Ternyata anda ini seorang sudah BETUL-BETUL terpaku mati oleh dalil-dalil teori ML dibuku saja! TIDAK BERANI melihat kenyataan untuk memecahkan masalah sosial, kesejahteraan rakyat dan tunjangan sosial yang baik, bukan monopoli komunis, bisa saja itu dijalankan oleh KAPITALIS-KAPITALIS yang berjiwa sosial! Itulah arah perkembangan kesadaran umat manusia yang makin HUMANIS dan lebih manusiawi dari abad keabad, dari jaman kejaman sampai sekarang ini jaman kapitalisme! Sedang selama ini saya bilang anda itu katak dalam tempurung yang tidak bisa melihat banyak kenyataan yang terjadi, lalu yang dipercaya dan dipegang kuat-kuat justru pemberitaan dari AS-Jepang bahkan Falungong yang JELAS bertujuan MENGHITAMKAN PKT/RRT, yang kerjanya hanya menjelek-jelekan, membesar-besarkan segi negatif nya saja!!!!!
Pendidikan dan Kesehatan bagi rakyat Tiongkok. PASTI arahnya bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya bagi 1,4 milyar RAKYAT Tiongkok! Karena begitu buaanyaknya kepala orang yang harus diurus, tentu tidak bisa sekaligus, tapi kenyataan dijalankan secara beransur-angsur. Dan itu BUKAN JANJI-JANJI KOSONG! Didalam pernyataan memperingati Xi-Li 1000 hari itu, juga dengan jelas dinyatakan, 9 kelompok warga itu sudah bisa terjamin kesehatan/pengobatan murah dan juga pendidikan bagi anak-anak mereka sampai Universitas, ... Sedang dibeberapa desa maju, seperti Desa Hua Xi, Xiao Gang itu, jelas sudah menjalankan sepenuhnya menanggung kesehatan/pengobatan bagi seluruh penduduk desa, juga pendidikan bagi anak-anak didesa itu. Itulah keberhasilan dan kemampuan sekretaris Partai didesa-desa itu yang menemukan jalan dan cara memperbaiki kehidupan penduduk desanya sendiri! Sebagai pelaksanaan politik Deng “Reformasi dan Keterbukaan”, tidak lagi menjalankan sentralisme secara KETAT, tapi juga memberikan KEBEBASAN setiap daerah ikut menentukan sendiri pemecahan masalah yang dihadapi secara konkrit, termasuk dalam usaha produksi mereka. Maka bisa terjadi, saat kebijaksanaan “MEMBUBARKAN” komune rakyat diseluruh Tiongkok dijalankan dengan kembali membagikan tanah pada TANI PENGGARAP, desa Hua Xi, dengan sekt. Partai Hu Ren Bao menetapkan kebijaksanaan lain. Hu tetap mempertahakan TANAH milik DESA, TIDAK membagikan pada petani desa! Begitu juga sistem kerja mereka juga tetap jalankan sitem kerja komune rakyat semula. Petani penduduk desa itu tetap hanya bekerja dibawah pembagian kerja yang diatur oleh Barisan Produksi desa Hua Xi itu! Hanya saja Hu juga membebaskan setiap petani untuk bekerja disebidang tanahnya sendiri sebagai tambahan penghasilan mereka sendiri, ... Melihat jalan yang ditempuh desa Hua Xi berhasil baik, menurut saya disini juga bisa dikatakan Deng ada KESALAHAN! Bukan dibubarkan, tapi diberi hak menentukan produksi sesuai kebutuhan dan kondisi setempat saja juga bisa mendorong maju perkembangan produksi lebih baik dan lebih cepat! Tentu dalam hal ini juga tergantung dari KEMAMPUAN kepala Barisan Produksi, dalam menentukan apa yang akan diproduksi dan yang lebih meneentukan faktor kejujuran dalam MENGABDI RAKYAT, bisa ADIL dalam pembagian kerja, lebih-lebih saat pembagian hasil-kerja mereka! Itulah masalah-masalah KOMUNE RAKYAT yang memang harus dihadapi untuk mencapai kemajuan yang lebih baik dengan dasar keunggulan kerja kolektif! Faktor KESADARAN masyarakat yang masih rendah inilah yang mengakibatkan banyak komune rakyat didesa Tiongkok kurang berhasil baik. Nah, bagaimana PKT mengoreksi KESALAHAN, kalau memang mau dibilang itu kesalahan Deng dalam membubarkan komune rakyat ini? Nampaknya PKT cenderung