*Dari milis lain :*
*AHY Strategi SBY Untuk RI 1 2024*

Pilihan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon gubernur DKI
mengejutkan banyak orang. Banyak pula orang yang memuji dan mengritiknya
dengan melihat kesiapannya untuk menjadi gubernur DKI. Namun tidak banyak
yang memepertanyakan mengapa SBY rela memutus karir cemerlang putra
sulungnya di TNI. Bagi saya alasannya sangat jelas kalau kita labuhkan
pikiran kita ke tahun 2024. Pada tahun tersebut usia AHY akan 46 tahun.
Usia yang ideal untuk menjadi calon RI 1 dengan pengalaman di bidang
politik selama delapan tahun. AHY akan siap dan matang untuk menjadi
presiden karena kompetensi, kepemimpinan dan pengalamannya. Obama terlpilih
sebagai presiden Amerika Serikat pada usai 47 tahun dengan sepuluh tahun
pengalaman di bidang politik

Pendidikan nasional dan kepemimpinan AHY berakar dalam di bumi Tidar di SMA
Taruna Nusantara dan Akademi Militer Nasional. Wawasan internasionalnya
berkembang mekar di Singapura dan Amerika Serikat. Pada semua jenjang
pendidikannya ia mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik.

TNI telah menguji kepemimpinannya dari bawah dan memberikannya pengalaman
internasional dalam pasukan perdamaian di Lebanon. Karirnya di TNI
cemerlang karena prestasinya. Namun jenjang karir cemerlang ini terpaksa
diputus karena sejak reformasi jalur karir di TNI bukan lagi menjadi jalur
terbaik untuk menuju RI 1.

Pelopor perjuangan kemerdekaan Indonesia dan presiden pertamanya, Soekarno,
seorang arsitek dan bukan tentara. Namun peran TNI dalam memenangkan perang
kemerdekaan sangat menentukan. Bahkan sejak awal perannya dalam
pemerintahan juga sangat sentral. Ini terlembaga dalam fungsi teretorial
TNI. Karena itu konsep kepemimpinan yang disanjung dan selama puluhan tahun
membudaya dalam masyarakat kita adalah kepemimpinan gaya militer.

Bung Karno hampir selalu tampil dengan  seragam kebesaran panglima
tertinggi dengan tongkat komandonya. Menteri dalam kabinet Bung Karno juga
memakai seragam dengan tanda pangkat bahkan diberi pangkat kemiliteran
titular. Sampai sekarang semua pejabat pemerintahan masih memakai seragam
dengan tanda pangkat seperti tentara.

Di semua bidang kehidupan kepemimpinan yang dianggap terbaik adalah gaya
kepemimpinan militer. Latihan kepemimpinan manajer perusahaan bahkan
latihan kewirausahaan harus diawali dengan latihan dasar kemiliteran untuk
menanamkan disiplin. Saya pernah diminta mengajar empat jam tentang teori
dan praktek kewirausahaan dalam program pelatihan kewirausahaan di salah
satu departemen pemerintah yang mengalokasikan waktu satu bulan untuk
latihan dasar kemiliteran.

Di bawah pemerintahan presiden Soeharto selama 32 tahun, keyakinan akan
ampuhnya gaya kepemimpinan militer makin mendalam. Lagi pula jalur karir di
TNI bermuara pada kedudukan kepemimpinan di semua bidang kehidupan.

Reformasi menampilkan tiga presiden yang bukan tentara. Tapi ketiganya
tidak dipilih langsung oleh rakyat. Waktu rakyat dua kali diberi kesempatan
langsung memilih presiden, yang terpilih tetap seorang jenderal, SBY.

Lain halnya di tingkat daerah. Pemilihan langsung memberi pengalaman pada
rakyat tentang dampak langsung pilihannya pada kehidupannya. Terpilihnya
Joko Widodo sebagai wali kota Solo selama dua periode menampilkan sosok
pemimpin baru yang bukan militer yang mampu melaksanakan kebijakan  yang
mewujudkan kesejahteraan bagi warganya. Teladan kepemimpinan ini teresebar
ke seluruh Nusantara bahkan dunia berkat teknologi informasi dan komunikasi.

Di sejumlah daerah lain rakyat, terutama kaum muda,  juga memilih pemimpin
yang serupa yang mewujudkan kebijakan yang membawakan kesejahteraan bagi
hidupnya. Arus perubahan ini mengalahkan petahana di DKI yang didukung elit
politik, dana besar dan yang menurut ramalan survai akan menang telak.

Puncak perubahan kepercayaan pada gaya kepemimpinan terjadi dengan
terpilihanya Joko Widodo sebagai presiden mengalahkan calon lain yang
mantan jenderal. Rakyat ternyata tidak memilih pemimpin yang turun dengan
helikopter dan memeriksa barisan kehormatan bersikap sempurna dengan naik
kuda yang perkasa yang miliaran rupiah harganya.

Rakyat ternyata memilih mantan pengusaha mebel dari Solo yang lugu dan
sederhana. Seorang pemimpin yang telah membuktikan bisa dekat dan
mendengarkan suara rakyat. Pemimpin yang mempergunakan kecerdasan dan
kompetensinya untuk membuat kebijakan yang menyejahterakan rakyat dan
bermitra dengan banyak pihak untuk melaksanakannya. Seorang pemimpin yang
santun, jujur, berintegritas, tidak korup dan rendah hati. Seorang pemimpin
yang hanya berjanji bekerja keras untuk menyejahterakan rakyat.

Kalau presiden Jokowi dalam masa jabatan pertama ini berhasil mewujudkan
Nawacita-nya, kemungkinan besar ia akan terpilih lagi di tahun 2019. Karena
itu peluang orang muda untuk menggantikannya baru akan terbuka di tahun
2024.

Kalau kita amati tokoh-tokoh muda yang ada di cakrawala kepemimpinan
Indonesia di dalam maupun di luar partai politik hampir tidak ada yang mutu
pribadi dan kesiapannya bisa disaingkan dengan AHY.

Namun pembelajaran dan jejak pengalaman kepemimpinan AHY yang dapat kita
ikuti jelas di jalur gaya kepemimpinan militer yang mungkin bukan jalur
yang terbaik menuju ke RI 1. Karena itu mengalihkannya ke jalur politik
adalah keputusan strategis yang sangat bijaksana kalau sasarannya RI 1.  Menang
atau kalah di DKI akan menjadi pembelajaran berguna untuk menuju sasaran
utama.

Menurut pendapat saya delapan tahun waktu yang cukup panjang untuk belajar
dekat dan mendengarkan rakyat serta menyesuaikan gaya kepemimpinan AHY
untuk bersaing di tahun 2024. Namun orang-orang yang dekat dengan beliau
harus bisa menangkal para predator di jalur politik yang pasti akan coba
menjatuhkannya. Partai Demokrat harus belajar dari kegagalannya membina
kader pemimpin mudanya di masa lalu. Kalau gagal kali ini, Indonesia akan
kehilangan seorang pemimpin muda masa depan yang sangat menjanjikan.


Anugerah Pekerti,  24 September 2016

Kirim email ke