Pertama kalau pertamina go public itu namanya bukan privatisasi dalam bisnis. 
Itu salah kaprah. Ini yg telah saya salahkan si jonathan itu.

Go public itu adalah lawan dari privatisasi. Pertamina go public itu bisa jual 
kepemilikannya ke siapa saja baik non pemerintah maupun pemerintah itu sendiri. 
misalnya kalau pertamina merger dengan PGN misalnya. PGN itu sudah public 
company sehingga perusahaan baru yang terbentuk misalnya kita sebut PT. 
Pertamina PGN Tbk adalah perusahaan terbuka yang baru. Jadi jangan berpikir 
pertamina akan selalu harus dijual ke privat swasta non pemerintah. Sekali lagi 

yang beli bisa siapa saja termasuk asing.

 

Konsep dan arti privatisasi itu adalah keluar dari bursa dan bukan public 
company lagi. Jadi sekali lagi privatisasi itu bukan menjual saham ke non 
pemerintah.

 

Seterusnya kekhawatiran tentang internal management dan campur tangan dari luar.

Pertama masalah korupsi dan pertamina jadi sapi perah itu sudah dari dulu orang 
tahu. Kepentingan politik dan korupsi itu saling berkaitan erat. Menjadi public 
company itu berguna karena data keuangan akan terbuka buat public. Sebelum 
menjadi laporan harus disetujui oleh independent company yang disebut big 4 
consulting firms yg sdh ada di Indonesia seperti PWC, EY dll. Masalah bagaimana 
ketatnya proses pemeriksaannya memang bisa dipersoalkan tetapi sekurang2nya 
dengan menjadi public company masalah transparansi akan terbuka. Di USA juga 
begitu tetapi kecolongan juga. Setelah kasus Enron dibentuk Sarbanes oxley act 
yang sampai sekarang sangat bagus jalannya. Sangat ketat regulasi nya dari 
accounting s/d tax itu harus comply ke Sarbanes oxley.

 

Kedua tentang campur tangan asing yang selalu mengintai NKRI itu mah sudah dari 
dulu. Intel selalu ada dan terjadi diseluruh dunia. USA, jepang dll mengintel 
Indonesia. Begitu juga sebaliknya Indonesia juga mengintel USA, jepang dll. 
Masalahnya pinter2an saja. sekarang ini kebanyakan intel itu berkaitan dengan 
duit. Politik dll itu ujung2nya duit juga koq. Ngapain ngintel negara miskin di 
afrika krn gak ada duitnya?!!



Jadi jangan bingung dgn campur tangan asing dll. Petronas itu adalah contoh 
keberhasilan. Pertamina itu jauh lebih besar drpd petronas. Petronas bisa 
kenapa pertamina tidak? yg kerja di petronas itu banyak orang Indonesia yg 
jago2 minyak. Arcandra itu gak ada apa2nya pengalaman minyaknya dibandingkan 
banyak orang Indonesia yg sdh kerja didunia minyak. Hanya saja untungnya dia 
kenal orang dalam Jokowi. Itu saja. masalah pertamina itu masalah internal 
bukan masalah campur tangan asing. 

 

Kalau mau bicara campur tangan asing, itu masalahnya kapitalisme vs sosialisme. 
Indonesia dan seluruh dunia sudah kapitalisme jadi gak usah bingung2. Kalau 
memang mau dipikirkan bersama adalah: system kapitalisme yang seperti apa yg 
Indonesia inginkan. Begitu juga sistem sosialisme apa yang diinginkan. Itu saja.

 

Pertamina itu bisa jadi cash cow mesin cetak duit buat Indonesia kalau dikelola 
dengan baik. Disinilah Jokowi menaruh harapan dan mau membereskan dari awal 
pemerintahannya dengan menutup petral. Luar biasa keberanian itu. Keberanian 
itu juga tanda bahwa Jokowi jujur gak main duit. SBY dulu mana mau krn dia 
makan duit petral utk kampanye dan membentuk partai democrat.

 

Bisa koq pertamina itu dibenahi. Yg penting ada niat. Kalau pemimpinnya mikirin 
mau makan duit ya susah apalagi duitnya banyak sekali.

 

Karena korupsi itulah pertamina bisa rugi. Mana mungkin perusahaan minyak rugi 
dengan harga minyak setinggi itu. sekarang memang agak kelimpungan krn harga 
turun. Bagian international trading suatu perusahaan minyak itu biasanya adalah 
bagian pencetak duit. Dulu pertengahan 1990 saya pernah ngobrol sama direktur 
yg menangani bidang ini dipertamina. Dia cerita banyak. Semuanya itu masalahnya 
korupsi. Kalau sampai korupsi sampai ke presiden ya mimpilah mau membenahi 
pertamina.

