...dan diatas segalanya ....ITULAH AMERIKA dengan segalanya yang Mungkin dan Tidak mungkin serta Kenaifannya ..... seperti juga INDOENSIA ... HANYA SAJA KEBALIKANNYA 180º
2016-10-14 1:18 GMT+02:00 Yoseph T Taher [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Siapa manusia Amerika yang tidak pernah berbuat salah apapun selama > hidupnya.........supaya maju dan memenjarakan yang dianggap > bersalah........!!! > (inspirasi dari ucapan Jesus Christ) > > > > ------ Original Message ------ > From: "Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]" < > [email protected]> > To: "Yahoogroups" <[email protected]> > Sent: Friday, 14 Oct, 2016 At 1:51 AM > Subject: [GELORA45] Banyak Warga AS Membenci Hillary, Mengapa? > > > > > > > > http://internasional.kompas.com/read/2016/10/13/06472191/ > banyak.warga.as.membenci.hillary.mengapa. > Banyak Warga AS Membenci Hillary, Mengapa? > Kamis, 13 Oktober 2016 | 06:47 WIB > > - > - > - > - > > <http://internasional.kompas.com/read/2016/10/13/06472191/banyak.warga.as.membenci.hillary.mengapa.#komentar> > > - > > <http://internasional.kompas.com/read/2016/10/13/06472191/banyak.warga.as.membenci.hillary.mengapa.#> > > 0 > Shares > APHillary Clinton > WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sedikit sekali calon Presiden Amerika Serikat > (AS) yang begitu tak disukai seperti Donald Trump > <http://internasional.kompas.com/tag/Donald%20Trump>dan Hillary Clinton > <http://internasional.kompas.com/tag/Hillary%20Clinton>. > Namun serangan terhadap Hillary terkadang melewati batas, mengungkapkan > kebencian terbuka dari para penyerangnya. Mengapa? > Misalnya, Emily Longworth (25), dari Negara Bagian Georgia. > Ini komentarnya tentang Hillary, "Ia berbohong, penipu, perempuan > narsistik yang tak layak mendapat apapun kecuali penjara seumur hidup." > Komentar panjang lebar Emily membuat orang menonton videonya baik di kanal > sosial media Facebook maupun YouTube. > Emily menjadi juru bicara kelompok yang berjualan kaos bertuliskan, > "Penjarakan Hillary". > Menurut mereka Hillary patut dipenjarakan untuk kontroversi investasi > properti Whitewater di tahun 1990-an > Daftar kesalahan > Hillary juga dianggap bertanggungjawab untuk serangan terhadap area > diplomatik Amerika di Benghazi, Libya tahun 2012, ketika ia menjabat > Menteri Luar Negeri. > Istri mantan Presiden Bill Clinton itu juga dianggap bersalah menggunakan > *server* surat elektronik pribadi ketika sedang menjabat. > Banyak warga AS yang sepakat Hillary tercemar oleh kontroversi ini, dan > mungkin bisa menjelaskan masih banyak yang tak suka pada dirinya. > Namun kebanyakan pengkritiknya menahan diri dari bahasa seperti yang > dipakai oleh Emily Longworth, yang akhirnya diblok oleh Facebook karena > melanggar "standar kepantasan komunitas". > Orang seperti Longworth tidak banyak, tetapi berisik. > Di beberapa kesempatan kampanye Trump, beberapa pendukungnya berteriak, > "Penjarakan Hillary!" > Beberapa lagi memakai kaos bertuliskan "Trump that Bitch". Ada lagi yang > menggambarkan Hillary sebagai "pengabdi setan" dan memakai tagar #Killary > di media sosial. > Perempuan > "Saya melihat kedua calon diserang berdasarkan karakter fisik mereka, > kepribadian mereka, serta keputusan yang mereka ambil di masa lalu," kata > Jennifer Mercieca, sejarawan yang ahli dalam retorika politik AS. > "Satu unsur yang membedakan keduanya adalah bahwa Hillary diserang soal > fakta bahwa ia perempuan, dan Trump tidak pernah mengalami itu," kata > Jennifer. > Banyak serangan terhadap Hillary bersifat misoginis atau terkadang > penggunaan kata "bitch" atau "sundal". > Satu lagi yang jadi serangan terhadap Hillary adalah skandal seks suaminya > di tahun 1980-an dan 1990-an. > Tahun lalu bahkan Trump sendiri sempat menyampaikan ulang sebuah cuitan di > Twitter, "Jika Hillary Clinton > <http://internasional.kompas.com/tag/Hillary%20Clinton> tak bisa > memuaskan suaminya, apa yang bikin ia berpikir bisa memuaskan AS." > Trump kemudian menghapus status tersebut. > Beberapa pengkritiknya tetap curiga ia terlibat dalam skandal itu sebagai > pengatur upaya membuat para perempuan yang terlibat itu diam, atau > menjelek-jelekkan karakter mereka. > Dalam sebuah film dokumenter berjudul *Hillary's America: The Secret > History of the Democratic Party* penulis konservatif Dinesh D'Souza > bahkan berpendapat Hillary Clinton > <http://internasional.kompas.com/tag/Hillary%20Clinton> mendorong agar > suaminya tidur dengan perempuan lain. > Teori konspirasi > Selama beberapa dekade keluarga Clinton berada di jabatan publik, > polatisasi politik AS meningkat. > Peningkatan ini sebagian disumbang oleh suara-suara radikal di internet > dan acara bincang radio. > Trump sendiri ikut serta di dalam kontroversi itu dengan menyampaikan > beberapa teori konspirasi untuk menyerang baik keluarga Clinton maupun > Presiden Bacak Obama. > November lalu misalnya ia menyatakan pemilu mungkin "sudah diatur" untuk > memenangkan Hillary serta menuduh bahwa Hillary dan Obama adalah para > pendiri kelompok yang menamakan diri negara Islam atau ISIS. > Sejak lama Trump menuduh Obama adalah seorang Muslim dan berkali-kali ia > menyebut Hillary sebagai "setan". > Menurut Alexander Zaitchik, penulis buku *Gilded Rage: A Wild Ride > Through Donald Trump <http://internasional.kompas.com/tag/Donald%20Trump>'s > America*, pencalonan Trump ternyata membuat teori konspirasi "diterima" > oleh orang-orang yang merasa politik mainstream sudah gagal. > Misalnya penyiar radio dan pendukung Trump, Alex Jones, menuduh bahwa > serangan 11 September dan pengeboman di Boston Marathon dirancang oleh > pemerintah. > Dalam beberapa siarannnya, Jones memasang video yang menyamakan Hillary > dengan binatang pemakan bangkai hyena. > Menurut Jennifer Mercieca, retorika di pemilu kali ini sudah berbahaya. > "Ketika kita memperlakukan politik seperti olahraga atau perang, kita > membuat diri kita sendiri menjadi seperti penggemar atau prajurit,” kata > Jennifer. > “Kita akan bersorak mendukung atau mencemooh, atau semata menuruti > perintah," tambahnya. > Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: > > - Pemilu Amerika > <http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2161/1/pemilu.amerika> > > Editor : Pascal S Bin Saju > Sumber : BBC Indonesia <http://www.bbcindonesia.com/>, > > > > > > >
