Yang mana yang gak ada gunanya?

Yang mana istilah yang ane pakai yang salah?

Rasa2nya ane gak pake’ istilah, gak pake referensi sama sekali.

Pendapat ane simple: public vs. private. Privatisasi itu adalah perubahan 
perusahaan public ke private.

 

Pendapat ente: pemerintah vs. non pemerintah. Privatisasi itu adalah perubahaan 
perusahaan pemerintah ke non pemerintah.

Ini yang ane salahkan! Kenapa salah? Karena tidak selalu benar.

 

Ente sudah tanya. Ane jawab bisa tapi tidak selalu begitu artinya.

 

Gampang sekali sebetulnya. Hanya karena ente ngak ngerti bisnis, jadinya gak 
keruan2 sampai2 nulis delisting adalah membeli saham beredar dari bursa….ini 
ngaco gak keruan2!

 

Gimana dulu ente dan si ajeg bisa bilang pertamina gak boleh akuisisi PGN?

Kenapa lebih masuk akal Pertagras yang akuisisi PGN?

Konsep merger acquisition yang paling dasar saja ente berdua gak ngerti bahwa 
jual beli hak kepemilikan bisa dilakukan siapa saja tanpa melihat siapa 
pemiliknya!

 

Bingung sendiri kan dengan istilah dan pengertian yang ente kasih??????

Koq lucunya ane yg dituduh bikin istilah dan pengertian. Yang bikin itu kan 
ente. Ane gak bikin pengertian. Ane hanya kasih pendapat artinya privatization, 
delisting, terbuka, tertutup sesuai dengan pengetahuan semua orang. 

 

Tunjukkan istilah mana yang ane bikin2? Lalu koq gak dikomentari? Lalu koq gak 
disalahin?

Yang nyalahin itu ane. Ente mana pernah nyalahin ane? Paling2 ente kasih 
komentar tetapi kan sudah ane salahin terus. Wong memang salah melulu. Sampai 
yang terakhir adalah istilah delisting!

 

Ngomong santun? Hehehehehe. Ente santun dan ane gak santun? Lucuh akh……

Jokowi dilabeli vampire, ane dibilang kunyuk, oon dll

Eh ane bilang ente goblok karena ente oon oon orang lain duluan, eh dibalikin 
sekarang bilang harus ngomong santun.

 

Ente ini lucu dan goblok!

 

Nesare

 

 

From: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Thursday, October 13, 2016 10:35 AM
To: Yahoogroups <gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN

 

  

Saya malas ngomong nggak ada gunanya begini, apa yg anda perdebatkan hanya 
sekedar istilah2 saja dengan pemahaman yang diputar balik. Anda belajar lagi 
dah baik2 dulu jadi lain kali kalau diskusi substansinya bukan hanya eyel2an 
masalah istilah dan bisa ngomong dengan santun bukan kayak sekarang mulut kotor 
kayak "locker room talk"nya Donald Trump.

 

---In GELORA45@yahoogroups.com <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :



Eh ngomong2 mana jawaban pertanyaan2 ane?

Gak ngerti atau ngeyel?

Dulu sudah bilang ada BUMN terbuka dan BUMN tertutup. Begitu juga non BUMN ada 
yang terbuka dan tertutup.

Terus bilang privatisasi adalah peralihan saham dari pemerintah ke non 
pemerintah.

 

Tempo hari juga ngomongnya:

Jonathan: BUMN bisa melakukan privatisasi dengan berbagai cara seperti misalnya 
menawarkan langsung ke investor, ke staff dan manajemen, ataupun melalui bursa 
saham.

Sudah ane tanggapi tapi gak dijawab.

Nesare: koq bisa BUMN dijual kebursa disebut privatisasi? Apakah bukan go 
public. Ane dan semua orang ngerti bisnis menyebutnya: go public! Go public ini 
lawan dari private company! Gimana bisa PT. Bank Mandiri Tbk menjual sahamnya 
dibursa dan dibeli oleh PT. BNI Tbk disebut privatisasi? Saham2nya berpindah 
dari BUMN ke BUMN yang lain! Tidak ada peralihan dari BUMN ke swasta non 
pemerintah!

 

Lalu sekarang berubah dan kasih definisi begini:

Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:

Jonathan: Bagi Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke 
bursa saham melalui IPO.

Nesare: ini bisa dan benar. Tetapi artinya privatisasi itu bukan ini! mau 
buktinya? Ini buktinya:  gimana kalau BUMN terbuka dalam IPO nya dibeli oleh 
BUMN tertutup? Bisa enggak? Wong sudah dijual dibursa mestinya bisa. Disebut 
apa kalau begini? Ayo bikin istilah lagi!!! Jelas terbuka/public itu lawannya 
tertutup/privat. Kalau BUMN tertutup berubah jadi BUMN terbuka namanya go 
public. Kalau BUMN terbuka berubah jadi BUMN tertutup namanya privatisasi.

