Akhirnya Sri Mulyani Ungkap Data Utang Indonesia untuk Bayar Bunga Utang Era SBY
FacebookTwitterOkTerus.com – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 
(RAPBN) 2017 dinyatakan tidak sehat oleh Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri 
Keuangan tanpa ragu. Belum kritis, cuma kurang sehat saja.Permasalahannya ada 
pada kondisi keseimbangan primer yang defisitnya sebesar Rp 111,4 triliun. Sri 
Mulyani menyarankan kepada jajaran pemerintah lain supaya hati-hati dalam 
mengelola APBN.“RAPBN ini sebenarnya kurang sehat, harus berhati-hati,” ujar 
Sri Mulyani.Keseimbangan primer ada pada posisi defisit, yang berarti 
pemerintah mengambil utang guna melunasi bunga utang sehingga keadaan 
keseimbangan primer dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 
(RAPBN) 2017 menjadi kurang sehat.Sri Mulyani dan SBY.Keseimbangan primer 
adalah selisih dari jumlah pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar 
pembayaran bunga utang. Jika pendapatan lebih besar dari belanja negara di luar 
pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan positif atau 
surplus.Dalam data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), defisit pada keseimbangan 
primer ini terjadi sejak 2012.Pada 2010, keseimbangan primer terdata surplus 
atau positif dengan realisasi Rp 41,5 triliun. Ini berarti pendapatan negara 
lebih besar dari belanja negara di luar penyelesaian bunga utang. Sehingga 
pemerintah disaat itu masih mempunyai dana dari pendapatan negara guna 
menuntaskan bunga utang.Ditahun selanjutnya kondisi keseimbangan primer mulai 
berkurang. Surplus pada keseimbangan primer cuma Rp 8,8 triliun. Tetapi ini 
masih dinilai sehat dari segi pengelolaan anggaran negara.Pada 2012, 
keseimbangan primer mulai defisit sebesar Rp 52,7 triliun. Begitu pun yang 
terjadi pada 2013, dengan besaran defisit Rp 98,6 triliun, lalu 2014 defisit 
sebesar Rp 93,2 triliun.Melalui kondisi defisit ini, berarti pemerintah sudah 
tidak mempunyai kemampuan untuk menuntaskan bunga hutang dari hasil pendapatan 
negara. Pemerintah harus segera mencari hutang baru supaya bsa menuntaskan 
bunga utangnya.Perubahan drastis keseimbangan primer terjadi pada 2015, yang 
nilainya menjadi Rp 142,4 triliun. Pada 2016, dalam APBN Perubahan (APBN-P) 
didapatkan defisit keseimbangan primer Rp 105,5 triliun dan defisit 
keseimbangan primer di 2017 diperkirakan sebesar Rp 111,4 triliun.Secara 
keseluruhan, RAPBN 2017 akan mempunyai nilai belanja Rp 2.070,5 triliun, dan 
pendapatannya adalah Rp 1.737,6 triliun. Akan ada defisit Rp 332,8 triliun atau 
2,41% dari PDB. Sampai penghujung Juni 2016, jumlah hutang pemerintah pusat 
mencapai Rp 3.362,74 triliun. Naik Rp 39,38 triliun bila dibandingkan akhir Mei 
2016, yakni Rp 3.323,36 triliun. Penulis: Ariestia Fiky

Kirim email ke