http://politik.rmol.co/read/2016/09/24/261867/Sandi-Dan-Ahok-

Sandi Dan Ahok
NUSANTARA  SABTU, 24 SEPTEMBER 2016 , 08:43:00 WIB | OLEH: JAYA 
SUPRANASANDYAWAN Sumardi alias Sandi dan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok  
sama-sama lelaki dan warga Indonesia. Namun persamaan berhenti di situ.Sandi 
lahir di Jeneponto, Ahok lahir di Manggar. Sandi kurus kering, Ahok tegap 
atletis. Sandi hidup bersama kaum miskin di kawasan wong cilik , Ahok hidup 
bersama kaum berada di kawasan wong elit. Sandi warga Jakarta, Ahok gubernur 
Jakarta. Sandi tergusur, Ahok penggusur.   

Pada saat penggusuran, Sandi berdiri di depan rakyat tergusur, Ahok berdiri di 
belakang laskar penggusur dan Satpol PP. Sandi penganut mashab Pembangunan 
Berkelanjutan tanpa mengorbankan lingkungan alam, sosial, budaya dan manusia, 
Ahok peyakin mashab Pembangunan Berkorban dengan wajib mengorbankan bukan diri 
sendiri namun rakyat yang tidak berdaya melawan.  
Amarah Ahok memuncak akibat Sandi dan ratusan Warga Bukit Duri menolak 
penggusuran plus dipaksa pindah ke Rusunawa di luar jangkauan kemampuan 
ekonomis warga yang sudah turun-menurun bermukim di kawasan Bukit Duri. Saking 
geram, Ahok tidak mampu menahan diri menuding Sandi begana-begini.  

Tudingan Ahok terhadap Sandi mulai didukung para pendukung Ahok tanpa paham 
duduk permasalahan yang sebenarnya. Hujatan terhadap Sandi luar biasa kreatif 
bahkan fantastis, mulai dari penipu, pelestari kemiskinan, penjual kemiskinan, 
makelar tanah, pemberontak, anti-pemerintah, provokator, pengkhianat sampai 
komunis dan kriminal. 

Dengan mata kepala saya melihat sendiri betapa Sandi diam, bahkan tersenyum 
legowo ikhlas menerima segenap tudingan, tuduhan dan hujatan Ahok dan para 
pendukungnya. Tetapi mereka yang sepaham dalam kemanusiaan dengan Sandi apalagi 
yang pernah ditolong Sandi, ternyata tidak ikhlas. Satu persatu dan 
berkelompok, teman-teman Sandi dari segenap penjuru Nusantara bahkan Dunia 
(USA, Belanda, Jerman, Kanada,Australia dll) mengirimkan surel, sms, whatsapp, 
etc dan berdatangan secara ragawi ke sanggar Ciliwung Merdeka di bantaran kali 
Ciliwung sebagai istana gubuk di mana Sandi bertahta di singgasana dipan kayu 
reyot dengan river-view  ke arah kali Ciliwung di seberang Kampung Pulo yang 
telah sukses digusur Ahok. Sandi kerap lupa mereka siapa namun mereka sangat 
ingat Sandi sebab berhutang budi bahkan nyawa kepada Sandi. 

Ada anak muda yang semasa bayi ditemukan Sandi di tong sampah, kemudian 
diselamatkan Sandi sampai kini menjadi sarjana maritim. Ada anak usia lima 
tahun terlantar di terminal bus Pulogadung diadopsi Sandi kini menjadi sarjana 
komunikasi beristeri peneliti sosial dari Kanada yang pernah berguru pada Sandi 
di sanggar Ciliwung Merdeka. 

Ada kepala kelompok preman bersumpah akan membela Sandi sampai titik darah 
penghabisan sebab pernah diselamatkan oleh Sandi ketika perutnya ditusuk sesama 
preman sampai terbuka sehingga ususnya ke luar mirip Aryo Penangsang. Ada 
mantan anak miskin yang bergabung ke laskar relawan kemanusiaan didikan Sandi 
kini menjadi pengusaha sukses di Aceh. Banyak yang tidak mampu melupakan Sandi 
akibat diselamatkan Sandy dari angkara murka rezim Orba. Ada BEM UI, pemuda NU, 
tukang becak, pemulung, LBH, Forum Kampung Kota,  dan tak terhitung LSM 
kemanusiaan dari berbagai pelosok Nusantara menyatakan solidaritas terhadap 
Sandi. 

Setelah Xanana Gusmao usai memeluk dan mencium pipi saya, beliau titip salam 
untuk disampaikan kepada Sandi. Ternyata ketika Xanana meringkuk di penjara 
Cipinang, Sandi kerap menjenguk bahkan membantu mempertemukan isteri Xanana 
dengan suami tercinta. Terlalu banyak kisah mengharukan tentang sang pejuang 
kemanusiaan dari Jeneponto untuk dikisahkan di sini. 

Sandi sendiri merasa heran ketika menerima ungkapan simpati dari begitu banyak 
pihak yang sebenarnya sudah terlupakan oleh Sandi. Sandi berterima kasih kepada 
Ahok. Tanpa serangan tudingan  serta ancaman penggusuran Ahok, mustahil 
teman-teman Sandi dari berbagai pelosok Nusantara bahkan Dunia berduyun-duyun 
datang ke sanggar Ciliwung Merdeka di Bukit Duri demi menyampaikan simpati dan 
dukungan mereka terhadap perjuangan kemanusiaan sang pejuang kemanusiaan dari 
Jeneponto. 

Saya yakin arwah Gus Dur, Romo Mangunwijaya, Cak Nur, Ibu Theresa senantiasa 
mendampingi Sandi. Memang Romo Frans Magnis Suseno benar dalam menyadarkan saya 
bahwa Sandi adalah Anugerah Kemanusiaan dari Yang Maha Kasih

Penulis sedang belajar makna kemanusiaan dari Sandi

Kirim email ke