 

 

Jonathan: Bagi Perusahaan Swasta ==> Privatisasi adalah delisting alias membeli 
kembali saham2 yg sudah beredar dibursa.

Nesare: sudah tahu ya delisting itu tidak sama dengan membeli kembali saham2 
yang sudah beredar dibursa?!!! Ngaco bikin2 arti sendiri! minta ampun 
gobloknya!!!! Wong delisting itu artinya keluar dari bursa. Saham2nya mah tetap 
dimiliki oleh shareholders dan tidak pernah berpindah tangan! Bisa2nya bikin 
arti sendiri bahwa perusahaan public non pemerintah itu membeli saham2 yang 
beredar di bursa??!!! Dari mana duitnya? Wong perusahaan terbuka menjadi 
perusahaan tertutup itu karena mau irit. Ente ngerti enggak tujuan privatisasi 
itu apa? Cost saving! Artinya perusahaan gak ada duit terutama cash in hand. 
Biayanya tinggi kalau jadi perusahaan terbuka itu karena harus comply ke 
otoritas plus kalau di USA harus ikut peraturan Sarbanes oxley act yang mahal! 
Bisa2nya mau beli saham2 yang beredar dibursa yang jumlah dan harganya bisa 
melebihi asset perusahaan.

 

Minta ampun gobloknya!!!! Gak ngerti bisnis, bikin2 arti dan teori sendiri!!!! 
semakin nulis semakin kelihatan gak ngertinya!!!!

Kalau bukan goblok apa namanya???

 

Udah selesai nih diskusinya????

 

Nesare

 

From: nesare1@... [mailto:nesare1@...] 
Sent: Tuesday, October 11, 2016 5:51 PM
To: 'GELORA45@yahoogroups.com' <GELORA45@yahoogroups.com 
<mailto:GELORA45@yahoogroups.com> >
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN

 

Jonathan: Yang saya bicarakan adalah privatisasi BUMN. Yg ada di artikel 
Bareksa itu jelas sependapat dgn yg telah saya kemukakan sebelumnya, bukankah 
itu yang anda pertanyakan atau tertawakan.

 

Jonathan: Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:

Bagi Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham 
melalui IPO.

Bagi Perusahaan Swasta ==> Privatisasi adalah delisting alias membeli kembali 
saham2 yg sudah beredar dibursa.

 

Nesare: bener2 orang satu ini! Hanya mikirnya dari sudut pandangnya sendiri!

Sudah dikasih tahu benar bahwa BUMN menjual saham ke non BUMN = privatisasi.

Kalau yang kedua ya jelas salah gede!!!!!! Ente gak ngerti arti delisting. Otak 
ente justifikasi: delisting adalah keluar dari bursa. Tapi artinya delisting 
bukan hanya sekedar keluar dari bursa saja, melainkan saham2nya tetap...tidak 
ada perubahan kepemilikan atas saham2 yang beredar/outstanding stocks.

 

Tidak ada alasan utk non swasta membeli semua saham2 yang beredar ini. Begitu 
juga tidak ada alasan BUMN membeli semua saham2 beredar ini!

Tujuan public company itu menghimpun dana. Koq setelah dana dihimpun/dipegang 
perusahaan mau dibuang??!!! Ngapain privatisasi yang buang2 dana itu? Ngumpulin 
nya setengah mati dengan go public!!!

 

Cari sana arti delisting dulu baru ngomong disini. Cari referensinya!!!!

 

Jawab pertanyaan ane yg sdh ane tanyakan banyak segitu, kalau tahu jawabannya 
ente akan tahu ente salah!!!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> GELORA45@yahoogroups.com [ 
<mailto:GELORA45@yahoogroups.com> mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Tuesday, October 11, 2016 5:28 PM
To: Yahoogroups < <mailto:gelora45@yahoogroups.com> gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN

 

 

Yang saya bicarakan adalah privatisasi BUMN. Yg ada di artikel Bareksa itu 
jelas sependapat dgn yg telah saya kemukakan sebelumnya, bukankah itu yang anda 
pertanyakan atau tertawakan.

 

Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:

Bagi Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham 
melalui IPO.

Bagi Perusahaan Swasta ==> Privatisasi adalah delisting alias membeli kembali 
saham2 yg sudah beredar dibursa.

 

Kutipan:

Privatisasi menurut Undang-Undang No.59 Tahun 2009 merupakan penjualan saham 
dengan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO) dan 
penerbitan obligasi konversi serta efek lain yang bersifat ekuitas seperti 
right issue. (Baca juga:  
<http://www.bareksa.com/en/text/2015/04/07/apa-itu-right-issue-apa-konsekuensinya-apakah-menguntungkan-bagi-investor/10050/saham>
 Apa Itu Right Issue & Apa Konsekuensinya? Apakah Menguntungkan Bagi Investor?)

 
<http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham>
 
http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham

 

Catatan: menurut saya ada typo pada artikel tsb  "Undang-Undang No.59 Tahun 
2009"  seharusnya "Peraturan Pemerintah 59 th 2009".

 

Juga masih dari artikel yang sama tentang privatisasi bagi perusahaan swasta:

Kutipan:

Berbeda dengan BUMN, ada juga istilah privatisasi bagi perusahaan swasta yang 
telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO -- disebut 
dengan istilah emiten. Bagi emiten tindakan privatisasi justru merupakan 
tindakan membeli kembali seluruh saham perusahaan yang telah beredar di 
masyarakat dan kembali menjadi perusahaan tertutup. Jadi berbanding terbalik 
dengan pengertian privatisasi di BUMN.

 
<http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham>
 
http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham

 

 

 

---In  <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> GELORA45@yahoogroups.com, < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :

Jonathan: iya khan, ngomong sama orang yg nggak tahu apa2 ya kayak ginilah.

 

Ini saya kutipkan dari Bareksa:

Kutipan:

Privatisasi menurut Undang-Undang No.59 Tahun 2009 merupakan penjualan saham 
dengan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO) dan 
penerbitan obligasi konversi serta efek lain yang bersifat ekuitas seperti 
right issue. (Baca juga:  
<http://www.bareksa.com/en/text/2015/04/07/apa-itu-right-issue-apa-konsekuensinya-apakah-menguntungkan-bagi-investor/10050/saham>
 Apa Itu Right Issue & Apa Konsekuensinya? Apakah Menguntungkan Bagi Investor?)

 
<http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham>
 
http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham

 

Catatan: menurut saya ada typo pada artikel tsb  "Undang-Undang No.59 Tahun 
2009"  seharusnya "Peraturan Pemerintah 59 th 2009".

 

Juga masih dari artikel yang sama tentang privatisasi bagi perusahaan swasta:

Kutipan:

Berbeda dengan BUMN, ada juga istilah privatisasi bagi perusahaan swasta yang 
telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO -- disebut 
dengan istilah emiten. Bagi emiten tindakan privatisasi justru merupakan 
tindakan membeli kembali seluruh saham perusahaan yang telah beredar di 
masyarakat dan kembali menjadi perusahaan tertutup. Jadi berbanding terbalik 
dengan pengertian privatisasi di BUMN.

 
<http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham>
 
http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham

 

nesare: ane sudah jelas bahwa istilah BUMN terbuka dan BUMN tertutup. Ini sudah 
dari dulu diomongin. Ente mau ngomongin apa disini?

Pertanyaan ane ndak ada yang ente jawab. Coba jawab!

 

Jelas sekali PT Bank Mandiri pertama kali IPO (menjual saham pertama kali 
dibursa) itu istilah yang dipakai adalah privatisasi. Ini yang sudah digunakan 
oleh HBR, VV Ramanadhan, kedua pemenang noble 2016 dll. Itu pertama kali. 
Gimana kalau yang kedua, ketiga, keempat kali dst…..? Apakah disebut 
privatisasi juga atau tidak? jawab ini!!!!!

 

Juga kalau misalnya dulu PT. Bank Mandiri yang belum Tbk pertama kali menjual 
sahamnya ke PT. BNI Tbk, bisa tidak? kalau bisa disebut apa?

Kalau dulu sekali sebelum ada pasar saham, ya masuk akal disebut privatisasi 
karena menjualnya hanya ke swasta non pemerintah. Tetapi kalau sekarang gimana?

 

Masih belum tahu sesungguhnya arti dari public company vs. private company 
‘kan???!!!!

Masih belum ngerti arti sebenarnya privatization itu kan? Yang diotak ente 
hanya 1 arti privatization itu yaitu: peralihan saham dari pemerintah ke swasta 
non pemerintah!

Takut ya? Referensi nya segudang kaya’ 1 = 1 = 2!!! Hehehehe.

 

Yang ente referensi ini semuanya benar tapi ada catatannya!!!!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> GELORA45@yahoogroups.com [ 
<mailto:GELORA45@yahoogroups.com> mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Tuesday, October 11, 2016 4:51 PM
To: Yahoogroups < <mailto:gelora45@yahoogroups.com> gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN

 

 

 

iya khan, ngomong sama orang yg nggak tahu apa2 ya kayak ginilah.

 

Ini saya kutipkan dari Bareksa:

Kutipan:

Privatisasi menurut Undang-Undang No.59 Tahun 2009 merupakan penjualan saham 
dengan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO) dan 
penerbitan obligasi konversi serta efek lain yang bersifat ekuitas seperti 
right issue. (Baca juga:  
<http://www.bareksa.com/en/text/2015/04/07/apa-itu-right-issue-apa-konsekuensinya-apakah-menguntungkan-bagi-investor/10050/saham>
 Apa Itu Right Issue & Apa Konsekuensinya? Apakah Menguntungkan Bagi Investor?)

 
<http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham>
 
http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham

 

Catatan: menurut saya ada typo pada artikel tsb  "Undang-Undang No.59 Tahun 
2009"  seharusnya "Peraturan Pemerintah 59 th 2009".

 

Juga masih dari artikel yang sama tentang privatisasi bagi perusahaan swasta:

Kutipan:

Berbeda dengan BUMN, ada juga istilah privatisasi bagi perusahaan swasta yang 
telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO -- disebut 
dengan istilah emiten. Bagi emiten tindakan privatisasi justru merupakan 
tindakan membeli kembali seluruh saham perusahaan yang telah beredar di 
masyarakat dan kembali menjadi perusahaan tertutup. Jadi berbanding terbalik 
dengan pengertian privatisasi di BUMN.

 
<http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham>
 
http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham

 

---In  <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> GELORA45@yahoogroups.com, < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :




Jonathan: Rasanya kayak ngomong sama anak SD saja, semua kata2 mesti dijelaskan 
satu demi satu mesti dituntun, kata2 dilihat secara literal tanpa melihat 
konteks pembicaraan.

 

Nesare: semua kata2 mesti dijelaskan? Kata2 yang mana yang ente sudah jelaskan? 
Pertanyaan ane gak ada yang ente jawab. Sebaliknya pertanyaan2 ente semua ane 
jawab dan bahas. Dan setelah dibahas gak ente tanggapi sama sekali.

 

Jonathan: Siapapun tahu secara literal delisting artinya "tidak lagi terdaftar" 
ya lawannya listing atau "terdaftar".

Nesare: mana penjelasannya? Ini terjemahannya!

 

Jonathan: Tetapi sewaktu ngomong privatisasi dikaitkan dgn bursa saham bagi 
perusahaan swasta itu jelas dikontraskan dengan arti privatisasi bagi 
perusahaan negara yang menjual sahamnya kebursa, lihat sendiri kontrasnya 
dibawah. Disini contohnya Mr. Kunyuk membeli kembali semua saham2 PT Aji 
Mumpung Tbk di bursa saham sehingga secara praktis delisting jadi perusahaan 
tertutup jadi kembali milik Mr. Kunyuk pribadi.

Nesare: oh ane tahu sekali cara berpikir ente yang pake’ dengkul! Ente pake’ 
akal2an utk menjustifikasi logika ente tetapi gak ngerti pengertiannya! Mari 
kita kupas. Pertama istilah delisting itu sendiri ente sudah salah! Ente gak 
ngerti istilah delisting ini artinya apa! Sudah ane tulis sebelumnya 
delisting/keluar dari bursa artinya saham2 tetap ditangan shareholders….tidak 
ada yang berubah tangan. Jelas sekali ente disini mengartikan delisting keluar 
dari bursa karena pemilik perusahaan membeli semua saham2nya. Jelas sekali ente 
gak ngerti kenapa perusahaan delisting! Ente hanya menjustifikasi ngutak ngatik 
peralihan saham dari pemerintah ke non pemerintah dan sebaliknya. Hehehehehe. 
Kelihatan sekali jalan pikirannya! Eh ngomong2 semua saham atau sebagian 
saham2nya? Tanya dulu nih karena ada kelanjutannya loh….hehehehehe. kalau beli 
semua kenapa? Apa alasan Mr. kunyuk yang sudah go public membeli saham2 
perusahaan go public itu? Kaya bener si Mr. Kunyuk ini ya? Hehehehehe tadinya 
sudah go public krn  cari dana dari luar. Sekarang eh tahu2 mau beli semua 
saham2nya yang sudah ada dibursa. Gila ya si Mr. Kunyuk. Pake’ logika nih 
yeah……hehehehehehehe.

 

Jonathan: Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:

Bagi Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham 
melalui IPO.

Bagi Perusahaan Swasta ==> Privatisasi adalah delisting alias membeli kembali 
saham2 yg sudah beredar dibursa.

 

Nesare: koq ditulis lagi disini sedangkan sudah ane tanggapi. Ini tanggapannya:

 

Jonathan: Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:

Bagi Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham 
melalui IPO.

Nesare: buset pake’ logika dengkul lagi. Ayo kita telanjangi lagi! Ente bilang 
BUMN yang IPO = privatisasi. Ane dan semua orang bisnis bilang itu: go public 
lawan dari privatization! Jelaskan gimana PT. Pertamina melakukan IPO lalu 
dibeli oleh PT. Bank Mandiri Tbk bisa disebut privatisasi? TIDAK ADA PERALIHAN 
SAHAM DARI BUMN KE SWASTA NON PEMERINTAH!!!!!!!

 

Jonathan: Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham: Bagi Perusahaan Swasta ==> 
Privatisasi adalah delisting alias membeli kembali saham2 yg sudah beredar 
dibursa.

Nesare: ini benar. Setelah ane pake’ istilah delisting, ente baru mengerti. 
Tadinya gak ngerti. Ente ini cetek sekali dan lebih celakanya otaknya itu 
ajek/stationary. Gak bisa mikir!

Tapi dengkulnya masih di otak (eh maksud ane otaknya masih didengkul), kog 
bisa2nya ini dikaitkan hanya dengan privatisasi utk perusahaan swasta dan di 
bursa??!!! Ngaco gak keruan2!!!! Aduhhhh jadi males nanyanya. Koq bisa 
“perusahaan delisting membeli kembali saham2 nya???!!” kalau perusahaan membeli 
kembali saham2nya dibursa itu namanya bukan delisting! Itu namanya “buy back”. 
Perusahaannya mah tetap public company. Minta ampun semakin ngomong semakin gak 
keruan2. Delisting itu keluar dari bursa artinya cabut dari bursa menjadi 
perusahaan non public. Ini namanya: private company lawan dari public 
company!!!!!

Kalau sudah delisting pun saham2nya mah tetap dimiliki oleh setiap pemegang 
saham! Masalah nantinya pemegang mau menjual sahamnya, itu urusan nanti. Tetapi 
pada saat delisting, pemilik saham tetap memiliki saham2 itu dengan harga yg 
ditentukan oleh pasar. Jelas sekali ente gak ngerti arti delisting disini. 
Jelas sekali diotak ente itu pikir perusahaan yang delisting itu membeli saham2 
yang beredar dibursa. Ngaco!!!! Semakin nulis semakin salah!!! Gak keruan!!!!

 

Gimana privatisasi kalau bukan dikaitkan dengan bursa saham? Koq bisa 
privatisasi dikait2kan dengan bursa saham atau tidak?!!! 
sedangkan sudah tahu semua perusahaan bisa melakukan privatisasi dan juga semua 
perusahaan bisa tidak melakukan privatisasi?!!!

 

Pertama bilang privatisasi adalah peralihan saham dari pemerintah ke swasta non 
pemerintah. Lalu dibedakan arti privitasasinya utk bursa saham bagi kedua 
perusahaan negara dan perusahaan swasta non pemerintah.

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> GELORA45@yahoogroups.com [ 
<mailto:GELORA45@yahoogroups.com> mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Tuesday, October 11, 2016 3:50 PM
To: Yahoogroups < <mailto:gelora45@yahoogroups.com> gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN

 

 

 

Rasanya kayak ngomong sama anak SD saja, semua kata2 mesti dijelaskan satu demi 
satu mesti dituntun, kata2 dilihat secara literal tanpa melihat konteks 
pembicaraan.

 

Siapapun tahu secara literal delisting artinya "tidak lagi terdaftar" ya 
lawannya listing atau "terdaftar". Tetapi sewaktu ngomong privatisasi dikaitkan 
dgn bursa saham bagi perusahaan swasta itu jelas dikontraskan dengan arti 
privatisasi bagi perusahaan negara yang menjual sahamnya kebursa, lihat sendiri 
kontrasnya dibawah. Disini contohnya Mr. Kunyuk membeli kembali semua saham2 PT 
Aji Mumpung Tbk di bursa saham sehingga secara praktis delisting jadi 
perusahaan tertutup jadi kembali milik Mr. Kunyuk pribadi.

 

Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:

Bagi Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham 
melalui IPO.

Bagi Perusahaan Swasta ==> Privatisasi adalah delisting alias membeli kembali 
saham2 yg sudah beredar dibursa.


(Message over 64 KB, truncated)



Kirim email ke