 

Semoga pertamina bisa jadi public company dan ada transparansi shg semua orang 
bisa lihat data keuangannya. Dari sini pertamina bisa jalan seperti normalnya 
suatu perusahaan seharusnya berjalan tanpa rongrongan kepentingan2 politik.

 

Salam

Nesare

 

 

 

From: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Sunday, October 16, 2016 9:54 AM
To: GELORA_In <GELORA45@yahoogroups.com>; NESARE <nesa...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] Pertamina expects Jonan to create efficient, 
investment-friendly energy sector

 

  

NESARE WROTE :

Yang saya lihat dengan masuknya jonan ini, kelihatannya pertamina akan go 
public. Ini satu2nya jalan terbaik untuk mengurangi korupsi dan sapi perah itu. 
Sebagai perusahaan public, mau tidak mau data keuangan pertamina harus 
dilaporkan ke public. Sebelum laporan keuangan dibuka,  harus diaudit oleh 
perusahaan konsultan independen. Ini mengurangi kemungkinan untuk korupsi.

 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bung Nesare , Saya cukup yakin tentang konstalasi yang Anda kemukanan  diatas 
TEORITIS ( dari segi Pemikiran ) sebagai suatu HAL YANG BENAR !! ( Dan saya 
sependapat dengan Anda )

 

Lalu mengapa saya katakan Teoritis ( kendatipun tidak mengurangi Arti dan 
Prinsip dari OPINI Anda , yang juga dalam hal ini sesuai dng sudut pandang saya 
tentang Privatisasi BUMN ) > 

KARENA DALAM  PRAKTEIKNYA  akan tergantung pada  MUTU DAN KESERIOUSAN KERJA 
PARA PEJABAT dan PARA EXPERT  YANG BERTANGGUNG JAWAB atas MANAGEMENT DAN 
KEUANGAN , POLITIK HARGA , DEVELOPMENT STRATEGY serta MISI & VISI PERTAMINA DI  
MASA DEKAT dan di MASA JAUH KEDEPAN ( Study & Analysis

for the Next NEW AGE ....Sangat Penting > Negara2 Monopol Energie seperti USA 
,UK dll, sudah selelu mempehtiung segakannya dan Analysan jauh1OO Thaun kedepan 
. Oleh karenanya jangan heran, bhw Gejolka yg ters menerus diakawasan TiMUR 
TENGAH , termasuk juga FreePort di Papua Barat dan Industria Penguasaan 
Pertambangan di Indonesia, Amerika Latin dan Africa ...oleh Para 

Monopol Dunia terutama USA, UK  dan Perancis,dll  adalah HASIL NYATA  dari 
STRATEGY POLITIK dan EKONOMI Mereka sejak  1OO tahun atau paling sedikit 5O 
tahun sebelumnya ...yang hasilnya baru NAMPAK NYATA SEKARANG  sampai pada 
AKIBAT2 yang paling BURUK.. Yang harus ditanggung oleh Masyarakt Bangsa dari 
banyak  Negara2 Berkembang  disegala penjuru Dunia....)

 

Tabik / El Gato 


​

 

2016-10-16 14:58 GMT+02:00 nesa...@yahoo.com <mailto:nesa...@yahoo.com>  
[GELORA45] <GELORA45@yahoogroups.com <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> >:

  

Yang saya lihat dengan masuknya jonan ini, kelihatannya pertamina akan go 
public. Ini satu2nya jalan terbaik untuk mengurangi korupsi dan sapi perah itu. 
Sebagai perusahaan public, mau tidak mau data keuangan pertamina harus 
dilaporkan ke public. Sebelum laporan keuangan dibuka,  harus diaudit oleh 
perusahaan konsultan independen. Ini mengurangi kemungkinan untuk korupsi.

 

Jonan tidak mengerti minyak. Arcandra bisa membantu dalam hal ini. 

 

Dalam restructuring ada teori bahwa ketika internal management sudah parah, 
harus ada suntikan dari luar. Jadi perubahan harus difasilitasi dari luar untuk 
membongkar yang ada didalam. Tidak mudah karena orang dari luar ini akan 
dihantam habis2an. Semoga Jonan kuat. Dia harus kerja keras untuk mengerti 
sector minyak ini. sebetulnya rizal ramli lebih banyak temen dari dunia minyak 
tetapi sayangnya dia sudah “ribut” sama Jokowi.

