Ahok Bingung Kemang Banjir Melulu
Rabu, 5 Oktober 2016 | 13:30

Mobil-mobil di kawasan Kemang terjebak banjir pada akhir pekan lalu 
[kompas.com] 

[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku bingung mengapa 
kawasan Kemang, Jakarta Selatan selalu banjir. Oleh karena itu, pihaknya saat 
ini tengah mencari tahu penyebab banjir di Kemang yang terjadi beberapa waktu 
belakangan ini.

“Saya juga bingung dan lagi cari tahu mengapa Kemang tiba-tiba banjir melulu, 
karena memang dia lembah sumbat sedikit gampang banjir, padahal 2-3 tahun lalu 
Kemang tidak pernah banjir gitu lho,” ujar Basuki di Balai Kota, Rabu (5/10).

Basuki mengatakan, pihaknya sudah mencoba membereskan kawasan Kemang tersebut, 
sebab logikanya, air dari arah selatan akan turun ke kawasan utara. Adapun di 
Jakarta Utara jika rob terjadi tetapi tidak terlalu tinggi dan melewati 
tanggul, selama pompa bekerja, maka Jakarta disebutkannya akan bebas banjir dan 
kalaupun banjir akan cepat surut.

“Nah kalau Kemang banjir, oke kami atasi. Kalian aneh tidak dipindah-pindah 
banjirnya di Jakarta Selatan? Trunojoyo tenggelam kemarin, tidak pernah 
sebelumnya kan. Lihat saja data genangan Jakarta, Kemang 3 tahun lalu sudah 
beres,” ujar Basuki.

Saat itu, katanya, ketika ia dan Jokowi masuk sudah ada normalisasi sedikit 
yang dilakukan akan tetapi berhenti. Berhentinya kegiatan tersebut karena 
pihaknya menilai bahwa paling penting bagian utara sudah rampung untuk 
menghalau banjirnya. Namun ternyata, beberapa waktu lalu justru ada kejadian 
tembok jebol di Kemang dan sejak itu Kemang kerap banjir saat hujan.

“Itu kan awalnya. Ya sudah kami kerjakan,” katanya.

Pihaknya juga saat ini tengah menginventarisasi lahan di Kemang untuk 
penertiban yang kelak ditertibkan. Sejauh ini sudah ada 500 bidang yang 
terinventarisir dan pihaknya juga tengah menunggu peta bidang dari 
inventarisasi yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jika sudah, maka 
pihaknya pun akan menyiapkan trase untuk normalisasi sungai tersebut.

Tahun ini juga pihaknya menargetkan penggusuran di Kemang bisa dilakukan 
mengingat ada yang mempunyai ratusan sertifikat. Kendati demikian, pihaknya 
akan mencoba untuk membongkar terlebih dahulu bangunan yang tak memiliki 
sertifikat dan akan dilihat efeknya sejauh mana.

“Kami kan sudah muali normalisasi sebenarnya, efeknya apa? Misalnya, saat hujan 
tergenang satu jam. Di bawah satu jam, 45 menit lah. Nah saya ingin tidak ada 
1-2 menit tergenang. Orang di selatan kok, utara dan tengah saja tak pernah 
tergenang,” pungkasnya. [D-14]


Kirim email ke