http://www.antaranews.com/berita/589639/manggis-bantu-sembuhkan-skizofrenia
*Manggis bantu sembuhkan skizofrenia*
Selasa, 11 Oktober 2016 16:24 WIB | 1.581 Views
Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Manggis bantu sembuhkan skizofrenia
Ilustrasi Skizofrenia (ANTARA News/Insan Faizin Mubarak)
Sydney (ANTARA News) - Peneliti Australia menyatakan buah manggis bisa
menjadi kunci untuk mengobati pasien dengan skizofrenia, penyakit yang
mempengaruhi fungsi normal otak manusia.
Peneliti dari University of Queensland memulai percobaan klinis selama
dua tahun terhadap ekstrak buah tropis asli Indonesia ini, setelah studi
sebelumnya menunjukkan bahwa antioksidan yang ditemukan dalam kulit
manggis bisa membantu mengobati pasien skizofrenia tanpa efek samping.
Profesor peneliti utama John McGrath dari Queensland Brain Institute
mengatakan uji klinis dilakukan untuk menentukan peran manggis dalam
mengurangi gejala psikosis.
"Ini adalah intervensi lembut dan aman yang sejauh ini terbukti dapat
meningkatkan gejala, dan itu penting untuk menyelidiki potensinya
sebagai hal yang mendesak," kata McGrath dalam sebuah pernyataan
dilansir Xinhua.
"Kami tidak mengatakan ini adalah obat ajaib, tapi kami harus
menyelidiki potensi pengobatan baru yang aman, efektif dan tidak
memiliki efek samping seperti kenaikan berat badan, yang dapat
menyebabkan masalah kesehatan utama lainnya," tambah McGrath.
Menurutnya, menemukan pengobatan yang lebih baik untuk skizofrenia
merupakan hal sulit dan akan membutuhkan waktu puluhan tahun, jadi harus
dimulai dari sekarang.
Manggis adalah buah tropis yang dapat ditemukan di beberapa negara Asia
Tenggara.
Kulit buah berwarna ungu tebal mengandung senyawa yang disebut xanthones
yang sering digunakan dalam teh herbal dan obat-obatan tradisional.
Uji coba tersebut akan melibatkan 150 pasien skizofrenia di Brisbane dan
Geelong, Victoria, di mana peserta akan menerima dua tablet (yang
memiliki ekstrak manggis) sehari selama 24 minggu, diikuti konsumsi
selama empat minggu untuk tahap lebih lanjut.
Selama masa percobaan, gejala pasien akan diawasi secara ketat, untuk
melihat apakah halusinasi, delusi, suasana hati dan tingkat energi bisa
ditingkatkan dengan konsumsi tablet tersebut.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016