https://www.arrahmah.com/news/2016/10/12/ahok-hina-islam-ini-rekomendasi-tegas-mui-pusat.html


Ahok hina Islam, ini rekomendasi tegas MUI Pusat
A. Z. Muttaqin Rabu, 11 Muharram 1438 H / 12 Oktober 2016 08:21



Ahok lengkap dengan seragam Gubernur DKI Jakarta menghina Islam, Al Quran dan 
para Ulama saat berbicara pada kunjungan ke Kepualauan Seribu, Jakarta Utara, 
Rabu (28/9/2016)

JAKARTA (Arrahmah.com) – Zhong Wan Xie alias Ahok alias Basuki telah 
nyata-nyata menghina agama Islam, Al Quran dan para ulama serta juru dakwah 
Islam dalam ucapannnya di hadapan warga Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 
2016 lalu. Untuk itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengeluarkan putusan 
terkait pernyataan Ahok yang ketika menghina Islam dengan mulutnya itu dia 
sebagai Gubernur DKI Jakarta lengkap dengan pakaian seragamnya.

Setelah menggelar rapat pimpinan, MUI Pusat mengeluarkan pendapat dan sikap 
keagamaan khusus terkait penghinaan Ahok terhadap Islam, Al Quran dan para 
Ulama serta juru dakwah Islam, Selasa (11/10/2016). Berikut ini isi 
selengkapnya:

PENDAPAT DAN SIKAP KEAGAMAAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Bismillahirrahmanirrahim

Sehubungan dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja 
Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Selasa, 27 September 2016 yang 
antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam 
hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al 
Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak 
bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..” yang telah 
meresahkan masyarakat, maka Majelis Ulama Indonesia, setelah melakukan 
pengkajian, menyampaikan sikap keagamaan sebagai berikut:

1. Al-Quran surah al-Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan 
Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan 
menjadikan non Muslim sebagai pemimpin.

2. Ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa 
memilih pemimpin muslim adalah wajib.

3. Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 
sebagai panduan dalam memilih pemimpin.

4. Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan 
menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, 
hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran.

5. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah 
ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah 
penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan : 
(1) menghina Al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi 
hukum.

Untuk itu Majelis Ulama Indonesia merekomendasikan :

1. Pemerintah dan masyarakat wajib menjaga harmoni kehidupan beragama, 
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2. Pemerintah wajib mencegah setiap penodaan dan penistaan Al-Quran dan agama 
Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.

3. Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan 
penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran agama Islam serta penghinaan 
terhadap ulama dan umat Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang 
berlaku.

4. Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara 
tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan 
masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum.

5. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim 
sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping 
tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan melaporkan kepada yang berwenang.

Selasa, 11 Oktober 2016
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua Umum

DR. KH. MA’RUF AMIN

Sekretaris Jenderal
DR. H. ANWAR ABBAS, MM, MAg

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Kirim email ke