membiarkan KESADARAN PETANI itu tumbuh secdara alamiah dari kehidupan kerja mereka, tidak menggunakan cara memaksakan perubahan pikiran dengan komando dan perintah atasan saja! Setelah tanah (hak-guna) dibagikan pada petani, dalam kenyataan untuk mempercepat dan meningkatkan produksi, mereka harus ada KERJASAMA! Begitulah kisah 18 pendekar PETANI desa Xiao Gang (baca Siao Kang) itu bangkit memelopori bekerjasama mengerjakan tanah mereka, kemudian meningkatkan membentuk koperasi sampai pada koperasi tingkat tinggi! Dimana semua petani desa Xiao Gang itu bergabung dalam koperasi, dengan memasukkan saham Hak-guna tanah mereka itu dalam KOPERASI! Sedang koperasi yang mereka bentuk itu tidak hanya mengurusi produksi pertanian, tapi juga mengelola masalah kesehatan/pengobatan dan pendidikan penduduk seluruh desa Xiao Gang, dan sudah bisa dengan GRATIS! Bukankah dengan demikian PETANI itu menempuh kembali KOMUNE RAKYAT sekalipun namanya masih tetap koperasi!!! Dan ingat, justru desa Xiao Gang inilah, (bukan desa Hua Xi yang lebih dahulu maju makmur) yang diangkat menjadi DESA TELADAN, model keberhasilan politik “Reformasi dan Keterbukaan” yang dijalankan sejak tahun 1980 itu! Apa dan dimana yang dibangun itu sepenuhnya kapitalisme di Tiongkok??? Bahkan kalau diperhatikan, sekalipun TIDAK gunakan ajaran komunis, Jokowi-Ahok juga berusaha keras membantu penduduk DKI-Jakarta dan Rakyat Indonesia dalam masalah KESEHATAN dan PENDIDIKAN, dengan keluarkan KARTU KESEHATAN INDONESIA (KIS dan BPJS) dan KARTU PINTAR INDONESIA (KIP), program yang sangat baik dan perlu didukung kuat! Tapi justru tetap saja kalian hujat habis-habisan, ...?! Seharusnya ikut mendorong agar jalannya bisa lebih mulus dan mencapai tujuan memecahkan masalah kesehatan dan sekolah bagi rakyat Indonesia. Tentu disana-sini PASTI pelaksanaannya tersendat-sendat, melihat masih begitu bobrok birokrasi pemerintah, masih begitu bejadnya moral pejabat! Jadi, memang mesti diperjuangkan lebih gigih, agar muncul orang-orang jujur, berani dan berkemampuan macam Jokowi, Ahok ini. Bukan semua dihajar, dihujat dengan memojokkan mereka neolib, tanpa melihat KENYATAAN kekuatan rakyat masih kecil dan sangat lemah! Orang-orang macam Jokowi-Ahok seringkali harus berkompromi dalam menghadapi tekanan sementara jenderal kanan, kekuatan neolib yang jauh lebih kuat! Menghadapi pejabat-pejabat, jenderal-jenderal yang berkeras mempertahankan posisi AS-Jepang yang selama ini mengangkangi Indonesia, dan berusaha KERAS menghadang usaha Jokowi melepaskan diri dari kengkang cakar AS dengan gunakan BANTUAN RRT! Kalau tidak mau dan berani gunakan bantuan RRT, mau dari mana bisa bangun negeri ini lebih cepat dan lebih baik??? Tentu menerima dan menggunakan BANTUAN RRT, jangan sampai RI terkekang oleh RRT, harus TETAP mempertahankan kemandirian berpolitik, berdikari dibidang ekonomi dan mempertahankan kepribadian Indonesia! Itu saja, ...! Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman Sent: Monday, October 10, 2016 12:19 AM To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD Cc: Roeslan ; Lusi.D ; Daeng ; Gol ; Mitri ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; Jonathan Goeij ; Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Ajeg ; Mang Broto ; Marsiswo Dirgantoro ; Hsin Hui Lin ; Chan CT ; Billy Gunadi ; GELORA_In ; Wuting301 ; Kristian Ginting ; Bilven-Ultimus ; Boni Triyana ; Djin Siauw Subject: pulihkan pendididkan dan pelayanan kesehatan gratis kepada rakyat Tkk! Chan: Hari ini (29 Sept 2016) sayapun mendapatkan kabar gembira, rupanya Xi-Li setelah memimpin 