Wawancara dengan seorangaktivis Marxis Tiongkok (2)

                                      Oleh José Ruiz Andrés, 

                                     Beijing (China) 20/06/15


 
Gerakan Buruh


 
J.R. Andres: Dewasa ini situasi gerakan buruhdi Tkk sangat tegang  sejak 
RevolusiKebudayaan. Apa yang dapat diharapkan dari semua itu?


 
Hongbing: Sekarang ini, perjuangan kaumburuh semakin radikal, makin teguh dan 
terorganisasi lebih baik. Kamimenyaksikan berbagai pemogokan sangat besar dan 
terorganisasi dengan baik danberhasil mencapai kemenangan penuh atau parsial. 
Masalahnya adalah mereka tidak dapatmengembangkannya menjadi sebuah gerakan. 
Mayoritas perjuangan biasanya tidakbaik pengorganisasiannya, lagi pula punya 
tujuan jangka pendek dan pada umumnyabersifat defensif.

Saya coba jelaskan: protes dilakukan berdasarkan pada hukum, bukan 
padakebutuhan kaum buruh. Masalah lain adalah kaum buruh tidak mampu 
mempengaruhigenerasi buruh yang sekarang. Sejak tahun 1990, terdapat dua grup 
yang mengambil peran utama dalam protes: generasiburuh baru/muda dan kaum buruh 
lama/tua dari pabrik-pabrik Negara. Namunperjuangan mereka tidak pernah 
dihubungkan. 


 
Kaum Maois dan kaum kiri lebih berakar di kalangan buruh generasi lama.Hanya 
dalam tahun-tahun terakhir ini mereka mencoba melibatkan diri dalamperjuangan 
kaum buruh muda. Sudah tentu, situasinya makin lama makin baik danmemberi 
harapan, meskipun dalam jumlah belum menjadi sebuah kekuatan besar.Mahasiswa 
muda dan kaum kiri mendekatkan dirinya dengan kaum buruh bahkan pergike 
tempat-tempat kerja dan mencoba membantu kaum buruh untuk 
mengorganisasidirinya. Kami percaya dalam masa depan yang tak jauh akan ada 
perubahan besardalam perjuangan kaum buruh kiri dalam kualitas dan kuantitas.


 
Tatiana: Setelah PKT yang tadinya merupakanpelopor kelas buruh  berubah 
watakkelasnya, maka kaum buruh Tkk harus belajar berorganisasi dari nol untuk 
memperjuangkankembali hak-haknya yang dirampas oleh klik revisionis Deng 
Xiaoping. Dan inisudah tentu tidak mudah, karena dalam sosialisme, serikat 
buruh bukan sebuahorganisasi militan untuk menggulingkan pemerintah atau 
menuntut hak-hakekonomi, social dan demokratis. Hak-hak itu sudah diberi dan 
dijamin dalamkonstitusi RRT. Serikat buruh merasa kepentingan anggotanya tidak 
bertentangandengan kepentingan Negara sosialis ketika itu. Sekarang situasinya 
sudahberubah 180 derajat! Kaum buruh harus disadarkan akan kondisinya dan 
perankelasnya dalam sejarah. Penyadaran inilah yang sekarang dilakukan oleh 
kaumMaois dan kaum kiri di kalangan kaum buruh tua dan intelektual. Di sinilah 
artipenting dari teori revolusioner. Dari situ datangnya kekhawatiran 
danketakutannya kaum penguasa revisionis akan Marxisme dan FMTT. Itu 
jugapenjelasannya mengapa para pendukung “sosialisme dengan ciri Tkk” 
selalumengejek, mencemooh apa yang mereka anggap “dalil-dalil tua Marxis” dan 
selalumenolak untuk menyentuh apa lagi bicara tentang  analisa kelas, 
perjuangan kelas, nilai lebih,penghisapan, cara produksi dan lain sebagainya. 
Namun tugas penyadaran di Tkktidak lebih mudah dari pada di Indonesia. Karena  
Penguasa Tkk tidakkurang kejamnya dari penguasa negeri-negeri yang dikuasai 
oleh kaum kabir,komprador dan tuan tanah. Itu juga kira-kira sebabnya mengapa 
Hongbing harusmemakai nama samaran.


 
Tetapi apapun kesulitannya, tak peduli betapa besarnya bahayanya, tohkelihatan 
gerakan buruh Tkk perlahan-lahan tumbuh berkembang. Lubang kubur bagiklik 
penguasa revisionis, kaum kabir dan komprador akan semakin besar. Yap ThianHien 
ketika menentang SGT yang mendambakan masyarakat sosialis a la komunis 
tanpapenghisapan manusia oleh manusia, berkata, kalaupun bisa direalisasi, itu 
akanmakan jangka waktu panjang, mungkin 100 tahun bahkan 1000… 100 tahun 
memangjangka waktu panjang bagi manusia, tapi untuk sejarah tidak. Marx hidup 
dalamabad XIX, namun ajarannya tetap hidup sampai abad sekarang dan akan terus 
hidupdan digunakan oleh kaum revolusioner sebagai bimbingan dan senjata 
ampuhperjuangan rakyat pekerja. Hanya kaum revisionis, sosdem dan kaum Trotskys 
yangmencampakkan Marxisme.


 
J.R. Andres: Mungkinkah menciptakan kesadaran ideologi pada generasiburuh muda 
ini, pada “generasi kedua dari buruh migran pedesaan”? 


 
Hongbing: Disebabkan oleh urbanisasi,industrialisasi dan globalisasi 
kapitalisme, dewasa ini generasi muda dikalangan buruh migran pedesaan tidak 
dapat dan tidak ingin kembali ke desaasalnya, desa orang tuanya. Hari depan 
mereka adalah menjadi kaum proletar Tkkdan akan hidup di daerah perkotaan. Para 
pemuda ini punya gaya hidup sama,belajar di tempat sama, punya pengalaman kerja 
sama, bahkan bahasa danreferensi kebudayaan generasinya juga sama. Ideologi 
baru akan muncul darisitu. Tapi saya bertanya-tanya sendiri: apa kesadaran 
ideologi baru itu? Sayapikir kita bisa coba mengajukan sosialisme karena itulah 
komposisi pokoknya.


 
J.R.Andres: Orang bicara tentang sejumlah besar pemogokan danmanifestasi, tapi 
tak seorangpun yang bicara tentang presentase yang gagal.Orang juga bicara 
tentang sifat damai dari protes itu. Berapa persen?


 
Hongbing: Sangat sulit menangani dataapapun. Sebenarnya, angka-angka yang 
diberikan Buletin Buruh Tkk bahwa 80% daripemogokan atau aksi di bidang 
industri dilakukan dengan damai sangat sulit diverifikasi,karena tak diketahui 
jumlah tepat dari pemogokan dan juga tidak diketahuijumlah yang berhasil. Tapi, 
berdasarkan pada contoh-contoh yang diajukan, sayapikir sekitar 50% dari 
pemogokan itu berhasil secara parsial. Misalnya, kaumburuh sebuah pabrik 
tekstil di Guandong baru-baru ini berhasil dipenuhituntutannya setelah berjuang 
selama 10 bulan. Mereka memenangkan kompensasiuntuk relokasi pabrik, menerima 
upah yang terlambat dibayar dan mendapatbeberapa jaminan sosial.

  • [GELORA45] Wawancara den... Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke