http://sp.beritasatu.com/home/panglima-tni-teroris-mulai-merekrut-anak-anak/117180

*Panglima TNI: Teroris Mulai Merekrut Anak-anak*

**
Jumat, 14 Oktober 2016 | 8:20

Ilustrasi Teroris [google] Ilustrasi Teroris [google]

Berita Terkait

 * Dituding Terkait FETO Turki, Sekolah Kesatuan Bangsa Akan Gugat
   Kedubes Turki
   
<http://sp.beritasatu.com/home/dituding-terkait-feto-turki-sekolah-kesatuan-bangsa-akan-gugat-kedubes-turki/116293>
 * IS Serukan Serangan Ramadan di AS dan Eropa
   
<http://sp.beritasatu.com/home/is-serukan-serangan-ramadan-di-as-dan-eropa/115281>
 * Diduga, Pesawat EgyptAir Hilang Akibat Teroris
   
<http://sp.beritasatu.com/home/diduga-pesawat-egyptair-hilang-akibat-teroris/115258>
 * Taiwan Catat 35 Terduga Teroris Asing
   <http://sp.beritasatu.com/home/taiwan-catat-35-terduga-teroris-asing/112064>
 * Polri Ingatkan Warga Jangan Bela Teroris
   
<http://sp.beritasatu.com/home/polri-ingatkan-warga-jangan-bela-teroris/110992>

[JAKARTA] Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengemukakan saat ini, para teroris sudah mulai merekrut anak-anak umur 10 tahun ke bawah untuk dilatih di Suriah, Irak dan Libya. Dikuatirkan setelah kembali ke Indonesia akan membangun jaringan membentuk sel-sel teroris.

"Kita harus waspada. Teroris terus mengembangkan sel-selnya," kata Gatot dalam keterangan pers yang diterima SP, Jumat (14/12) pagi.

Ia tidak menyebut data terkait kegiatan terbaru jaringan teroris tersebut. Dia juga tidak menyebut darimana data didapatnya. Dia hanya menjelaskan terorisme tidak sama dengan aksi kriminal. Teroris mengancam aturan sosial, keamanan individu dan keamanan nasional.

"Terorisme bukan perbuatan kriminal biasa, akan tetapi sebagai kejahatan terhadap negara," tegas Gatot.

Dia menambahkan, aturan hukum di Indonesia yang sangat lemah menyebabkan teroris terus tumbuh subur. Dia berharap segera ada perbaikan terhadap UU Terorisme. “Inilah yang membuat pelaku teror merasa nyaman di Indonesia. Hukum di Indonesia masih ada celah dan perlu adanya perubahan pendekatan dalam menghadapai tindakan terorisme yang sudah masif. Kita harus mengutamakan tindakan deteksi dan cegah dini," ujarnya.

Sebelumnya, pada pertemuan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj dan pengurusnya di Jakarta, Kamis (13/10), Gatot juga mengemukakan hal yang sama. Pertemuan dengan PBNU dalam rangka pelaksanaan shalawat satu milyar di beberapa daerah. Gatot mengatakan siap terlibat dalam kegiatan tersebut dan TNI mendukung penuh.

“Saya mengapresiasi shalawat satu milyar. Ini merupakan suatu kegiatan sangat bagus karena mengandung nilai tulus ikhlas demi keselamatan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Sementara Said Aqil mengatakan shalawat satu milyar dalam rangka penyelenggaraan Hari Santri yang diperingati 22 Oktober 2016 mendatang. Kegiatan digelar secara serentak dengan membaca Shalawat Nariyah satu milyar yang tersebar di sembilan wilayah Provinsi dan Kabupaten di Indonesia. Lokasinya yaitu Provinsi Nanggore Aceh Darussalam, Lampung, DKI Jakarta, Cilegon Banten, Garut Jawa Barat, Magelang Jawa Tengah, Lirboyo dan Sidogiri Jawa Timur, dan NTB.

Selain Shalawat satu milyar, akan dilaksanakan pula kirab Resolusi Jihad. Kegiatan itu sudah mulai dilaksanakan 13 Oktober 2016 mulai dari Banyuwangi Jawa Timur menuju Cilegon Provinsi Banten. Resolusi jihad NU merupakan salah satu bukti bahwa umat Islam Indonesia selalu menjadi garda terdapan dalam menjaga kedaulatan NKRI. [R-14]







Kirim email ke