"Karepmu" itu bahasa suroboyoan artinya "terserah anda" dan sama sekali tidak menghujat. Terlihat temperamen anda me-ledak2 sukar terkontrol, mau menang sendiri tidak mau kalah, merasa diri sendiri yang paling pintar, suka memanipulasi kata dgn merubah artinya. Kesemuanya ini merupakan gejala yang serius. Saya sarankan anda mengunjungi dokter pribadi anda agar dapat referral ke dokter spesialist. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Haiya gobloknya!Sudah bilang tidak ada BUMN swasta, ternyata ada BUMN pertamina swasta.Eh dengan gobloknya menghujat orang “karepmu”! Gak ada malunya!Konsep bisnis sesederhana ini ente gak ngerti, gimana bisa mau menganalisa holding company, BUMN, merger acquisition????!!!!!!Gimana ente bisa mau bilang pertamina tidak boleh mengakuisisi PGN karena yang satu perusahaan tertutup dan yang lain perusahaan terbuka?Gimana ente bisa mau bilang petragas yg lebih cocok mengakuisisi PGN karena sama sama perusahaan terbuka?Dst….dst….. Jawabannya hanya 1: ente gak qualified (ente gak ngerti bisnis). Mau bashing Jokowi tetapi yg diomongin salah!! Ayo sekarang gimana, kan sudah ane tantang: ane kan bilang ane syaraf karena lupa bahwa pertamanya lagi ngomongin. Ini tulisan ente “Sejak awal diskusi BUMN sudah jelas yg dibicarakan Pertamina yg BUMN tertutup akan mengakuisisi PGN yg BUMN terbuka”. Ayo jelasin gimana Pertamina tertutup tidak boleh mengakuisisi PGN terbuka?Ayo kasih referensi. Ayo kasih komentar pake’ logika umum. Ayo kasih komentar pake’ teori bisnis! Ane akan luangkan waktu buat telanjangi ente lagi.Silahkan google sana baca2 dulu! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, September 28, 2016 10:22 PM To: [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) haiya,,,, karepmu! ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Loh memangnya salah PT. Pertamina adalah BUMN swasta?Kan ini yang ente salah sampai ane goblok2in?Ente kan sok tahu kasih referensi segitu banyak ttg private sampai ke UU no. 19 tahun 2003 yang semuanya benar tapi tidak mendukung pendapat ente bahwa: BUMN itu tidak ada yang swasta! Kan ini tulisan ente sebagian saja yg ane kutip:1. menarik juga melihat anda berkilah ha ha ha, coba anda berikan referensi kalau perusahaan negara itu sama dengan perusahaan swasta.2. anda ngomong sedemikian panjang lebar hanya utk menjelaskan hal simple dan sederhana saja, baik perusahaan swasta ataupun perusahaan negara bisa go public. kayak gini ya semua orang tahulah. tetapi tetap saja tidak bisa sebuah perusahaan negara disebut swasta atau private.3. Omongan anda khan terlihat gombalnya dan arahnya terlihat supaya orang beranggapan Pertamina itu private yg dikelola menurut udel pemiliknya gitu. Aneh aja yg namanya perusahaan negara itu ya milik negara, atau lebih tepatnya milik rakyat yg dikelola pemerintah. Dalam perusahaan negara karena itu pada dasarnya milik rakyat harus ada bentuk pentanggung jawabannya, setidaknya didepan wakil rakyat didepan DPR. Ngaco kan? Ketiga tulisannya di 3 email bilang BUMN tidak bisa swasta/private.Sedangkan referensi yang sok sok an ente pakai UU no. 19 tahun 2003 itu ditulis pakai bold lagi: BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup, jelas mengartikan Pertamina yang adalah BUMN adalah swasta/private. Ente berpendapat perusahaan negara ya milik negara. Lucunya negara disamakan dengan rakyat. Sedangkan ada rakyat yang non pemerintah yang dapat memiliki saham BUMN dari pasar modal misalnya PT PGN Tbk dimana pemerintah Indonesia sebagai majority shareholder dan rakyat non pemerintah dan asing yang juga memiliki sahamnya. Lupa nih yeah dari awal diskusi ane sudah bilang akan ane buka pelan2 kesalahan ente. Kalau dikasih jawabannya langsung kan gak seru dan