BETUUUL, Ahok! Yang berjubah Islam itu kenyataan juga biasa menggunakan 
ayat-ayat Al Qur’an untuk membenarkan tindak-tanduknya sesuai penafsirannya, 
... dan, bagi sementara aliran yang berbeda penafsiran bisa saja mengatakan 
mereka menggunakan Alqur’an MEMBODOHI rakyat! Lalu, siapa sebenarnya yang 
melecehkan dan menghina alquran sesungguhnya?

Bagi kebanyakan orang, bisa mengatakan kelompok Islam radikalis, dari Alqaida, 
Taliban sampai ISIS sekarang ini, yang lakukan banyak kerusuhan, pembunuhan 
bom-bunuhdiri itu, ...  menggunakan Alquran membodohi Rakyat, dan merekalah 
yang melecehkan dan menghina Alquran dalam arti sesungguhnya!

Menarik juga pertarungan pilgub DKI-Jakarta kali ini, tidak sangka PPP partai 
berlatar ISLAM, sekalipun MUI menyodok Ahok dengan isu menghina Alquran, bisa 
TETAP dukung Ahok! Sebaliknya Ahok juga menyatakan selama ini juga dekat dan 
baik-baik saja dengan Haji Lulung yang diluar nampak seperti MUSUH sedang 
berkelahi mati-matian, ... Begitulah politik berlangsung, tiada kawan abadi 
juga tiada musuh abadi, yang ada kawan bersama kepentingan yang sama disatu 
saat! MAJUUUU TERUUUUS, ... ! Tunjukkan kekuatan dan kedewasaan DEMOKRASI 
penduduk DKI-JAKARTA, sekalipun disana-sini keluarkan isu ras, isu Agama, ... 
TETAP BERJALAN dengan DAMAI dan TERTIP, untuk mensukseskan dan membangun 
JAKARTA lebih baik dan sejahtera!!!

Salam,
ChanCT



From: 'Sunny' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Saturday, October 8, 2016 5:29 AM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [GELORA45] Ngeles, Ahok Ngotot tidak Hina Alquran




Woooo, hebat dan ramai hiruk pikuk perebutan kursi empuk  gubernur ibukota 
neo-Mojopahit yang .banyak fulus dan oleh sebab itu perlu akal bulus! hehehehehe

http://www.suara-islam.com/read/index/20037/Ngeles--Ahok-Ngotot-tidak-Hina-Alquran

Ngeles, Ahok Ngotot tidak Hina Alquran
Jumat, 07/10/2016 19:01:58 | Dibaca : 2388
Facebook Twitter Gplus 
 Ilustrasi 


Jakarta (SI Online) - Gubernur DKI Jakarta, Ahok, menolak disebut telah 
melakukan penistaan terhadap Alquran. Ahok ngotot bila yang dilakukannya justru 
menjabarkan bahwa ada orang-orang rasis dan pengecut yang menggunakan Alquran 
untuk membodohi orang lain.

Ahok lantas membandingkan contoh kasus jika seseorang menyebut ISIS sesat dan 
membodohi orang dengan ayat-ayat Alquran apa itu berarti orang tersebut bisa 
dianggap menghina Alquran.

(Baca: Sebut Alquran Bodohi Umat Islam, Ahok Lakukan Penistaan Agama)

"Saya mau tanya gitu loh, ISIS membodohi kita enggak dengan ayat-ayat yang 
berbeda? Itu jelas. Jadi kalau kita mengatakan ISIS itu sesat, membodohi orang 
dengan ayat-ayat Alquran, apa kita menghina Alquran? Yang menghina Alquran 
(dan) yang mempelesetkan, ISIS  dong," bela Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI 
Jakarta, Jumat (07/10) seperti dilansir Antara.

"Justru bagi saya, yang rasis dan pengecut itu yang menghina Alquran. Alquran 
tidak pernah mengajarkan itu," lanjutnya. 

Ahok mengaku sejak terjun ke dunia politik pada 2003 silam, ia kerap menemui 
lawan-lawan politik yang ditudingnya rasis dan pengecut yang selalu menggunakan 
ayat-ayat Alquran untuk membodohi warga agar tidak memilih dirinya.

Di sisi lain ia meminta masyarakat yang masih termakan anggapan bahwa dirinya 
menghina Alquran lantaran potongan video yang beredar viral di media sosial 
agar menyaksikan versi utuhnya.

"Itu yang saya maksud, ini diplesetin, dipotong. Coba kamu ambil videonya 
secara lengkap. Saya justru menyampaikan kepada warga Kepulauan Seribu, jangan 
gara-gara saya menawarkan bisnis ikan 80:20 itu, nanti kalian terikat harus 
pilih saya," belanya. 

"Terus kalau kalian dibodohi si rasis, si pengecut, saya gak bilang rasis 
pengecut di situ ya, untuk tidak memilih saya menggunakan surat ini, ya jangan 
pilih saya," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, beredar viral di media sosial potongan video Ahok berbicara di 
hadapan warga 

Kepulauan Seribu dengan menyebutkansupaya warga tidak dibodohi dengan Surat Al 
Maidah ayat 51. Pernyataan Ahok ini memancing reaksi publik. Sejumlah elemen 
telah melaporkan Ahok ke Polisi dengan pasal penodaan agama. 

red: abu faza



Kirim email ke