2 Kadernya Ditangkap KPK, PDIP: Kami Terluka 
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/10/16/058812600/2-kadernya-ditangkap-kpk-pdip-kami-terluka

Minggu, 16 Oktober 2016 | 16:43 WIB 



TEMPO/ Machfoed Gembong

TEMPO.CO, Semarang - Pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Tengah 
terus menelusuri kasus dugaan suap yang dilakukan salah satu anggota Fraksi 
PDIP di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kebumen, yakni Yudhy Tri Hartanto. 

Ketua PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto menyatakan, belum bisa menentukan 
langkah apakah akan memberikan bantuan hukum terhadap Yudi ataukah tidak. “Saat 
ini, tim hukum PDIP masih melakukan observasi. Tim hukum akan mencermati dulu 
bagaimana duduk masalahnya,” kata Bambang kepada Tempo di Semarang, hari ini, 
16 Oktober 2016.

Hingga Ahad siang, Bambang mengaku belum mengetahui duduk perkara yang membelit 
Yudhy. PDIP tahu ada kadernya ditangkap KPK dari pemberitaan di media massa. 

Baca: Dua Pejabat Kebumen Jadi Tersangka, Bos OSMA Group Jadi DPO

Bambang mengatakan dia prihatin karena masih adanya suap-menyuap yang dilakukan 
anggota partainya. Padahal, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berkali-kali 
mengingatkan agar jangan ada lagi yang melakukan korupsi.

“Ibu Ketua Umum sudah berkali-kali bilang, stop.. stop.. stop (korupsi),” ujar 
Bambang. Nyatanya dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di 
Kebumen justru kader PDIP terjerat. “Jika kasus di Kebumen benar melibatkan 
kader PDIP maka ini akan melukai kami.” 

Simak: Kongres PSSI di Jakarta, Erwin Aksa Anggap Bukan Kendala

KPK menangkap beberapa pejabat Kabupaten Kebumen yang diduga terlibat suap 
kepada anggota DPRD Kabupaten Kebumen pada Sabtu lalu, 15 Oktober 2016. 
"Perkara ini berhubungan dengan masalah APBD yang ada di Kabupaten Kebumen, 
khususnya di Dinas Pendidikan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam 
keterangan persnya hari ini, 16 Oktober.

KPK resmi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini, yaitu Yudhy Tri 
Hartanto selaku Ketua Komisi A DPRD Kebumen dari Fraksi PDIP dan Sigit Widodo, 
PNS di Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen. KPK juga menyita uang tunai Rp 70 
juta dari tangan Yudhy.

Bahkan, ikut dicokok dua anggota DPRD Kebumen lainnya, yakni Dian Lestari dari 
Fraksi PDIP dan Suhartono dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Namun, Dian dan 
Suhartono masih berstatus saksi. Masih ada dua saksi lain yang diperiksa KPK, 
yakni Sekda Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo dan Salim, petinggi perusahaan anak 
usaha PT OSMA Group di Kebumen.

Baca: Cabuli 2 ABG Sekaligus, Buruh Ini Ditangkap

Dugaan suap itu bermula dari adanya komunikasi antara Sigit Widodo atau SGW, 
pegawai negeri di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, dan 
seorang pengusaha di Jakarta terkait dengan sejumlah proyek pengadaan buku, 
alat peraga, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Dinas 
Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kebumen senilai Rp 4,8 miliar.

Pengusaha itu diduga menjanjikan akan memberikan commitment fee 20 persen dari 
nilai anggaran Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga untuk pejabat eksekutif 
dan legislatif, jika disahkan dalam APBD Perubahan 2016. "DPRD Kabupaten 
Kebumen menetapkan APBD-P 2016 untuk Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga 
sebesar Rp 4,8 miliar yang akan dialokasikan untuk pengadaan buku, alat peraga, 
dan TIK," ujar Basaria.

Lebih lanjut, dia mengatakan ada kesepakatan terkait dengan besaran nilai 
komitmen yang dijanjikan antara pengusaha dan SGW. Mulanya, pengusaha itu 
menjanjikan sekitar Rp 960 juta, belakangan disepakati nilainya Rp 750 juta.

ROFIUDDIN








Kirim email ke