1000 hari, menetapkan perbaikan nasib bagi 9 kelompok warganya. Langkah konkrit dari program Kongres ke-18 PKT dengan plan 5 Tahun ke-13 yang menargetkan menyelesaikan 70 juta rakyat miskin yang tersisa dalam waktu 5 tahun kedepan, atau konkritnya selesai di tahun 2020, Tiongkok bebas dari rakyat miskin! Apakah ini bukan satu keberhasilan luar biasa dari PKT yang menempuh jalan Sosialisme bercirikhas Tiongkok! Bukankah ini SATU PRESTASI yang luar biasa dalam usaha mengentaskan KEMISKINAN yang selama ini diderita 1,4 milyar RAKYAT Tiongkok! Itulah jalan sosialisme yang ditempuh Tiongkok sekarang ini, ... sudah ratusan juta lapisan klas menengah! Coba saja perhatikan bagaimana rakyat TIongkok menggunakan hari liburnya untuk bertamasya, tidak hanya didalam negeri ke kota-kota besar dan daerah-daerah berpemandangan indah, laut dan gunung, juga keluar negeri. Dan menjadi harapan banyak negara didunia untuk mengundang masuk touris-tourist dari RRT, sekalipun dipihak lain banyak penduduk setempat jadi jengkel dengan kejorokan dan kekasaran sikap touris RRT itu, karena banyak diantara mereka memang asal PETANI yg belum berkebudayaan! Jadi, disatu pihak kurang senang, tapi dipihak lain tergiur dengan daya belanja yang kuat! Hehehee, ... Tatiana: Saya tidak perlu anda kasih janji-janji dan rencana perbaikan nasib atau menyelesaikan kemiskinan, dan lain sebagainya…. Jawab pertanyaan-pertanyaan kongkrit saya. Mengapa tidak dikembalikan sistim pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis kepada seluruh rakyat Tiongkok? Mau tunggu apa lagi untuk memberi itu? Bagaimana saya bisa ikut-ikut anda bertepuk tangan untuk PRESTASI YANG ANDA BANGGAKAN ITU, kalau sistim pendidikan dan pelayanan kesehatan yang pernah dinikmati rakyat Tkk pada jaman Mao yang “sangat miskin” itu tetap tidak dipulihkan??? Kemarin dulu saya postingkan berita tentang perundingan yang sedang dilakukan oleh NDF Filipina dengan Pemerintah . Tahu nggak apa salah satu tema yang menjadi bahan perundingan itu: pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis bagi rakyat Filipina!!! Kalau berhasil perundingan ini, maka rakyat Filipina akan lebih berbahagia dari pada rakyat miskin Tkk yang masih harus memikirkan biaya tinggi untuk berobat. Sudah tentu pelaksanaannya masih akan melalui proses perjuangan lagi. Tapi paling sedikit kalau sudah disetujui dan diakui oleh Pemerintah bahwa pendidikan dan pelayanan kesehatan adalah hak semua rakyat Filipina, itu sudah merupakan sebuah langkah besar. Di Tkk yang katanya sudah kaya raja itu, kok sampai-sampai ada orang tua yang bunuh diri karena tidak ingin membebani anaknya dengan biaya pengobatan yang berat. Kemudian ibu yang membunuh anak-anaknya dan dirinya sendiri karena kemiskinan. Dan berita terakhir tentang anak yang sakit kanker dan harus menempuh perjalanan nggak tahu berapa km untuk berobat?? Ini adalah hal-hal yang bisa mencapai pemberitaan…Tkk besar dan rakyatnya banyak, berapa kasus yang bisa jadi berita dan berapa lagi yang tidak masuk jadi berita? Mengapa Kuba yang miskin dan terus diblokade dapat memberi pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis kepada rakyatnya? Kesimpulan: tidak perlu anda pamerkan kepada saya “prestasi” “sosialisme dengan ciri Tkk”. Karena tidak ada gunanya!!! Bicara tentang “prestasi” sedangkan pendidikan dan pelayanan kesehatan masih belum gratis, apa artinya!!!! Sementara itu segelintir kabir dan komprador berkubang dalam uang dan kemewahan yang memuakan, berfoya-foya menghamburkan uang yang banyak diantaranya pasti didapat melalui penghisapan!!!
