Orang computer dan IT akan ngomong begini: platform BBM itu milik
blackberry.

Orang bisnis akan berpikiran begini: platform yg sudah dipakai di Indonesia
merajalela (sedangkan diluar negeri blackberry sudah hampir mati karena
touch screen) adalah modal buat Indonesia negosiasi dengan blackberry. Ini
bisa disebut "invention". Gunakan sebaik2nya!

 

It is an invention. Bisa di patentkan oleh bangsa Indonesia! Fight for it
and get it patented!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, September 28, 2016 2:46 PM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [GELORA45] BlackBerry Messenger 100% Milik Indonesia, Pak Jokowi?

 

  

res : Apakah yang dimaksudkan dengan milik Indonesia adalah milik negara
ataukah milik privat?

 

http://inet.detik.com/read/2016/09/28/122057/3308663/398/blackberry-messenge
r-100-milik-indonesia-pak-jokowi

 


BlackBerry Messenger 100% Milik Indonesia, Pak Jokowi?


Ardhi Suryadhi - detikinet

Rabu, 28/09/2016 12:20 WIB

 

 
<http://newopenx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=25058&campaignid=3383&zo
neid=181&loc=1&referer=http%3A%2F%2Finet.detik.com%2Fread%2F2016%2F09%2F28%2
F122057%2F3308663%2F398%2Fblackberry-messenger-100-milik-indonesia-pak-jokow
i&cb=033b9d2044> 

 
<http://us.images.detik.com/visual/2016/09/22/c288c7ab-da98-4bc9-851b-0dd26d
f3c6a4.jpg?w=500&q=90> Foto: Muhammad Iqbal 

  <http://inet.detik.com/image/fokus_berita_title.png> 

Fenomena BlackBerry Messenger

 

Jakarta - Rapat terbatas di kantor kepresidenan, Selasa (27/9/2016) kemarin,
yang membahas pengembangan ekonomi digital juga menyinggung soal layanan
pesan instan BlackBerry. 

Namun ada hal menggelitik terkait kepemilikan BlackBerry Messenger (BBM)
yang juga sempat disinggung di rapat tersebut, yakni BBM disebut sudah 100%
jadi milik Indonesia.

Ketika itu, Jokowi dijelaskan tengah menekankan pentingnya dukungan
pemerintah dalam upaya memperkuat pelaku ekonomi digital dengan melakukan
deregulasi serta memberikan pelatihan pengembangan kapasitas untuk
berkompetisi.

"Lakukan deregulasi besar-besaran untuk mendukung berkembangnya industri
'e-commerce'. Satu hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah pelatihan
untuk mengembangkan kapasitas bagi pelaku pemula e-commerce sehingga akan
semakin mampu bersaing di dunia bisnis," ujar presiden.

Selain deregulasi, pemerintah juga menekankan pentingnya penyediaan
infrastruktur untuk mendukung pencapaian visi tersebut. "Saya juga minta
dilakukan percepatan jangkauan infrastruktur telekomunikasi yang dibutuhkan
pelaku-pelaku 'e-commerce'," imbuhnya.

Kemudian, dalam keterangan yang dipublikasikan oleh Biro Pers, Media dan
Informasi Sekretariat Presiden disebutkan bahwa Jokowi mengungkapkan bahwa
layanan pesan instan dari BlackBerry sudah dimiliki 100% oleh Indonesia
sehingga bisa dijadikan platform asli Indonesia.

"Kita harapkan nanti seluruh hal yang berkaitan dengan 'e-commerce' kita
baik retail platformnya, baik logistik platformnya bisa nempel ke BlackBerry
Messenger khususnya yang nanti betul-betul kita siapkan menjadi platform
asli Indonesia," ujar Presiden Joko Widodo, lanjut keterangan pers tersebut.

Entah apakah ini ada salah ketik, salah informasi atau Presiden Jokowi
memang tengah keseleo lidah pada saat itu. Namun yang pasti, sejauh ini
belum ada kabar terkonfirmasi terkait layanan pesan instan BlackBerry yang
sudah beralih kepemilikan jadi kepunyaan Indonesia.

Yang ada adalah, sebelumnya BlackBerry mengumumkan aliansi strategis dengan
Elang Mahkota Teknologi (Emtek) yang akan memberikan para pengguna BBM akses
kepada konten dan layanannya. 

(ash/rns)



Kirim email ke