 

Semoga pertamina go public bisa terjadi. Ini yang terjadi di Malaysia dimana 
petronas bisa menjadi perusahaan kelas dunia. Ketika harga minyak naik, 
Malaysia mendapatkan banyak duit dari minyak dan bisa menguatkan 
perekonomiannya dalam waktu singkat 10 tahunan.

 

Masalah bagaimana pertamina go public itu tidak susah dari aspek bisnisnya. 
Yang susah adalah masalah kepentingan2 pihak yang masih bermain.

 

Salam

Nesare

 

 

From: GELORA45@yahoogroups.com <mailto:GELORA45@yahoogroups.com>  
[mailto:GELORA45@yahoogroups.com <mailto:GELORA45@yahoogroups.com> ] 
Sent: Sunday, October 16, 2016 7:22 AM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [GELORA45] Pertamina expects Jonan to create efficient, 
investment-friendly energy sector

 

  

re: Persoalan korupsi di Pertamina sudah berakar merambat kedalam sumsum 
perusahaan dan instasi lainnya di luar perrtamina, jadi apakah dengan Jonan 
yang dipecat dari jabatan menteri dan kemudian dinobatkan  mengefficiensi 
Pertamina yang  adalah sapi perahan kaum neo-Mojopahit dan sahabat bin sobat 
mereka,  sehubungan dengan itu timbul pertanyaan apakah  efisiensi  yang 
dimaksudkan untuk lebih membuncitkan pundi-pundi  klik kaum neo-Mojopahit lebi 
besar lagi?

 

Sebagai catatan patut dimengerti bahwa pada kekuasaan jenderal haji Muhammad 
Soeharti yang sangat dihormati oleh kaum neo-Mojopahit, Pertamina mengalami 
kerugian sangat besar dan berada pada situasi bangkrut, pada waktu yang sama 
perusahaan-perusahaan minyak dan gas lain di dunia mendapat laba berlipat 
ganda. Bagaimana dengan para pembobol Pertamina, apakah mereka ditangkap dan 
dihukum adalah lelucon abdai.

 

http://www.thejakartapost.com/news/2016/10/15/pertamina-expects-jonan-to-create-efficient-investment-friendly-energy-sector.html

 


Pertamina expects Jonan to create efficient, investment-friendly energy sector


*         <http://img.jakpost.net/c/profile/picture/118/118.jpeg> 

Ayomi Amindoni 

The Jakarta Post 

Jakarta | October 15, 2016 | 09:43 am 

 

Jakarta | October 15, 2016 | 09:43 am 

  <http://img.jakpost.net/c/2016/10/14/2016_10_14_13855_1476433669._large.jpg> 
President Joko Widodo (second right) shakes hands with newly inaugurated Energy 
and Natural Resources Minister Ignasius Jonan at the State Palace in Jakarta on 
Friday, while the newly inaugurated deputy minister Arcandra Tahar (right) 
looks on. (Antara Photo/Yudhi Mahatma) 

State-run energy giant Pertamina is appraising the duo of Ignasius Jonan and 
Arcandra Tahar as new energy and natural resources minister and deputy 
minister, expecting them to solve the problems concerning oil and gas, 
especially those involving investment and efficiency.

Pertamina president director Dwi Soetjipto said two of the crucial jobs the two 
figures must undertake was to address the prolonged decline of oil production 
since 2001 and to revise the oil and gas law.

"Next is to solve the gas price problem, as often expressed by President [Joko 
"Jokowi" Widodo]: How to price gas so industry may attract more investments," 
he said after the inauguration ceremony at the State Palace in Jakarta on 
Friday.

Dwi, who was previously rumored to have been a candidate for the ministerial 
post, said Jonan's experience in various sectors and his assertiveness and 
Arcandra's technical experience in the energy sector would promote good 
teamwork.

Jonan’s experience and knowledge of the financial aspects, he continued, would 
be valuable in evaluating the existing cost recovery and boost efficiency in 
the oil and gas sector.

Newly appointed Energy and Mineral Resources Minister Ignasius Jonan said he 
was informed he would serve as the minister just two hours before the 
inauguration when he was given orders to reform the energy sector.

Jonan previously served as transportation minister before being removed from 
the post in the second reshuffle in July, just a few weeks after a public 
outcry over a 20-kilometer traffic gridlock at the Brebes toll road exit gate. 
(ags)

 



Kirim email ke