http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/10/161011_indonesia_hakim_razia_hotel
 
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/10/161011_indonesia_hakim_razia_hotel

 Ditangkap di hotel 'bersama pasangan tak resmi', ketua Pengadilan Agama jadi 
perbincangan Rafki HidayatWartawan BBC Indonesia
 11 Oktober 2016
Kirim 
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/10/161011_indonesia_hakim_razia_hotel#share-tools
 
 Image copyrightYANSEN Perbincangan merebak di masyarakat, setelah ketua 
Pengadilan Agama Padang Panjang, Sumatera Barat, Elvia Darwati, terkena razia.
 Ia kedapatan berada di dalam sebuah kamar hotel dengan laki-laki yang bukan 
merupakan pasangan resminya.
 Cendikiawan muslim, Hamid Basyaib menyebut apa yang dilakukan ketua pengadilan 
itu ‘tidak pantas’.
 “Kalau dilakukan orang biasa, tindakan itu tidak pantas. Tapi karena dilakukan 
seorang ketua Pengadilan Agama, maka ketidakpantasannya berlipat ganda,” tutur 
Hamid.
 Anggota DPR Jepang mundur karena selingkuh 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160212_majalah_jepang_dpr Mitos 
dan fakta seks yang perlu Anda ketahui 
http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/07/160710_vert_fut_seks Elvia 
dirazia oleh petugas Satpol PP pada Minggu (09/10) dini hari di sebuah hotel 
melati di kota Bukittinggi, Sumatera Barat, sekitar 20 kilometer di utara 
Padang Panjang.
Image copyrightYANSENImage captionElvia Darwati dikabarkan baru menjabat ketua 
pengadilan agama Padang Panjang. Ketika berita razia ini mulai dimuat di portal 
berita lokal, keesokan harinya, Senin (10/10), Elvia memanggil Ketua Persatuan 
Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang, Syamsoedarman, ke kantornya.
 “Suasananya agak beda. Ada penjagaan dua Provost TNI Angkatan Darat,” tutur 
Syamsoedarman kepada BBC Indonesia, Selasa (11/10).
Image copyrightIWAN RAKELTAImage captionNama Elvia di daftar pimpinan 
pengadilan agama Padang Panjang. Dalam pembicaraan dengan Syamsoedarman, 
meskipun mengakui bahwa yang dirazia di Bukittinggi adalah dirinya, Elvia, 
mengklaim bahwa laki-laki yang bersamanya adalah keluarga suaminya.
 “Kata dia (Elvia), dia ke Bukittinggi sendiri, ada tugas. Lantas malamnya ada 
keluarga suaminya menginap di Bukittinggi. Dia datangi hotelnya. Dia lalu 
numpang ke kamar mandi. Hari sudah larut malam. Waktu itulah ada razia,” cerita 
Syamsoedarman menuturkan ulang perkataan Elvia kepadanya.
 Ketua PWI Padang Panjang menyebut Elvia berjanji akan memberikan konferensi 
pers setelah pertemuan, tetapi ‘diingkari’.
 “Tidak ada kontak,” pungkas Syamsoedarman.
 Suami-istri tanpa surat nikah Kepada Iwan Rakelta, wartawan di Bukittinggi, 
kepala Satpol PP Kota Bukittinggi, Syafnir, mengungkapkan Elvia, 49, ditangkap 
di dalam kamar lewat tengah malam bersama seorang 'laki-laki yang mengenakan 
sarung, tanpa baju. Yang perempuan (Elvia) masih berpakaian lengkap'.
 Ketika dimintai identitas, keduanya mengaku 'tidak memiliki KTP'. Mereka 
mengaku 'sebagai suami-istri' namun ketika ditanya surat nikah 'mereka tidak 
bisa menunjukkan'.
Image copyrightIWAN RAKELTAImage captionSyafnir, Kepala Satpol PP Bukittinggi. 
“Lalu kami lakukan cross-check, bertanya beberapa hal, apakah mereka benar 
menikah. Ketika ditanya berapa orang jumlah anak, siapa saja nama-nama anak, 
ternyata jawaban antara laki-laki dan perempuan itu berbeda,” tutur Syafnir.
