Barangkalimasih ada yang ingat, sekitar 30 tahun silam di Indonesia 
berjangkit kegiatanmengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan 
olahraga, sebuah semboyan yang amat kondang saat itu. Wujudnya 
yang rutin adalah, Senam Pagi Indonesia disekolah dan kantor-kantor 
pemerintah serta secara berkala, Pekan OlahragaTradisional. Kegiatan ini 
ibarat tumbu ketemu tutup dengan gerakan Sport forAll yang saat itu 
mulai menemukan muaranya di arena jogging dan fitness, jenis olahraga 
yang bisa dilakukan siapa saja, tidak harus atlet. Sejak ‘90an,Sport for All 
berkembang ke wilayah tradisional dan 
merambah ranah wisata. Takheran puncak-puncak gunung di Indonesia 
mendadak seperti tempat nongkrong remajausia SMA dan pantai-pantainya 
mirip taman kanak-kanak. Ramai, meriah, ceria, terutamadi musim liburan. 
Dalam konteks Sport for All, melancong telah menjadi olahragakeluarga. 
Sekarang,2016, Indonesia menjadi tuanrumah Sport for All yang kini 
bernaung di bawahbendera TAFISA. Sepinya promosi membuat 
perhelatan ini sepi dari perhatianmasyarakat. Sekalipun begitu, panitia 
penyelenggara TG 2016 boleh jadi adalah panpel juara, karena berhasilpaling 
cepat mengakhiri sebuah pesta sukan...
-
Tafisa Games 2016Berakhir Lebih Cepat Oleh: WinaSetyawatie 10 Oktober, 2016 - 
19:55 WIB JAKARTA, (PR).- Pelaksanaan 6thTafisa World Sport For All Games 2016 
berakhir lebih cepat dari agenda yangdijadwalkan. Senin 10 Oktober 2016 atau 
H-2 dari agenda awal penutupan,beberapa cabang olahraga yang dalam jadwal masih 
akan menggelar pertandingan diTaman Impian Jaya Ancol, Jakarta, sudah 
merampungkan seluruhnya. Padahal pada jadwal semlua, Tafisaakan berakhir Rabu 
12 Oktober 2016 dengan penuntupan pada pukul 18.00 WIB.Beberapa agenda yang 
harusnya masih berjalan yakni pagelaran seni dan budayanasional dan 
internasional di pantai festival, street soccer, dan kejuaraanstudent soccer 
dinyatakan selesai oleh panitia. Bahkan tenda-tenda pameransudah mulai 
dibereskan sejak Minggu 9 Oktober 2016 malam.  Hal itu diakui Ketua 
PanitiaPelaksana Tafisa, Hayono Isman kepada wartawan pada saat jumpa pers 
pembukaan,akhir pekan lalu. Menurutnya, kemungkinan acara akan berakhir lebih 
cepat. Jikasesuai jadwal, kemarin seluruh peserta akan melakukan road show ke 
Kawasan KotaTua, Museum Nasional, Taman Margasatwa Ragunan, dan Pelabuhan Sunda 
Kepala.  "Senin memang kemungkinan sudahtidak ada agenda pertandingan dan 
penutupan juga mungkin lebih cepat,"katanya.  Ketua Pelaksana Internasional 
StreetSoccer Championship Christian H menuturkan, jadwal yang ada memang hanya 
untukcadangan jika ada pertandingan yang mundur dari jadwal semula. 
Mengingatkejuaraan ini juga hanya berstatus ekshibisi, maka demi keamanan 
peserta, pdasejumlah cabor, diputuskan adanya juara bersama. Beberapa agenda 
yang masih berjalanyakni World Dragon and Lion Dance Championship di Ecovention 
dan AirsoftgunExpo dan Games. Bahkan Liong dijadwalkan baru akan selesai Rabu 
12 Oktober 2016.  Dengan tingkat partisipasi pesertayang tinggi yaitu lebih 
dari 85 negara dari seluruh dunia, Tafisa diharapkanMenteri Pemuda dan Olah 
Raga Imam Nahrawi bisa menarik banyak penonton danpeminat. Sayangnya, hal itu 
tidak terjadi. Minimnya sosialisasi dan publikasimembuat hampir semua arena 
pelaksanaan sepi pengunjung.

Kirim email ke