Terus terang, saya tidak berkepentingan untuk membuktikan bahwa PKT masih tetap 
menempuh jalan SOSIALISME! Setiap orang boleh-boleh saja memandangnya dari 
berbagai sudut dan menyimpulkan sendiri sesuai pengamatannya, ... bagaimanapun 
kenyataan yang dijalankan Deng adalah pemaduan keunggulan kedua isme, 
sosialisme dan kapitalisme itu. Deng mempertahankan dan meneruskan keunggulan 
sosialisme dan dengan berani menerima bagian keunggulan kapitalisme. Jadi, 
memang dalam kenyataan seperti setengah-setengah, TIDAK SEPENUHNYA sama dengan 
Sosialisme masa Lenin dan Mao, tapi juga tidak sepenuhnya sama dengan negeri 
kapitalisme umumnya! Bagi sementara orang yang hanya terlihat kapitalisme RRT 
jadi menempuh jalan kapitalisme bahkan yang tidak berhasil melihat sisi 
komunisnya, sudah menyatakan komunis sudah mati di Tiongkok! 

Terserah sajalah, ... sementara adalah juga KENYATAAN yang tidak dapat 
disangkal keberhasilan RRT dalam membangun ekonomi, merubah Tiongkok yang 
miskin, terbelakang menjadi Tiongkok yang maju sekalipun belum bisa dibilang 
negara MAKMUR, tapi SEGERA (tahun 2020 nanti) akan mewujudkan satu negara 
berpenduduk 1,4 milyar yang bebas dari kemiskinan! Jadi, dalam 5 tahun 
mendatang ini menyelesaikan 50 juta rakyat tersisa yang masih tergoloong 
MISKIN! Saya melihatnya ini satu keberhasilan yang luar biasa dalam 
mengentaskan kemiskinan yang sangat parah dimasa tahun-tahun 1950-1970, ... 
Sekalipun di 30 tahun-pertama itu, harus dinyatakan Mao BERHASIL BESAR dalam 
menitik beratkan tugas dalam pembangunan dasar-ekonomi dan PERTAHANAN negara! 
Kata Hu Jintao dengan tandas, TANPA KEBERHASILAN Mao membangun dasar-ekonomi 
Tiongkok dengan baik, adalah tidak mungkin Deng bisa melaksanakan politik 
reformasi dan keterbukaan, dan tidak bisa mencapai kemajuan yang begitu 
dahsyatnya dalam 30 tahun terakhir ini!

Kemudian, saya masih ingin sekali lagi mengingatkan, bahwa adalah kenyataan 
dalam PKT ada 3 faksi, yang pertama kelompok Maois yang menghendaki 
mempertahankan bentuk sosialisme dimasa Mao, mungkin saja Hongbing tergolong 
dalam faksi ini, kemudian juga ada faksi aliran sosial-demokrat dan faksi 3, 
yang berkuasa sekarang ini yang kenyataan masih bisa menyatukan dengan 
menengahi kedua faksi yang ada itu! Jadi, kalau kalian perhatikan lebih jeli, 
diawal mula Deng menjalankan politik reformasi keterbukaan ditahun 80 itu, 
banyak kebablasan kekanan, lebih banyak menuruti aliran “Sosial-Demokrat”, baik 
dalam usaha menswastakan BUMN, berlakukan hukum PASAR bagi pendidikan/sekolah 
bahkan juga kesehatan/RS, ... akibatnya banyak rakyat BERTERIAK! Tapi, masih 
cukup BAGUS dengan ketegasan Deng, mempertahankan 4 PRINSIP, Menempuh jalan 
Sosialisme, Mempertahankan Diktatur Proletariat, Mempertahankan kepemimpinan 
PKT dan TETAP menjadikan ML-FMTT ideologi pembimbing! Kalau tidak begitu, 
barangkali sudah nyelonong terus menjadi tidak bedanya dengan sosial-demokrat 
di Eropah! Dan gejala inilah yang dilihat sangat serius oleh orang-orang macam 
Wertheim dan tidak sedikit kader tua PKT sendiri! TIDAK BISA diterima dalam 
akal sehat mereka! Keadaan menjadi lebih baik dengan diluruskannya kembali 
banyak masalah yang nyelonong kelewat BATAS! Khususnya setelah Xi-Li berhasil 
memegang pimpinan PKT, kembali berusaha menjamin seluruh rakyat Tiongkok bisa 
mendapatkan pekerjaan, bisa menikmati PENDIDIKAN sampai Universitas dan 
mendapatkan jaminan KESEHATAN/Pengobatan yang baik. Jadi, semeentara orang 
menyatakan dalam perjalanan sejarah PKT, terjadi 3 kali titik balik 
menyelamatkan PKT, Pertama dimenangkannya garis tepat Mao disidang Chunyi, 
tahun 1935, Kedua, dimenangkannya garis Deng ditahun 1979, dan Ketiga, 
dimenangkannya Xi-Li dalam kepemimpinan PKT yang dengan tegas menghajar 
koruptor! Dan, sekarang juga nampak makin banyak kata-kata dan Fikiran Mao 
digunakan dan dikumandangkan kembali, bahkan untuk mendidik dan meningkatkan 
KESADARAN mengabdi RAKYAT, ditegakkan kembali berteladan pada Lei Feng untuk 
rakyat biasa dan Jiao Yulu untuk pejabat yang bersih dan sepenuh hati mengabdi 
rakyat dimasa RBKP dulu itu!

