http://erabaru.net/2016/09/30/apakah-xi-jinping-akan-memilih-calon-pengganti-dirinya-tahun-depan/

Apakah Xi Jinping akan Memilih Calon Pengganti Dirinya Tahun Depan?
By Erabaru - 30/09/2016Share on Facebook Tweet on Twitter  Apakah Xi Jinping 
akan menunjuk calon pengganti dirinya ? Sekarang masih ramai dipergunjingkan 
masyarakat. (foto Getty Images)Oleh: Li WenlongBeberapa waktu lalu Partai 
Komunis Tiongkok/PKT telah menetapkan agenda dan jadwal pelaksanaan Kongres 
Keenam. Kongres yang dianggap paling penting menjelang diselenggaranya Sidang 
Paripurna ke 19 (SP 19) pada tahun depan.Isu “Siapa penerus Xi Jinping” kembali 
mencuat ke permukaan. Analisa Reuters beranggapan bahwa Xi Jinping mungkin akan 
menentukan calon pengganti dirinya dalam sidang paripurna tahan depan.Sebelum 
ini ada laporan yang mengatakan bahwa Xi Jinping masih berkeinginan untuk 
menjabat sebagai kepala negara sampai Sidang Paripurna ke 20 tahun 2022 nanti. 
Ada sarjana AS yang mengusulkan agar Xi tetap menjabat sebagai kepala negara 
dan mampu menghilangkan kekuasaan PKT.Reuters dalam laporannya pada Kamis 
(8/9/2016) menyebutkan bahwa Xi Jinping akan terus mengkonsolidasikan 
kekuasannya melalui SP 19 tahun depan dan akan menentukan calon pengganti 
dirinya.Dinas berwenang PKT pada Selasa (27/9/2016) mengumumkan jadwal 
penyelenggaraan Kongres Keenam PKT yang akan berlangsung di Beijing pada 24 – 
27 Oktober 2016 mendatang. Agenda utamanya meliputi pembahasan isu “Pengetatan 
Disiplin Partai”, penggodokan  terhadap “Peraturan dan Tata Tertib Kehidupan 
Politik dalam Partai yang Berada di Bawah Situasi Baru” serta merevisi 
rancangan peraturan tentang “Internal Kontrol PKT” agar secepatnya dapat 
diterapkan.Analisis Reuters menyebutkan, isu-isu ideologis biasanya akan 
menjadi topik pembahasan dalam setiap  kongres terakhir sebelum suatu sidang 
paripurna yang diadakan 5 tahun sekali. Tetapi hasil dari pembahasan itu 
biasanya tidak diumumkan secara teransparan.Diperkirakan bahwa kekuasaan Xi 
Jinping akan semakin terkonsolidasi di saat berlangsungnya SP 19 yang besar 
kemungkinan diadakan pada musim gugur 2017, di sana diharapkan Xi Jinping sudah 
bisa menentukan calon pengganti dirinya.Masyarakat percaya Xi Jinping akan 
memimpin Tiongkok untuk 1 periode lagiSekretaris Partai Propinsi Guangdong Hu 
Chunhua dan Sekretaris Partai Kota Chongqing Sun Zhengcai sebelumnya sempat 
diisukan sebagai calon-calon kuat pengganti Presiden Xi Jinping.Tetapi laporan 
yang relevan menyebutkan bahwa mereka tidak hadir dalam pertemuan Beideihe 
tahun ini. Jadi, tingkat ketidakpastian masih cukup tinggi.Media Hongkong 
‘South China Morning Post’ dalam artikelnya yang dimuat pada 30 Agustus 
menyebutkan bahwa mantan Presiden Hu Jintao pada 5 tahun sebelum dirinya secara 
resmi turun dari jabatan sudah menunjuk calon penggantinya (Xi Jinping). Tetapi 
sampai sekarang, Xi Jinping masih belum memberikan gambaran siapa yang bakan 
ditunjuk sebagai pengganti dirinya.Artikel yang dimuat media Hongkong ‘Ming 
Pao’ pada awal September menyebutkan, SP 19 akan digelar pada musim gugur tahun 
depan dan fokus perhatian publik sudah mulai tertuju pada calon pengganti 
presiden. Tetapi, meskipun kedua Sekretaris Partai Hu Chunhua dan Sun Zhengcai 
yang lahir pada tahun 1960-an terpilih menjadi Komite Tetap Politbiro, tidak 
berarti bahwa kedua orang tersebut adalah calon pengganti Xi Jinping.Artikel 
melaporkan bahwa pada musim gugur tahun 2022 Xi Jinping masih belum mencapai 
69,5 tahun. Karena Li Keqiang berusia 2 tahun lebih kecil dari Xi, kecuali 
kalau Li mempercepat pensiun, bila tidak maka akan membuat situasi yang 
dihadapi oleh calon pengganti Xi menjadi serba sulit. Maka Xi akan memiliki 
