Am Thu, 20 Oct 2016 12:04:35 +0530 schrieb Hsin Hui Lin <[email protected]>:
LIN: > Bg. Lusi, > BAGIMANA, BAGIMANA? > LUSI: Nggak perlu ngomyang! LIN: > > *" Rakyat yang sudah sadar dan tahu penyebab**penindasan ini akan > bangkit melawannya.:"* > Huebat, huebat....tapi BAGIMANA? BAGIMANA, beli petunjuk dan pimpin > dong?- rethorik KOSONG! > Nah bg. dgn pengetahuan bg yn mendalam tentang ML....bagimankah > pikiran bg. agar klas proletariat/klas yg dihisp bisa dgn sukses > menubangkan klas penghisp dan klas berkuasa yg bersandar pada klas > penghisap yg bg jelaskan dalam tulisan terachir. LUSI: Maksud bung disini sekali dihisap tidak mungkin menghancurkan sistim penghisapan itu? ML itu ilmu pengetahuan sosial yang memihak pada klas tertindas dalam masyarakat berklas untuk melenyapkan sistim penghisapan manusia terhadap manusia. Bahwa sekarang belum terwujud bukan berarti tidak mungkin tidak terwujud. Proses perjuangan kemanusiaan ini masih terus berlangsung tidak tergantung bung ngerti atau tidak dan sudah merasa puas dengan kemapanan hidup bung. LIN: > Bg sekarang bermukim di Jerman, negara yg ekonominya terkuat dalam EU, > Eropah....apa sih dasarnya Jerman bisa mencapainya? Kalau nada ada > kesempatan atau diberi kesempatan....apakah yg anda anjurkan pada > kelas buruh Jerman?? LUSI: Yang saya ketahui persis mengapa banyak sarjana dari Indonesia lulusan blok timur mendapatkan izin tinggal di Jerman Barat atau di negeri Eropabarat lainnya a.l.informasi dari Kedutaan Jerman Barat di Jakarta yang menjelaskan: memang sebagian besar para sarjana yang menamatkan studinya di blok timur kiriman jamannya Bung Karno yang sudah pulang itu dan bekerja sesuai kecakapan yang dimilikinya pada ditangkapi oleh rezim Suharto tanpa alasan dan terancam jiwanya, termasuk yang akan pulang. Katanya bung studinya di Moscow, tapi ini aneh kalau bung tidak pernah mengerti berita semacam ini. LIN: > Kenapa rakyat Jerman Timur yg "makmur dan Damai" merobohkan Tembok > Berlin....kenapa? Apakah karena hasutan barat dan subversi > barat....memeng ini pasti ada, tetapi bukan faktor utama.....nah > kalau anda ada pilihan, anda akan pilih sisitim Jerman Timur dimana > bg pernah bermukim atau Jerman tg sekarang ini., yang jujur > ajaaa ....??? LUSI: Mempersoalkan robohnya Tembok Berlin itu tidak terpisah dengan situasi internasional setelah PD-II dan bubarnya Uni Soviet. Itu kapitel lain. Jangan sekedar memamah-biak obrolan mainstream barat saja. Mengapa bung tidak menggunakan pengetahuan tingkat kesarjanaan hasil belajar di tingkat universitas untuk menganalisa situasi ketika itu? Kan lebih berguna kalau mempelajari mengapa sampai pernah dianggap perlu ada tembok itu, paling tidak untuk mencerdaskan pengetahuan sendiri. Bung kan tahu persis bahwa perbatasan antara yang dulu disebut blok sosialis dan blok imperialis di dunia itu identik dengan terbelahnya menjadi dua wilayah bekas Jerman-Nazi itu dengan perbatasan yang hadap-berhadapan dari ujung atas sampai perbatasan paling bawah antara Jermantimur dan Jermanbarat sebagai akibat Perang Dunia Kedua. Bung pernah mempelajari perdebatan antara Stalin dan dedengkot barat macam Churchill ttg bagaimana kelanjutan Jerman setelah selesai PD-II di Konferensi Potsdam? Pelajarilah sejarah dng membaca protokol pembicaraan dalam Konferensi Potsdam antara 3 negara pemenang PD-II untuk menyimpulkan sendiri apa yang diartikan kontradiksi dasar antara imperialisme dan sosialisme di dunia sekarang. Ini yang menjadi cikalbakal pelaksanaan perang dingin. Tambahan. Bung pernah dengar apa yang disebut dengan Hallstein-Doktrin dan apa pengaruhnya terhadap Republik Indonesia terutama di bidang politik luarnegerinya dan khususnya hubungan RI dengan Jermanbarat dan DDR? Baiklah saya jelaskan fakta