Pilih Ahok Dianggap Bagian dari Strategi PDI-P Kuasai Pulau Jawa pada Pemilu 
2019

Rabu, 28 September 2016 | 14:01 WIB

http://nasional.kompas.com/read/2016/09/28/14015641/pilih.ahok.dianggap.bagian.dari.strategi.pdi-p.kuasai.pulau.jawa.pada.pemilu.2019
 

DEYTRI ROBEKKA ARITONANG Pengamat Politik Universitaa Islam Negeri Syarif 
Hidayatullah Gun Gun Heryanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Gun Gun Heryanto menilai, keputusan 
PDI-P mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 
tidak hanya bertujuan untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

Menurut dia, mengusung Ahok merupakan bagian dari strategi PDI-P untuk 
memenangkan kontestasi politik lebih besar pada 2019.  

PDI-P, kata Gun, berusaha untuk menguasai area pertarungan politik di Pulau 
Jawa sebagai pijakan untuk menang pada Pemilu dan Pilpres 2019. 

Tidak menutup kemungkinan Ahok akan "dilamar" sebagai wakil Joko Widodo dalam 
Pilpres 2019. 

"Kalau saya baca, PDI-P lebih memprioritaskan penguasaan atas DKI ini dibanding 
'berjudi' dengan mengusung kandidat yang berpotensi kalah. Just in case, Ahok 
dilamar sebagai posisi yang lebih tinggi. Misalnya sebagai wakil Jokowi saat 
2019, DKI tetap dipegang PDI-P," kata Gun Gun, saat dihubungi, Rabu 
(28/9/2016). 

Sementara, di Jawa Timur dan Jawa Tengah PDI-P dinilainya sudah cukup kuat 
dengan adanya Tri Rismaharini dan Ganjar Pranowo.

Sementara, di Jawa Barat ada kemungkinan PDI-P akan mendorong koalisi untuk 
mendukung Ridwan Kamil.

"Peluang itu masih terbuka karena Ridwan Kamil bukan loyalis Gerindra. Sehingga 
dengan menguasai battle ground Jawa, PDI-P bisa memenangi pertarungan 
prestisius di Indonesia," kata dia.

Oleh karena itu, Gun Gun mengatakan, pasti ada konsensus hingga akhirnya PDI-P 
menjatuhkan pilihan kepada Ahok

"Ada yang namanya biaya pertarungan. Nah, ini yang saya tidak bisa elaborasi 
karena berada di belakang panggung," kata dia. 

Menjelang pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, 
PDI-P memutuskan mendukung Basuki Tjahaja Purnama yang telah lebih dulu 
didukung Golkar, Nasdem, dan Hanura. Ahok dipasangkan dengan kader PDI-P, 
Djarot Saiful Hidayat. 

Kompas TV 3 Tokoh Senior di Balik Layar Pilkada DKI



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
ยท         Pilkada DKI 2017

      Penulis
     : Kristian Erdianto
     
      Editor
     : Inggried Dwi Wedhaswary
     


Kirim email ke