alasan kuat untuk menjabat sampai satu periode lagi.Menurut laporan, jika tahun 
2022 bukan tahun pensiunnya Xi Jinping, maka penunjukan calon pengganti belum 
tentu akan terjadi dalam SP 19 besok. Sesuai konstitusi, Kepala Negara Tiongkok 
hanya dibatasi untuk menjabat selama 2 periode, tetapi Peraturan PKT tidak 
membatasi lamanya masa jabatan Ketua Partai.Majalah Hongkong ‘Zhengming’ edisi 
April tahun ini memberitakan, sejak Xi Jinping berkuasa, masalah penunjukan 
calon pengganti kepala negara, apakah itu yang selama ini disebut-sebut sebagai 
kepemimpinan antar generasi atau yang namanya kelompok kepemimpinan yang 
ditetapkan untuk masa panjang sudah muncul ke permukaan dan menjadi 
hambatan.Oleh karena itu,  nama-nama pejabat yang rencananya akan diangkat 
melalui SP 19 dan SP 20 yang sudah disahkan melalui Pertemuan Komite Tetap Biro 
Politik Pusat Partai Komunis China yang diperluas pada awal Oktober 2012, dan 
melalui Pertemuan Biro Politik Komite Sentral PKT yang diperluas sudah 
dinyatakan tidak berlaku lagi.Pada Mei tahun ini, artikel dalam ‘Asia Week’ 
memberitakan bahwa panggilan untuk melakukan reformasi sistem pemerintahan dari 
kalangan petinggi Tiongkok memang cukup kuat, reformasi diharapkan menyentuh, 
apakah perlu terus mempertahankan sistem Komite Tetap Politbiro? Apakah 
pengaturan usia pemimpin tak tertulis yang “7 Naik 8 Turun” masih diperlukan? 
Dan apakah masih perlu menunjuk calon pengganti yang antar generasi?Media 
‘World Journal’ pada 22 Agustus menerbitkan sebuah artikel tanpa nama penulis 
yang mengatakan bahwa baik itu menunda jadwal atau meniadakan pengaturan calon 
pengganti jelas adalah kabar baik buat Xi Jinping, karena reformasi ekonomi dan 
restrukturisasi belum final,  membasmi korupsi juga sedang gencar-gencarnya. 
Masalah kedaulatan Laut Timur dan Laut Selatan belum diselesaikan, maka ia 
butuh waktu 1 periode lagi untuk menjabat. Namun demikian, jika Xi Jinping 
secara resmi mampu menghapus sistem tersebut berarti bahwa ia sudah bisa 
mengontrol situasi keseluruhan.AFP mengutip pandangan sarjana AS dan Hongkong 
pada 9 Agustus pernah memberitakan, sejumlah tanda mengindikasikan bahwa Xi 
Jinping dengan keyakinan dan semangat tinggi ingin memperbaiki  kondisi politik 
Tiongkok yang penuh krisis, mengharapkan masa jabatannya bisa diperpanjang 
hingga lebih dari 10 tahun. Sedangkan sekutu dekatnya Wang Qishan bila SP 19 
masih memilihnya tetap menjabat, maka ia akan menjadi orang pertama dalam era 
Xi Jinping yang mendobrak peraturan tak resmi PKT ‘7 Naik 8 Turun’.Sarjana 
mengusulkan cara untuk menghilangkan kekuasaan partaiDalam kolom Ulasan di 
media Suara Amerika pada 30 Agustus 2016 lalu, terdapat sebuah artikel yang 
membahas tentang apakah Xi Jinping akan mampu memperpanjang mandat untuk tetap 
sebagai kepala negara. Dan bagaimana ia harus menangani sejumlah masalah 
termasuk memimpin jalannya reformasi politik Tiongkok.Sarjana AS asal Tiongkok 
Wu Zuolai mengusulkan sebuah solusi demi kelancaran dalam masa transisi,  suatu 
cara khusus yang berdasarkan hukum dan layak untuk mengatasi masalah yang 
dihadapi politik Tiongkok saat ini yaitu, melalui Kongres Nasional Republik 
Rakyat Tiongkok menghilangkan sebutan atas nama PKT (menghapus penggunaan nama 
PKT).Menurut Wu bahwa Xi Jinping dapat mempertimbangkan untuk tetap menjabat 
sebagai kepala negara untuk 1 atau 2 periode lagi. Lalu ‘mundur’ untuk duduk 
sebagai Ketua Kongres Nasional RRT dan menyerahkan kekuasaan militer kepada 
Kongres. Wewenang atas tentara dan negara menjadi milik Kongres, bukan lagi di 
tangan kepala negara. Hal ini tentu akan membuat nama Xi Jinping harum 
sepanjang masa. (Secretchina/sinatra/rmat)

Kirim email ke