http://erabaru.net/2016/09/27/beijing-sidik-kasus-suap-di-liaoning-bersihkan-kekuatan-jiang/
Beijing Sidik Kasus Suap di Liaoning, Bersihkan Kekuatan Jiang
By Erabaru - 27/09/2016Share on Facebook Tweet on Twitter  Ilustrasi. Kubu 
Jiang Zemin. (foto Dajiyuan)Provinsi Liaoning di Tiongkok, beberapa hari lalu 
terungkap kasus penyuapan pemilihan dalam skala besar. Puluhan anggota Komisi 
Tetap Kongres Rakyat Propinsi Liaoning yang terpilih dengan cara suap 
mendapatkan suara, beberapa waktu lalu dinyatakan diskualifikasi.Pihak 
pemerintah menyebutkan, skala dan tingkatan kasus suap pemilihan tersebut 
memecahkan rekor tertinggi sejak Partai Komunis Tiongkok/PKT memerintah pada 
1949 silam. Komentar berpendapat, suap dalam pemilihan sangat umum terjadi di 
kalangan birokrat PKT, Beijing memilih Liaoning sebagai fokus utama, karena ada 
makna mendalam di baliknya.Pada 27 Januari 2013, dalam Kongres Dewan Rakyat 
ke-12 propinsi Liaoning, sebanyak 619 orang anggota Kongres Rakyat Propinsi 
memilih 102 orang anggota Kongres Rakyat Nasional yang mewakili propinsi 
Liaoning.Pada Selasa (13/9/2016) lalu, Beijing mengumumkan bahwa setelah 
dilakukan penyelidikan terhadap 102 orang anggota Kongres Rakyat Nasional 
tersebut, 45 orang di antaranya terpilih dengan suap dan telah 
di-diskualifikasi. 38 orang lainnya dicopot dari jabatan Komisi Tetap Kongres 
Rakyat propinsi Liaoning, menyebabkan Komisi Tetap Kongres Rakyat propinsi 
tersebut yang seharusnya berjumlah 62 orang hanya tersisa setengah, dan segera 
dinon-aktifkan.Selain itu, dari 619 orang perwakilan Kongres Rakyat Propinsi 
yang memberikan suaranya, sebanyak 523 orang terlibat kasus suap ini dan telah 
dilengserkan atau dipecat.Media RRT mengungkapkan, selain kasus suap Kongres 
Rakyat, pada pemilihan pejabat administratif partai juga mengeluarkan uang 
untuk membeli suara, bahkan telah terbentuk sistem kotak hitam yang sempurna. 
Kalangan luar berpendapat, ini menunjukkan bahwa penyuapan dalam pemilihan di 
propinsi tersebut sudah terbentuk cukup lama.Propinsi Liaoning selama ini 
dikenal sebagai basis bagi kekuatan kubu Jiang Zemin. Perwira militer Xu 
Caihou, politisi Zhou Yongkang, Bo Xilai, Li Changchun, semua pernah menjabat 
di Liaoning.Para pejabat dari kubu Jiang memiliki dua ciri utama, yang pertama 
adalah masalah ekonomi yang serius, ini adalah akibat dari kebijakan Jiang 
Zemin untuk “menghimpun kekuatan lewat korupsi masal”, dan yang kedua adalah 
penindasan terhadap Falun Gong. Kedua ciri utama ini terlihat sangat menonjol 
di Liaoning. Kasus penyuapan pemilihan ini sebenarnya sudah sangat umum terjadi 
di kalangan birokrat di tubuh PKT, mengapa pemerintah menitik beratkan 
penyelidikan ini pada kasus suap di Liaoning?Mengapa Liaoning dipilih sebagai 
fokus utama, dan ditujukan terhadap mantan Sekretaris Propinsi Liaoning yang 
bernama Wang Min?Media ofisial RRT menyebutkan, Wang Min harus bertanggung 
jawab atas kasus penyuapan pemilihan propinsi Liaoning. Media asing mendapati, 
selain korupsi, sama halnya dengan para pejabat dari kubu Liaoning Wang Min 
adalah seorang penyerang utama dalam aksi penganiayaan terhadap Falun Gong. 
Menurut data statistik yang tidak lengkap, selama Wang Min menguasai tiga 
propinsi yakni Liaoning, Jilin, dan Jiangsu, setidaknya sebanyak 166 orang 
praktisi Falun Gong telah dianiaya hingga meninggal dunia.4 Maret 2016 setelah 
Wang Min dilengserkan, media RRT menyebutkan dirinya tetap tidak berubah 
setelah Rapat Kongres ke-18 PKT, dan menentang pemerintah pusat.Banyak alur 
menyatakan bahwa Wang Min menentang pemerintah pusat untuk menghalangi upaya Xi 
Jinping menghapus sistem kemp kerja paksa. Liaoning adalah salah satu propinsi 
yang paling serius menganiaya praktisi Falun Gong, dan kemp kerja paksa adalah 
salah satu metode utamanya. Menjabat untuk kurun waktu sangat panjang di 
Liaoning, Wang Min jelas terkait erat dengan kasus penindasan HAM di Liaoning, 
perlawanan Wang Min bertujuan untuk menutupi kejahatan yang telah mereka 
lakukan.Hasil investigasi ormas HAM internasional mendapati, Liaoning juga 
merupakan salah satu kota yang paling awal melakukan perampasan organ tubuh 
praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup-hidup. Wang Min yang terus menentang 
kebijakan Beijing, dimutasikan ke pusat Juli 2015 lalu untuk menduduki jabatan 
tidak penting. Akan tetapi jaringan antek-anteknya di daerah masih eksis.Kali 
ini setelah Kongres Rakyat Liaoning sudah hampir bersih, media asing 
berpendapat, selanjutnya kekuatan kubu Liaoning akan terus dibersihkan. Menurut 
informasi keponakan Jiang Zemin bernama Xia Deren yang menjabat sebagai Kepala 
Biro Koordinasi Politik Liaoning telah masuk di dalam daftar nama pejabat yang 
akan segera diperiksa. (wid/rmat)

Kirim email ke