Hitungan Biaya Politik Pemilihan Gubernur Jakarta dan Kompensasinya

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 10:47 WIB

https://www.tempo.co/read/fokus/2016/09/29/3367/hitungan-biaya-politik-pemilihan-gubernur-jakarta-dan-kompensasinya
 



Ketiga pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung pada 
Pilgub 2017 melakukan foto wefie disela pemeriksaan kesehatan. instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Partai politik pengusung calon Gubernur dan Wakil Gubernur 
DKI Jakarta meminta pasangan calon mereka menyiapkan dana untuk kampanye nanti. 
Jumlah dana bisa mencapai ratusan miliar rupiah, “Karena keuangan parpol kan 
ada batasnya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerindra Jakarta Muhammad 
Taufik, Rabu 28 September 2016.

Partai Gerindra bersama Partai Keadilan Sejahtera telah mendaftarkan pasangan 
Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Keduanya diminta ikut menanggung beban biaya 
kampanye, yang diperkirakan mencapai Rp 200 miliar untuk dua putaran. "Kalau 
mau aman segitu," ujar Taufik.

Menurut hitungan sementara Ketua Badan Pemenangan Pemilu Gerindra Jakarta 
Syarif, dana kampanye yang dibutuhkan tidak sampai Rp 200 miliar, melainkan Rp 
152 miliar. Sebab, pemilihan kali ini tak menuntut terlalu banyak dana lantaran 
diikuti tiga pasangan calon. "Beda halnya kalauhead to head."

Menurut Syarif, jumlah itu bisa turun jika pasangan calon tak menyepakati 
kegiatan kampanye yang diusulkan, misalnya kampanye akbar di Stadion Gelora 
Bung Karno (GBK). “Sekali main di GBK itu minimal Rp 25 miliar all-in. Sewa 
tempat, makan, dan lain-lain.”

Syarif termasuk yang ikut menggodok rincian dana kampanye di kubu pasangan 
Anies-Sandiaga. Dia mengatakan segera mempresentasikan rincian kebutuhan 
kampanye itu kepada pasangan calon pada awal bulan depan.

Nachrowi Ramli, Ketua Tim Pemenangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, 
juga memprediksi dana kampanye tak sampai Rp 200 miliar. Dia tidak menyebutkan 
angka pasti, hanya memastikan pasangan calon harus menanggung sebagian. “Sumber 
dana dari pasangan calon, partai, dan relawan ataupun donatur,” kata Ketua 
Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jakarta ini.

Selain didukung Demokrat, Agus-Sylviana diusung PPP, PKB, dan PAN. 
Partai-partai itu, menurut Nachrowi, berkomitmen mengerahkan jaringan relawan 
masing-masing untuk mensosialisasi nama Agus-Sylviana ke masyarakat. Sekretaris 
Jenderal PPP Arsul Sani menyebutkan “cuma” itu yang bisa disumbang partainya. 
“Kami membantu finansial sesuai kemampuan kami," kata Arsul.

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah telah lebih dulu menyatakan 
pasangan calon harus membiayai kampanye sendiri. Partai ini bersama tiga partai 
lainnya, yakni Hanura, NasDem, dan Golkar, memutuskan untuk mengusung calon 
inkumben Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Menurut Basarah, kesediaan membiayai kampanye sendiri adalah salah satu 
komitmen yang sudah diminta kepada Basuki alias Ahok. PDIP, kata Basarah, 
memiliki aturan tersebut, yang tertuang dalam peraturan partai nomor 4 tahun 
2015. “Untuk konsolidasi dan menggerakkan struktur partai dengan sanksi mandat 
dicabut jika calon tak menyetorkan dana.”

Nah, ketika hitung-hitungan biaya Pemilihan Gubernur sudah bisa diperkirakan, 
apa kompensasi yang diminta partai kepada setiap pasangan calon gubernur dan 
calon wakil gubernur DKI Jakarta?

Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saeful Hidayat
Partai politik: PDIP, Hanura, NasDem, Golkar
Permintaan: Perekrutan pekerja di bidang penanganan sarana dan prasarana umum.

Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Partai politik: Demokrat, PKB, PPP, PAN
Permintaan: Alokasi hibah untuk Nahdlatul Ulama (NU) dari APBD.

Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno
Partai politik: Gerindra, PKS
Permintaan: Menuntaskan masa jabatan. 

DEVY ERNIS | LARISSA HUDA

Berita lainnya:
Heboh Dimas Kanjeng, Jin Iprit, dan Gas Air Mata
Ribut dengan Mario, Deddy Corbuzier: Rugi Rp 40 Triliun
Jika Anda Terlalu Sibuk, Siap-siap Mengalami 8 Karma Ini


Kirim email ke