gak kelihatan sifat asli ente yg ngeyel, congkak, suka goblok2in orang lain, suka bilang orang syaraf dll. Sekarang sudah terbukti belum ada BUMN yang swasta/private?Dari pertama ane sudah tahu ente itu gak ngerti ketika ente mengkontraskan private vs. pemerintah yang seharusnya private vs. public.Jelas sekali ente bukan orang bisnis! Kalaupun ente pernah belajar ilmu bisnis pasti belajarnya di community college atau dari paman google. Kalau ente belajar nya dari state college/univ. itu artinya ente lulus pas2an. Setelah “kegilaan”nya ente masalah BUMN swasta ini sudah terbongkar, silahkan kalau mau diteruskan kemasalah lain:Ini ane tantang ente tapi gak berani ente jawab: What is your point pertamina = BUMN tertutup mengakuisisi PGN = BUMN terbuka? Tak telanjangi terusssss……Gak ngerti bisnis mau sok2an ngomong bisnis.Orang yg belajar bisnis saja belum tentu bisa mengerti masalah merger acquisition.Ente yg goblok begini mau congkak. Ketemu ane, kena batunya ente!!!!!Batu kecongkakan ente bakalan ane pecahkan!Apalagi kalau sudah bashing NKRI! I promise you that! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, September 28, 2016 5:56 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) Upaya anda yg sedemikian gigih panjang lebar dgn meng-goblok2an orang itu cuman mau ngomong "PT. Pertamina adalah BUMN swasta!" kasihan banget! menunjukkan sifat narsis bukan alang kepalang. Tidak mengherankan anda me-muja2 Donald Trump. Kalau mau ngomong yg benar dalam bahasa Indonesia "PT Pertamina adalah BUMN tertutup" demikian juga untuk mengatakan "PT PGN Tbk adalah BUMN terbuka". ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Jonathan: bukannya sejak awal posisi saya private atau swasta itu non goverment, kok dibilang sudah mengaku tapi ngeyel malu salah? Nesare: hehehehehe baca juga nih yeah. Kepancing juga nih yeah!!!!Yang ane goblok2in ente salah itu adalah ente bilang: private vs. government itu! Masih gak tahu ‘kan???!!!Government atau non government bisa jadi private company sepanjang kepemilikannya belum dijual belikan dibursa!!!!! Goblok!Ini UU nya: BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup.BUMN PT tertutup itu misalnya pertamina artinya pertamina ini adalah tertutup/private krn kepemilikannya tidak diperdagangkan di bursa!Ini yang ada diotak ente bahwa: gak ada BUMN yg swasta/private karena diotak ente yang ada adalah: private vs. swasta/private! Masih belum mengerti ya. Ini matematikanya:BUMN = pertamina = PT = private= swasta!Jadi bacanya: PT. Pertamina adalah BUMN swasta! Ini berlaku dimana2 diseluruh dunia bisnis termasuk Indonesia! HeheheheheNesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, September 28, 2016 5:05 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) ????????????? bukannya sejak awal posisi saya private atau swasta itu non goverment, kok dibilang sudah mengaku tapi ngeyel malu salah?ha ha ha ha anda benar2 bikin saya ngakak, gabung dah sama Warkop DKI Reborn. Nesare:Lihat dari sini sebetulnya jonathan ini sudah mengaku private = non government tetapi dia ngeyel, malu salah, terus baca2 digoogle terus bilang private itu kontrasnya adalah government, bukan private vs. public. Artinya private tidak sama dengan non government lagi dan ngeyelnya sampai sekarang!!! Apa tidak memalukan? Sudah mengaku terus mengingkari? ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Oh mau lari lagi ya?What is your point pertamina = BUMN tertutup mengakuisisi PGN = BUMN terbuka? Yang ane salahkan adalah ente bilang private = swasta itu adalah non government!Terus ente kan tanya ane terus apa private itu. Lalu kasih referensi arti private dst….sampai tetap mengklaim private = non government! Sekarang mau lari ke pertamina mengakuisisi PGN? HeheheheGak apa2 mau bikin babak baru lagi. Silahkan. What’s your point if you have one? *************************************** Ini runtutan diskusi ini, mari kita simak rame2. Koq berani2nya nulis begini: “Ingatan anda benar2 parah banget, sudah periksa neurologist belum? Selain ke neurologist kelihatannya anda perlu balik ke Sekolah Dasar belajar PKK biar tahu bagaimana berbicara yang beradab”. Jonathan: saya lihatnya kok lebih mirip akuisisi (paksa) seperti misalnya Pertamina mengakuisisi PGN, jadinya Pertamina Holding dengan PGN jadi anak perusahaan. Cuman nanti gimana dgn saham2 PGN yg dimiliki umum atawa swasta? apakah pemerintah akan membelinya? dgn harga berapa? apa harga sahamnya dibikin ancur duluan baru kemudian dibeli?Nesare: Akuisisi paksa? Istilah apa lagi ini? Gak pernah ane denger akuisisi paksa ini. Jonathan: ya jelas paksa lha wong nggak bisa nolak, PGN ini sih kelihatannya sehat2 saja no problema malah pertamina yg dilanda kerugian.Nesare: Dipaksa? Dipaksa siapa? Yang memaksa siapa?Jonathan: Ala belagak pilon main kata2, nanti tanya apa ditodong bedil?Nesare: kan ente mau bilang Jokowi yang paksa supaya pertamina akuisisi PGN. Kan ini yg ente mau katakan????????Jawabannya hanya 1: goblok saja pernyataan dan pertanyaan ini!!!Kenapa goblok? Karena gak ngerti bisnis dan pakai logika umum. Sudah ane tulis sebelumnya. Sudah ane kasih contoh Technips tempat kerja arcandra dulu yang perusahaannya babak belur rugi gak keruan2 mencoba merger dengan CGG (dulu namanya CGG Veritas) yang juga babak belur akibat harga minyak jatuh 2012. Jadi kedua perusahaan ini financially kacau. Tetapi merger nya gak jadi. Kenapa gagal? Karena kedua perusahaan punya masalah sendiri. kelihatannya pemerintah perancis yg menginginkan merger ini. kenapa? Karena kedua perusahaan minyak itu adalah flagship perancis dalam minyak di dunia. Ada nasionalisme disini yg mau ditolong. Persis kasusnya dengan bank of America disuruh ambil alih/acquire countrywide dan merryll lynch dst….dst….. Itu ceritera bisnisnya yang ente jelas gak ngerti. Jelas gak ngerti makanya masih nanya2 dan bikin statement seperti PAKSA dll.Ini jawaban telaknya: pertamina itu adalah private company dan pemegang sahamnya 100% dimiliki oleh pemerintah. PGN itu perusahaan public bukan perusahaan swasta jadi pemegang sahamnya adalah rakyat banyak. Kalau mau merger atau acquisition perusahaan public harus ada ijin dari rakyat. Gak bisa seeank udelnya. Pemerintah bisa menyuruh pertamina krn pemerintah adalah whole shareholder tetapi gak bisa paksa paksa PGN yg adalah perusahaan public. Dalam perusahaan public ada board of director yang mewakili suara2 shareholders.Jonathan: saham pemerintah di PGN itu 50%+ bagaimana public bisa menolak?setidaknya bisa terbaca dari harga saham PGN yg melorot terus. 1 Agt Rp 3.430,- dan tiap hari turun terus sekarang ini 16 Agt (waktu Pacific) Rp 2.950,- Nesare: Rakyat bisa menjawab dengan lantang:"saya tidak mau jual saham saya"!!!! Kalau rakyatnya bisu, mereka bisa mengisi proxy form bilang gak setuju menjual baik saham maupun voting rights. Jonathan: menurut ibu Rini memang begitu kok, diadakan RUPS Luar Biasa menentukan berapa harga sahamnya kemudian ditetapkan melalui PP. Saham public cuman 43% sedang saham pemerintah sekitar 57%. Suara pemerintah yg 57% itu khan jelas satu mewakilin suaranya ibu Rini atawa pak Jokowi sedang public yg 43% itu jelas bervariasi karena banyak orang. Hasil komposisi seperti ini hasil RUPSLB itu tinggal ketok palu. Nesare: Busett…..koq sudah tahu ibu rini akan mengadakan RUPS ketok palu beli saham PGN.Ente ini sudah gila atau memang bener2 gila?Holding, gimana tata kerja dll saja belum terjadi, koq bisa2nya ibu rini akan ketok palu gelontorkan