Saya hendak menanggapi penyataan lebih 10 juta buruh/pekerja di PHK-kan di 
tahun 98-99 itu! Betul-betul anda hanya melihat dengan kacamata-KUDA dan tidak 
bisa gunakan otak sendiri! Bagaimana bisa buruh-buruh yang dipecat oleh 
Pemerintah! Cobalah sedikit gunakan otak berpikir, kalau saja memang pemerintah 
RRT begitu BUTUTnya, memecatin BURUH sampai lebih 10 juta jadi penganggur, apa 
dikira rakyat TIDAK BERONTAK, dan tentu akan meledak banyak kerusuhan sosial!!! 
Tapi, bagaimana kenyataan yang terjadi sesungguhnya? Ingat, yang bankrut itu  
bukan BUMN! Sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang bangkrut dan dianggap 
berguna untuk kepentingan rakyat, diteruskan dan kembali menjadi BUMN lagi! 
Sebetulnya krismon yang menerpa Tiongkok lebih serius dan dahsyat itu justru 
ditahun 2007-2008! Ada yang menyatakan, saat itu lebih 20 juta buruh/pekerja 
jatuh seketika menjadi penganggur, bahkan pemerintah RRT dikemplang dengan 
HUTANG termasuk hutang puluhan juta upah buruh itu, sedang pengusaha-pengusaha 
bangkrut itu banyak yang ditinggak kabur majikan! Itu kenyataan nyata yang 
TERJADI! Tapi dipihak lain, adalah juga kenyataan pemerintah Tiongkok tidak 
ambruk oleh karenanya, ini yang anda tidak berhasil melihat dan berani 
mengakui! Sekalipun sudah banyak negara KAGUM dengan kieberhasilan PKT 
menangani puluhan juta BURUH kehilangan pekerjaan dalam waktu serempak,  tapi 
tetap berhasil menyalurkan pekerjaan dalam waktu singkat! Didunia ini tidak ada 
keduanya, itu hanya PKT yang bisa, MAMPU dan berhasil mengatasinya dengan 
begitu indahnya!  Dimana keberhasilan PKT, ditahun 2008 itu bukan saja 
mengatasi gempa-bumi dahsyat di Wen Zhou, lalu kegiatan-kegiatan KERUSUHAN 
sparatisme ShinKiang yg sengaja dibangkitkan AS untuk mengganggu ketentraman 
Olympic-Beijing, ... bukankah akhirnya kenyataan DUNIA TERKAGUM-KAGUM dengan 
kedahsyatan PKT menguasai keadaan dan melangsungkan Olympic-Beijing 2008 itu 
dengan sukses besar!!!

Lalu, nenek edan yang satu ini berulang kali menyatakan buruh di Tiongkok sudah 
tidak ada jaminan kerja 8 jam lagi, ...! Apanya tidak ada jaminan 8 jam 
kerja??? Entah darimana berita ini didapatkan, dan anehnya kok bisa PERCAYA?! 
Sampai saya harus mengaduk-aduk UU Buruh yang berlaku di Tiongkok sekarang. 
Ternyata UU Buruh yang sudah ditetapkan, disahkan sejak 5 July tahun 1994 itu, 
JELAS ditentukan kerja buruh 8 jam, selebihnya harus dibayar lembur sesuai 
perjanjian bersama Pengusaha-Buruh dan jam kerja seminggu 40 jam saja. 
kelebihan JAM KERJA HARUS dibayar upah lembur! Akan dikenakan sanksi HUKUM bagi 
pengusaha yang melanggar HUKUM Perburuhan yang sudah ditetapkan ini. 

