------ Original Message ------
From: "'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia]'[email protected] [GELORA45]" <[email protected]> To: "'[email protected]'" <[email protected]>; "'Sunny'" <[email protected]>
Sent: Wednesday, 5 Oct, 2016 At 12:56 PM
Subject: [GELORA45] Panglima Berharap TNI Punya Hak Politik
   TNI aktif sebaiknya tidak punya hak politik karena dikuatirkan bisa mengerahkan "kekuatannya" untuk kudeta seperti Soeharto. Kalau personal TNI ingin berpolitik, harus melepaskan jabatannyua dalam kemiliteran. Ingatlah bahwa TNI adalah "ALAT NEGARA" yang diperlukan untuk menjaga dan melindungi Negara bukannya untuk Memerintah Negara seperti masanya Soeharto.
  
      
                    
  

Jangan ah, pengalaman dulu selain warna kuning diangkut sampai dikantor 2 juga diintip-intip.
Sehingga warna pelangi tidak ada lagi di muka bumi ini.
 


From: [email protected] [mailto:[email protected]]
 Sent: Wednesday, October 05, 2016 8:45 AM
 To: ;
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Panglima Berharap TNI Punya Hak Politik


 
 






res :  Apakah selama ini para petinggi dan pensiunan perwira TNI tidak punya hak politik untuk duduk pada jabatan sipil dan tidak makmur kaya raya?


 


http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/05/oej92k335-panglima-berharap-tni-punya-hak-politik <http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/05/oej92k335-panglima-berharap-tni-punya-hak-politik>


 


Rabu, 05 Oktober 2016, 05:48 WIB

 Panglima Berharap TNI Punya Hak Politik



Red: Esthi Maharani



Jendral Gatot Nurmantyo



Jendral Gatot Nurmantyo




 


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Gatot Nurmantyo berharap Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat memiliki hak politik untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum (Pemilu). Ia merasa TNI seperti warga negara asing yang  tak boleh ikut pesta demokrasi. "Saat ini TNI seperti warga negara asing saja kan begitu, tidak boleh memilih kemudian kalau ikut pilkada (pemilihan kepala daerah) harus mengundurkan diri sedangkan PNS tidak," kata Gatot, Jakarta, Selasa (5/10).

Dia memahami alasan TNI tidak memiliki hak politik karena TNI adalah organisasi yang dipersenjatai sehingga dikhawatirkan ada kampanye dengan melibatkan senjata. Namun, Gatot mengatakan saat ini pihaknya juga belum siap jika diberikan hak politik itu.

"Jadi belum siap sekarang, mungkin 10 tahun yang akan datang siap tergantung kondisi politik. Ya tergantung kondisi politik saat itu karena yang menentukan TNI bisa ikut siapa? undang-undang kan, undang-undang siapa yang buat? DPR kan, TNI hanya ikutin saja itu," ujarnya.

Dia mengatakan TNI bisa memiliki hak politik tergantung dari kondisi politik dan peraturan yang mungkin dikeluarkan penguasa pada zaman itu. "Dikatakan harapan boleh, tapi yang jelas sekarang saya sebagai panglima TNI belum siap, entah lima sepuluh tahun yang akan datang ya tergantung kondisi politik," tuturnya.


Sumber : antara








  

      
                

                

Kirim email ke