duit.Emangnya duit ini lagi2 duit engkongmu yg dikasih ke ibu rini mu ya?!! Hahahaha Ini bantahan ilmiahnya: bank of America dulu ambil alih merryl lynch 2008 terus kenal class action lawsuit of $2.43 billion.Walaupun CEOnya BOA bilang dia dipaksa oleh otoritas keuangan dan FED, tetapi rakyat pemegang saham nuntut pake class action. Jadi ente jangan sembarangan bilang ibu rini akan paksa pertamina ambil PGN!!!! Silahkan2 saja kalau ente yg konglomerat yg dapet duit dari engkongmu dikasih ke ibu rini.Tapi yg jelas Indonesia gak akan punya duit segini banyak buat talang2an ala negara ente. Jonathan: ini memang menimbulkan pertanyaan besar, Pertamina itu khan perusahaan tertutup yg jerohannya hanya diketahui pemiliknya saja (pemerintah dan pejabat2 terkait) sedang PGN itu perusahaan terbuka yg semua orang bisa lihat laporan keuangannya. Kenapa kok perusahaan tertutup yg mengakuisisi perusahaan terbuka, yg sudah terbuka dan baik dijadikan tertutup lagi. Ajeg: Taruhlah akuisisi Pertamina terhadap PGN berjalan mulus, kira-kira seperti apa nasib anak-anak perusahaan BUMN-BUMN itu dalam holding migas?Nesare: ini pertanyaan bagus. Disini letaknya jalannya holding companies ini harus dimonitor. Rakyat bisa monitor krn ini adalah perusahaan negara. Negara harus transparansi. Jangan seperti pertamina sekarang yg susah dibuka krn boroknya sudah parah. Disini peran DPR bisa bermain. Marilah Indonesia belajar berdemokrasi. Kasih kesempatan lah. Belum jalan sudah dibashing. Momen nya ada di jaman Jokowi ini walaupun tidak sempurna. Jonathan: kelihatannya saat ini BUMN2 itu sudah merupakan konglomerasi sendiri2. akan perlu saling tukar anak2 perusahaan besar2an di sesuaikan dgn jenis2 BUMN ituNesare: gobloknya ampun2an bisa bilang “bumn bumn sudah mrpk konglomerasi.” Sok tahu amat! Ngerti aja belum teori dasarnya. Terus tahu juga enggak detail perusahaannya. Sok2an menggeneralisasi. Bumn adallah konglomerat. Ngaco aja. Asal cuap aja. Kaya’ gini klaim dirinya orang pinter?? Hehehehe.Jonathan: Sebenarnya kalau PGN yg mengakuisisi Petragas itu cukup masuk akal, para BUMN itu disesuaikan dgn bidangnya minyak sendiri, gas sendiri, dll, selain itu dari segi tranparansi PGN yg tbk itu by law harus menyajikan laporan keuangannya ke public jadinya Petragas akan ikut transparant. Nesare: Sok tahu banget! Gak ngerti bisnis mau ngasih masukan seperti ini?Mana ada teori bisnis yang mengharuskan pertamina gak boleh akuisisi PGN?Mana ada teori bisnis yang bilang PGN masuk akal akuisisi petragas? Alasan yang dipakai: transparansi dan yang satu private dan yang lain public. Ini kan ngaco gak keruan2. Koq orang mau merger acquisition pakai transparansi dan private vs. public. Diseluruh dunia: transparansi itu adalah hasil dari suatu regulasi. Regulator yg menentukan bagaimana transparansi harus dilakukan. Di usa ada misalnya ada Sarbanes oxley yang mengatur bagaimana financial numbers harus dipresentasikan. Perusahaan punya data financial sendiri utk analisa internal tetapi ini tidak boleh dipergunakan utk file income tax misalnya krn tidak sesuai dgn peraturan Sarbanes oxley. Diseluruh dunia gak ada peraturan yg mengatakan private company boleh atau tidak boleh merger/acquire public company.Gak ada!!!!!Memangnya ada? Luar biasa kalau ada. Mungkin di korea utara, cuba, Venezuela, mars atau pluto kali ya? Hehehehe Sudah diskusi segini lama, masih gak ngerti pendapat ane. Gimana bisa diskusi sama orang2 seperti ente yg mottonya: “pokoke Jokowi goblok”. Yang paling parah adalah: ente itu sepertinya lebih mengetahui perusahaan2 itu semua (pertamina, PGN, petragas) sehingga begitu yakinnya seolah2 konsultan bisnis ala KKR yang bikin M&A terbesar dalam dunia dan takeover termahal didunia pada tahun 1988.