Sebaliknya, kalau saja anda jujur dan berani melihat kenyataan, JUSTRU dimasa 
RBKP itu karena pikiran begitu ekstrim-kirinya, banyak BURUH malah di PERAS 
harus bekerja lebih 8 jam sehari TANPA dibayar uang lembur sepeserpun! Ketika 
itu upah lembur dituduh rangsang materiil klas borjuasi. Klas Proletariat harus 
bekerja berdasarkan KESADARAN tinggi! Duuuuuh, ampuun! Upah BURUH sudah begitu 
kecil dan sangat minimnya, orang masih dituntut bekerja keras tanpa bayaran 
upah lembur! Sungguh kader-kader edan TEGA-TEGAnya melakukan PENGHISAPAN 
manusia atas manusia yang katanya harus dibasmi itu! Menjadi lebih Celaka semua 
dilakukan atas nama KESADARAN mengabdi rakyat, bekerja untuk NEGARA, membungkam 
buruh-buruh yang hendak PROTES! Dan, ... kenyataan semua itu dilaksanakan bukan 
hanya untuk sesaat kebutuhan darurat saja, tapi tanpa BATAS waktu tertentu! 

Salam,
ChanCT


From: Tatiana Lukman 
Sent: Monday, October 17, 2016 11:16 PM
To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD 
Cc: Roeslan ; Lusi.D ; Daeng ; Gol ; Mitri ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry 
Singgih ; Jonathan Goeij ; Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Ajeg ; Mang Broto ; 
Marsiswo Dirgantoro ; Billy Gunadi ; Bilven-Ultimus ; Boni Triyana ; Chan CT ; 
Hsin Hui Lin ; Kristian Ginting ; GELORA_In ; Djin Siauw ; Wuting301 
Subject: Wawancara dengan seorang aktivis Marxis Tiongkok (2)


                 Wawancara dengan seorang aktivis Marxis Tiongkok (2)
                                      Oleh José Ruiz Andrés, 
                                     Beijing (China) 20/06/15
 
Gerakan Buruh
 
J.R. Andres: Dewasa ini situasi gerakan buruh di Tkk sangat tegang  sejak 
Revolusi Kebudayaan. Apa yang dapat diharapkan dari semua itu?
 
Hongbing: Sekarang ini, perjuangan kaum buruh semakin radikal, makin teguh dan 
terorganisasi lebih baik. Kami menyaksikan berbagai pemogokan sangat besar dan 
terorganisasi dengan baik dan berhasil mencapai kemenangan penuh atau parsial. 
Masalahnya adalah mereka tidak dapat mengembangkannya menjadi sebuah gerakan. 
Mayoritas perjuangan biasanya tidak baik pengorganisasiannya, lagi pula punya 
tujuan jangka pendek dan pada umumnya bersifat defensif.
Saya coba jelaskan: protes dilakukan berdasarkan pada hukum, bukan pada 
kebutuhan kaum buruh. Masalah lain adalah kaum buruh tidak mampu mempengaruhi 
generasi buruh yang sekarang. Sejak tahun 1990,  terdapat dua grup yang 
mengambil peran utama dalam protes: generasi buruh baru/muda dan kaum buruh 
lama/tua dari pabrik-pabrik Negara. Namun perjuangan mereka tidak pernah 
dihubungkan. 
 
Kaum Maois dan kaum kiri lebih berakar di kalangan buruh generasi lama. Hanya 
dalam tahun-tahun terakhir ini mereka mencoba melibatkan diri dalam perjuangan 
kaum buruh muda. Sudah tentu, situasinya makin lama makin baik dan memberi 
harapan, meskipun dalam jumlah belum menjadi sebuah kekuatan besar. Mahasiswa 
muda dan kaum kiri mendekatkan dirinya dengan kaum buruh bahkan pergi ke 
tempat-tempat kerja dan mencoba membantu kaum buruh untuk mengorganisasi 
dirinya. Kami percaya dalam masa depan yang tak jauh akan ada perubahan besar 
dalam perjuangan kaum buruh kiri dalam kualitas dan kuantitas.
 
Tatiana: Setelah PKT yang tadinya merupakan pelopor kelas buruh  berubah watak 
kelasnya, maka kaum buruh Tkk harus belajar berorganisasi dari nol untuk 
memperjuangkan kembali hak-haknya yang dirampas oleh klik revisionis Deng 
Xiaoping. Dan ini sudah tentu tidak mudah, karena dalam sosialisme, serikat 
buruh bukan sebuah organisasi militan untuk menggulingkan pemerintah atau 
menuntut hak-hak ekonomi, social dan demokratis. Hak-hak itu sudah diberi dan 
dijamin dalam konstitusi RRT. Serikat buruh merasa kepentingan anggotanya tidak 
bertentangan dengan kepentingan Negara sosialis ketika itu. Sekarang situasinya 
sudah berubah 180 derajat! Kaum buruh harus disadarkan akan kondisinya dan 
peran kelasnya dalam sejarah. Penyadaran inilah yang sekarang dilakukan oleh 
kaum Maois dan kaum kiri di kalangan kaum buruh tua dan intelektual. Di sinilah 
arti penting dari teori revolusioner. Dari situ datangnya kekhawatiran dan 
ketakutannya kaum penguasa revisionis akan Marxisme dan FMTT. Itu juga 
penjelasannya mengapa para pendukung “sosialisme dengan ciri Tkk” selalu 
mengejek, mencemooh apa yang mereka anggap “dalil-dalil tua Marxis” dan selalu 
menolak untuk menyentuh apa lagi bicara tentang  analisa kelas, perjuangan 
kelas, nilai lebih, penghisapan, cara produksi dan lain sebagainya. Namun tugas 
penyadaran di Tkk tidak lebih mudah dari pada di Indonesia. Karena  Penguasa 
Tkk tidak kurang kejamnya dari penguasa negeri-negeri yang dikuasai oleh kaum 
kabir, komprador dan tuan tanah. Itu juga kira-kira sebabnya mengapa Hongbing 
harus memakai nama samaran.
 
Tetapi apapun kesulitannya, tak peduli betapa besarnya bahayanya, toh kelihatan 
gerakan buruh Tkk perlahan-lahan tumbuh berkembang. Lubang kubur bagi klik 
penguasa revisionis, kaum kabir dan komprador akan semakin besar. Yap Thian 
Hien ketika menentang SGT yang mendambakan masyarakat sosialis a la komunis 
tanpa penghisapan manusia oleh manusia, berkata, kalaupun bisa direalisasi, itu 
akan makan jangka waktu panjang, mungkin 100 tahun bahkan 1000… 100 tahun 
memang jangka waktu panjang bagi manusia, tapi untuk sejarah tidak. Marx hidup 
dalam abad XIX, namun ajarannya tetap hidup sampai abad sekarang dan akan terus 
hidup dan digunakan oleh kaum revolusioner sebagai bimbingan dan senjata ampuh 
perjuangan rakyat pekerja. Hanya kaum revisionis, sosdem dan kaum Trotskys yang 
mencampakkan Marxisme.
 
J.R. Andres: Mungkinkah menciptakan kesadaran ideologi pada generasi buruh muda 
ini, pada “generasi kedua dari buruh migran pedesaan”? 
 
Hongbing: Disebabkan oleh urbanisasi, industrialisasi dan globalisasi 
kapitalisme, dewasa ini generasi muda di kalangan buruh migran pedesaan tidak 
dapat dan tidak ingin kembali ke desa asalnya, desa orang tuanya. Hari depan 
mereka adalah menjadi kaum proletar Tkk dan akan hidup di daerah perkotaan. 
Para pemuda ini punya gaya hidup sama, belajar di tempat sama, punya pengalaman 
kerja sama, bahkan bahasa dan referensi kebudayaan generasinya juga sama. 
Ideologi baru akan muncul dari situ. Tapi saya bertanya-tanya sendiri: apa 
kesadaran ideologi baru itu? Saya pikir kita bisa coba mengajukan sosialisme 
karena itulah komposisi pokoknya.
 
J.R.Andres: Orang bicara tentang sejumlah besar pemogokan dan manifestasi, tapi 
tak seorangpun yang bicara tentang presentase yang gagal. Orang juga bicara 
tentang sifat damai dari protes itu. Berapa persen?
 
Hongbing: Sangat sulit menangani data apapun. Sebenarnya, angka-angka yang 
diberikan Buletin Buruh Tkk bahwa 80% dari pemogokan atau aksi di bidang 
industri dilakukan dengan damai sangat sulit diverifikasi, karena tak diketahui 
jumlah tepat dari pemogokan dan juga tidak diketahui jumlah yang berhasil. 
Tapi, berdasarkan pada contoh-contoh yang diajukan, saya pikir sekitar 50% dari 
pemogokan itu berhasil secara parsial. Misalnya, kaum buruh sebuah pabrik 
tekstil di Guandong baru-baru ini berhasil dipenuhi tuntutannya setelah 
berjuang selama 10 bulan. Mereka memenangkan kompensasi untuk relokasi pabrik, 
menerima upah yang terlambat dibayar dan mendapat beberapa jaminan sosial.

Kirim email ke