res : Bagus  export beras organik, lantas apakah untuk  penduduk dalam negeri  
beras tidak organik? hehehehehe

http://www.antaranews.com/berita/583186/mentan-ekspor-beras-organik-kepri-ke-singapura

Mentan: ekspor beras organik Kepri ke Singapura
Rabu, 7 September 2016 23:14 WIB | 10.514 Views
Pewarta: Mentari Dwi Gayati
 
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Lingga, Kepulauan Riau (ANTARA News) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman 
tengah mempersiapkan beras organik produksi Kepulauan Riau untuk diekspor ke 
Singapura dan memenuhi kebutuhan pangan ke negara tetangga tersebut.

"Kepri kita persiapkan untuk ekspor (beras organik) dan bisa memenuhi kebutuhan 
beras Singapura dan Malaysia yang selama ini kebutuhannya dipenuhi dari 
Vietnam, Thailand dan Myanmar," kata Menteri Amran usai melakukan penyemaian 
padi perdana di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu.

Amran mengatakan Kepulauan Riau berpotensi besar untuk dijadikan sumber beras 
ekspor ke negara tetangga, contohnya Singapura yang letaknya hanya memakan 
waktu kurang dari 2 jam melalui jalur laut.

Ia mengaku sudah menyiapkan anggaran untuk pembukaan lahan sawah tanam padi 
organik sampai 10 ribu hektare di seluruh Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam kunjungan kerjanya, Amran meminta pada Bupati Lingga untuk membuka lahan 
pertanian seluas 5.000 hektare dengan didukung peralatan olah tanah dan 
pascapanen.

Adapun bantuan yang diberikan kepada petani Lingga, yakni traktor roda empat (2 
unit), traktor roda dua (lima unit), pompa air (lima unit), benih sumber padi 
untuk lahan seluas 100 hektare dan benih jagung hibrida 70kg.

"Petani lima orang saja cukup. Apalagi satu combine harvestor bisa menggarap 
sampai 10 hektare per hari. Produksi bisa meningkat kalau didukung teknologi," 
ujar Amran saat dihadapi dengan tantangan sedikitnya jumlah petani di Kabupaten 
Lingga.

Menurut dia, bahan pangan organik menjadi potensi sektor pertanian Indonesia 
yang sulit disaingi negara lain dan menjadi celah kesejahteraan petani karena 
harga jualnya yang lebih tinggi hingga 10 kali lipat daripada beras nonorganik.

Amran juga mengapresiasi Kabupaten Lingga yang mampu menghasilkan panen beras 
dalam waktu hanya 134 hari secara swadaya setelah pembukaan 100 hektare sawah. 
Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kirim email ke