http://www.suara-islam.com/read/index/20018/FPI-Kembali-Gagalkan-Lomba-Minum-Bir

FPI Kembali Gagalkan Lomba Minum Bir
Rabu, 05/10/2016 22:00:09 | Dibaca : 3671
Facebook Twitter Gplus 
 Aksi FPI menuntut diberlakukannya UU pelarangan minuman keras secara total di 
seluruh wilayah Indonesia 
Semarang (SI Online) - Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah kembali 
menggagalkan rencana lomba minum bir sepuasnya bagi kalangan remaja.

Sebelumnya, FPI telah menggagalkan rencana lomba minum bir yang akan digelar 
Markaz Coffee and Beer Garden di Jalan Dr Cipto 254 Semarang pada 22 September 
lalu.

Kali ini giliran rencana serupa yang akan digelar CH Karaoke & Lounge yang 
beralamat di Ruko BSB Blok D6-7 Semarang. Bahkan, menurut rencana, kegiatan 
tersebut akan digelar dua sesi, yakni 7-8 Oktober dan 27-28 Oktober 2016.

Dalam siaran persnya, Ketua Advokasi dan Hukum FPI Jateng Zainal Abidin Petir 
menyatakan geram atas acara yang tidak mendidik tersebut. “Kami marah besar. 
Mau dibawa ke mana bangsa kita yang luhur dan santun ini kalau remaja sudah 
dibiasakan minum bir,’’ katanya.

Dia menyebutkan, di mana-mana kriminalitas banyak diawali dari minuman keras. 
‘’Kalau remaja sampai berbudaya ‘ga ngebir ga gaul’ kan bisa rusak bangsa kita. 
Tolong pengusaha tempat hiburan malam dan kafe ngeman masa depan bangsa. Jangan 
hancurkan remaja dengan miras,’’ tandasnya.

Zainal menjelaskan ketika banyak protes dari kalangan masyarakat dan ormas, 
dirinya langsung berkoordinasi dengan Polda Jateng dan Polrestabes Semarang 
untuk menggagalkan acara tersebut.

“Kami tidak akan sweeping maupun anarkis, tapi langsung komunikasi dengan Polda 
Jateng dan Polrestabes Semarang, dan direspons sangat baik,” katanya.

Pihaknya meminta Pemkot Semarang mengevaluasi kembali perizinan tempat hiburan 
malam. Jika ditemukan penyimpangan, lebih baik ditutup.

Zainal Petir juga memohon kepada kepolisian untuk mengumpulkan dan membina para 
pengusaha tempat hiburan malam dan kafe agar tidak merusak remaja dengan bir.

Dia kembali mengingatkan kepada para pengusaha tempat hiburan malam dan kafe 
agar tak menggelar lomba tidak mendidik tersebut. “Jangan memancing kami untuk 
marah dan menurunkan laskar,” kata Zainal Petir mengingatkan.

Dia menambahkan, meskipun CH Karaoke & Lounge melalui manajer, Tarina, sudah 
minta maaf secara resmi melalui surat, pihak kepolisian tetap diminta memanggil 
manajemen untuk dibina agar tidak memancing kemarahan masyarakat, khususnya 
umat Islam.

red: adhila

Kirim email ke