 Elvia pun kemudian mengaku sebagai hakim Pengadilan Agama dan memperlihatkan 
'kartu identitas hakim' yang dibawanya.
 “Karena ini pelanggaran, tentu kita tidak membeda-bedakan. Makanya kita proses 
sesuai Perda.”
 Keduanya dikenai sanksi Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Ketentraman dan 
Ketertiban Umum dan dibawa ke kantor Satpol PP Bukittinggi.
Image copyrightYANSENImage captionPadang Panjang dikenal sebagai kota Serambi 
Mekah-nya Sumatera Barat. Di kantor inilah kemudian si laki-laki mengaku kalau 
'mereka belum menikah, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, masing-masing 
dalam proses perceraian'.
 Meskipun begitu, menurut Syafnir, Elvia bersikukuh bahwa 'mereka telah menikah 
secara agama'.
 Usai diproses lebih lima jam, keduanya dibebaskan setelah memilih opsi 
'membayar denda masing-masing Rp1 juta, daripada menyelesaikan kasus ini di 
pengadilan'.
 Jadi kontroversi Kabar dirazianya ketua Pengadilan Agama di kamar hotel ini 
menjadi menjadi pembicaraan hangat masyarakat Padang Panjang. Apalagi kota yang 
dikelilingi bukit dan gunung itu dikenal sebagai 'Kota Serambi Mekah'-nya 
Sumatera Barat.
 Jika berjalan-jalan di Padang Panjang, tulisan Asmaul Husna menghiasi pinggir 
jalanan kota. 'Kota Serambi Mekah' bahkan menjadi semboyan kota itu.
Image copyrightYANSENImage captionAsmaul Husna menghiasi jalanan kota Padang 
Panjang. “Padang Panjang itu kota kecil. Kalau ada pejabat agama yang dirazia 
di kasus seperti ini, itu aib besar,” ungkap seorang warga kepada BBC Indonesia.
 Turki melanjutkan 'pembersihan' di tubuh militer dan jajaran hakim 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160717_dunia_turki_penggerebekan 
Video seks tersebar, perempuan Italia bunuh diri 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/09/160916_majalah_wanita_italia_bunuhdiri
 Kepada Yansen, wartawan di Padang Panjang, warga bernama Fitra menyebut, “Dia 
(ketua Pengadilan Agama) harusnya mengayomi kita. Tapi malah dia yang berlaku 
seperti itu. Harusnya diberi sanksi sosial.”
 “Sangat kita sayangkan perilakunya. Akibatnya nanti adalah azab Allah SWT, dan 
khawatirnya ini bisa mengenai semua masyarakat,” tutur Safran, penduduk lokal.
Image copyrightYANSENImage captionGedung pengadilan agama Padang Panjang. 
Meskipun menyebut tindakan yang dilakukan ‘tidak pantas’, cendikiawan Hamid 
Basyaib, menekankan bahwa masyarakat juga harus melihat situasi ini dari sisi 
berbeda.
 “Kita harus realistis. Apa pun kedudukan, pangkat, status sosial dan ekonomi, 
pada awal dan akhirnya kita hanyalah manusia. Semua predikat itu tidak penting. 
Semua predikat itu tidak akan mampu mengubah watak dasar manusia,” tutur Hamid.
Image copyrightYANSENImage captionKota Padang Panjang memiliki populasi sekitar 
105.000 jiwa. Menurut Hamid, yang lebih penting adalah 'apakah dia dalam 
bertugas sebagai hakim memutuskan secara adil atau tidak'.
 Ditanya soal jabatan hakim Pengadilan Agama dan memiliki pilihan kehidupan 
yang bertolak-belakang, Hamid mengatakan, "Ya itu urusan pribadi dia.”

 

 

  • ... jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
    • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
      • ... Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45]
    • ... 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia]' ineng...@chevron.com [GELORA45]
    • ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke