http://www.antaranews.com/berita/586948/menteri-susi-modernisasi-kawasan-muara-baru-
dengan-anggaran-rp5-triliun
*Menteri Susi modernisasi kawasan Muara Baru
*
*dengan anggaran Rp5 triliun*
Selasa, 27 September 2016 20:55 WIB | 1.642 Views
Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Menteri Susi modernisasi kawasan Muara Baru dengan anggaran Rp5 triliun
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (ANTARA FOTO/Sigid
Kurniawan)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
berencana memperbarui kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, sehingga lebih
terintegrasi yang dilengkapi dengan beragam fasilitas dan sarana modern
untuk para nelayan.
"Di kawasan Muara Baru akan ada pasar ikan modern serta infrastruktur
cold storage yang lebih profesional," kata Susi Pudjiastuti di Jakarta,
Selasa.
Menurut dia, pengembangan lahan di Muara Baru itu dijadwalkan bakal
berlangsung selama sekitar tiga tahun dengan anggaran pembangunan
sekitar Rp5 triliun.
Menteri Susi memaparkan, pembangunan itu bakal dilakukan dalam beberapa
tahap antara lain dengan membenahi tempat pelelangan dan penjualan lapak
ikan di sana.
Selain itu, lanjutnya, tahap berikutnya adalah membangun pasar ikan
modern dengan memiliki fasilitas tersambung dengan jaringan internet.
Sedangkan sejumlah kendala yang dihadapi adalah sejumlah lahan yang
dimiliki KKP dan Perikanan Indonesia ditengarai masih dikuasai oleh
sejumlah pengusaha yang menyewakannya dengan harga yang tidak wajar.
Untuk itu, ujar dia, KKP telah mengemukakan hal tersebut kepada Presiden
Joko Widodo dan diharapkan ke depannya lahan-lahan tersebut bisa
dikembalikan agar dapat dikembangkan sesuai rencana.
Menteri Susi juga mengingatkan kepada pelaku usaha dalam negeri agat
tidak menjual perizinan yang diperolehnya kepada pihak asing karena
wilayah perairan Indonesia yang stoknya bertambah saat ini masih menjadi
incaran nelayan luar.
Sebelumnya, Menteri Susi menyatakan biomassa laut Indonesia meningkat
pesat sehingga beragam jumlah spesies ikan di kelautan juga semakin
banyak karena suksesnya penanggulangan pemberantasan pencurian ikan di
kawasan perairan Indonesia.
"Kita berhasil meningkatkan biomassa," kata Menteri Susi kantor
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Kamis (22/9).
Menurut Susi, dengan melalui teknologi citra satelit pada saat ini sudah
sangat luar biasa sehingga bisa diketahui tingkat kesuburan laut di
kawasan perairan mana saja di dunia.
Menteri Kelautan dan Perikanan mengemukakan, kebijakan reformasi sektor
perikanan yang dicanangkan dan dilakukan olehnya juga telah membuat
jumlah stok ikan di perairan nasional juga melesat.
Sebagaimana diketahui, kajian terbaru Komisi Nasional Pengkajian Sumber
Daya Ikan di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP
RI) meningkat dari 6,5 juta ton pada 2011 menjadi 9,9 juta ton saat ini.
Sebelumnya, KKP menyatakan pemberantasan pencurian ikan di kawasan
perairan Indonesia juga berimbas pada peningkatan produksi tepung ikan
nasional. "Ketersediaan tepung ikan yang di produksi di dalam negeri
mengalami peningkatan sehingga impor tepung ikan mengalami penurunan,"
kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Tweet <http://twitter.com/share>