopotan dirinya karena sejumlah eliteDemokrat yang tak suka 
dengan keputusannya mendukung Ahok.Kompas TVMaju DKI 1, Agus Yudhoyono Akhiri 
Karir Militer

Kirim email ke