sejarah yang ada untuk menambah pengetahuan bung yang sumbernya hanya dari pihak kubunya kaum nekolim itu saja. Doktrin Hallstein adalah suatu doktrin politik luarnegeri Republik Federasi Jerman (Baratbarat,-L) periode 1955 sampai 1969. Doktrin itu menyatakan, bahwa pengakuan hubungan diplomatik terhadap Republik Demokrasi Jerman (Jermantimur,-L) oleh negeri ketiga harus dipandang sebagai "tindakan yang tidak bersahabat" („unfreundlicher Akt“) dengan Republik Federasi Jerman. Bhs. aslinya: <<Die Hallstein-Doktrin war eine außenpolitische Doktrin der Bundesrepublik Deutschland von 1955 bis 1969. Sie besagte, dass die Aufnahme diplomatischer Beziehungen zur Deutschen Demokratischen Republik durch Drittstaaten als „unfreundlicher Akt“ gegenüber der Bundesrepublik betrachtet werden müsse>>. Inilah juga sebabnya mengapa jamannya Bung Karno hubungan RI dengan DDR baru sampai ke taraf Konsulat Jendral yang ada di Berlin, sedang tingkat Kedutaannya dirangkap oleh KBRI Praha, di Cekoslowakia waktu itu. Walaupun begitu doktrin itu bagi kami yang sedang studi di Eropa samasekali tidak mengganggu saling hubungan baik yang di timur maupun yang di barat. Kembali mengapa kebarat. Orang bertempat tinggal di negeri asing itu banyak dasarnya. Ketika jamannya Bung Karno sudah dikup oleh Harto dan sistim di dunia masih ada blok barat-timur dulu, komunikasi ke Indonesia yang dari blok timur diamat-amati oleh aparat rezim fasis Suharto. Salah-salah keluarga yang di tanahair bisa di"amankan" tanpa sebab. Masak yang fundamental semacam ini kok bung nggak ngerti? Namun demikian saya juga bisa memaklumi kalau ada juga perkecualian terutama bagi mereka yang mempunyai koneksi khusus hingga bisa terlindung dari pengawasan Bakin istilah waktu itu. LIN: > Sebagai siswa saya pernah di moscow,....dan pernah selama dua minggu > di kolhos...kooperasi pertanian dan bisa melihat dengan mata sendiri > kehidupan rakyat "biasa" di moscow atau di kolhos.- tak per4lu saya > jelaskan, sudah pernah saya tulis. LUSI: Lalu konsep bung untuk memperbaiki kehidupan di kolhos apa lebih hebat ketimbang tesisnya Lenin atau Stalin? Kenapa bung tidak berpikir bahwa dalam keadaan demikianpun sistim di sana mampu memberi pendidikan dan menghidupi bung hingga jadi seperti sekarang ini? Emangnya bung bayar berapa sih supaya bisa studi di Uni Soviet ketika itu? Sudah lama tinggal di Moscow kok nggak ngerti persoalan perjuangan memenangkan sistim sosialis atau kapitalis di sana. Walaupun tidak harus setuju dng sistimnya, itu bisa saja; mestinya kan lebih menarik untuk dijadikan obyek studi dan pembandingan. Kalau cerita ttg penderitaan yang masih ada itu kan cari saja di sumber berita mainstream terutama dari barat banyak sekali. Bahkan ada seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas yang katanya "lari" dari Moskow dan setelah sampai di Jermanbarat menjelek-jelekkan Almamaternya sendiri maupun Uni Soviet untuk dijadikan bahan propaganda barat yang pernah juga dimuat dalam majalah Der Spiegel. Memang tingkah laku dia untuk mengemis dolar berhasil deh. Bung apa tidak pernah ikut seminar tahunan musim panas yang bergilir di negeri-negeri barat dan timur bergiliran yang diselenggarakan oleh BK-PPI se-Eropa untuk saling belajar pengalaman di masing-masing negeri tempat studinya, baik yang di barat maupun yang di timur yang diadakan para mahasiswa kiriman jamannya Bung Karno dalam menggunakan periode liburan musim panas dan menyimpulkan gagasan hasil seminar yang nantinya untuk disumbangkan sbg hasil pengalaman menimba ilmu dan keahliannnya untuk kesejahteraan tanahair Indonesia? Pertanyaan ini saya ajukan karena dalam memandang kenyataan sejarah timbulnya blok timur dan barat itu seperti koran mainstream di negeri-negeri barat saja. LIN: > Di RRT,saya tinggal di "desa"...yang dikeliling desa komune > rakyat....kalau ada yg bilang para petani hidup makmur, maka ia seorng > pendusta besar...ntah kesan bung?! LUSI: Pengertian makmur untuk bung itu apa? Pada masa sampai RBKP pendapatan kaum pekerja antara paling bawah dan paling atas tidak lebih dari tujuh skala gaji dan terbuka pada semua lapisan masyarakat. Sebagai pendukung Deng bung bisa sebutkan sekarang berapa perbedaan pendapatan rata-rata antara kaum buruh biasa dengan si penguasa di negara itu? Kok katanya di negeri macam sosialis, tapi ada orang punya pendapatan hingga sampai menjadi bilioner. Kalau tidak memeras, menghisap, spekulasi, membunuh, merampok atau korupsi darimana asal-muasal kekayaan manusia macam itu? Bung ikut bangga atas jenis-jenis pemerasan itu gara-gara bung pernah di RRT dan bedrlagak lebih mengerti urusan "kemelaratan" rakyat?? LIN: > Apakah pengorbanan 35 juta rakyat Tiongkok untuk membebaskan diri dari > imperialisme, kapitalisme, tuan tanah....berachir dengan tidur dengan > perut setengah kosong. cuukp dengan diisi dengan semboyan dan > tumpukan buku2 ML ajaaa. LUSI: Pertanyaan ttg apa yang bung sebutkan korban 35 juta rakyat Tiongkok tidak juga dijelaskan. Apa maksudnya biar saja rakyat ditindas dan membebaskan diri dari imperialiasme, kapitalisme dan tuantanah itu bukan untuk kepentingan rakyat? Lalu ketika di RRT apa perbuatan bung untuk mengutarakan pikiran yang bung peragakan ini? Kan ketika RBKP orang dijamin dan dianjurkan mengkritik kaum kapitalis birokrat penempuh jalan kapitalis. Kenapa bung tidak ikut langsung terjun dalam Revolusi Besar Kebudayaan Proletar yang pertama di RRT supaya rakyat Tiongkok tidak mengalami seperti apa yang bung sebut sebagai "....berakhir dengan tidur dengan perut setengah kosong. cuukp dengan diisi dengan semboyan dan tumpukan buku2 ML ajaaa."? LIN: > wah kalu begitu, kan Amerika ndak usah memindahkan titik kekuatan > militernya ke Asia dan mempertahankan hegemoninya atas seluruh dunia > dan bg, yang menghujat Deng habis2an,jelas sekali, langsung atau tak > langsung, sadar atau tidak sadarhakekatnya berpihak pada > Imperialis Amerika, YA BIAR TKK TETAPI NEGARA TERBELAKANG DAN LEMAH > EKONOMI DAN KEMILITERANNYA ..... nah siapa yang pada hakekatnya > berpihak pada Amerika, pada imperialism ...Deng atau anda sendiri - > dibelakang kedok teori2 ML??!!! LUSI: Oh kalau begitu langsung tidak langsung Mao Tsetung berpihak ke imperialis AS, sedang si Deng itu langsung tidak langsung ke rakyat Tiongkok? Pantesan banyak miliarder di RRT sekarang. Bung kecipratan kapitalnya taipan itu apa kok getol sekali berpihak pada si Deng itu? Emangnya waktu itu bung sudah bilang Deng wansue? LIN: > > Duluan sudah saya tuliskan, teori apapun berkembang terus, apakah > teori pure science atau teori ML...yng ditambah dgn FMTT.....dan ini > akan terus berkembang, baru akan punah kalau dunia kita lenyap > tersedot black hole. Lin LUSI: Nilai black hole itu baru hipotese. Bukan science. Anggap saja dongeng. Bung membicarakan hal yang menyangkut ilmu sosial. Tapi sulit mengemukakan apa yg disebut pandangan lebih maju dalam pengertian sejarah perkembangan berdasar tinjauan ilmu pengetahuan sosial. Jadi, bung bisa hafal teks-teksnya ML itu, lalu bung langsung menganggap diri bung ngerti semuanya. Terus berlagak menilai orang lain itu ML atau tidak ML dsb. Bahwa pengertian ML atau tidaknya seseorang itu bukan orang-perorang yang menentukan, kayaknya sulit masuk pengertian bung yah. Ok-deh saya maklumi dan sukur-sukur sajalah. Lusi.- > > > > > > > 2016-10-19 16:25 GMT+05:30 Lusi D. <[email protected]>: > > > Wah bung Lin lihay memainkan semantisme dengan berulang-ulang minta > > apa yang disebut resep jadi ML. "Terus bagimana (istilah yang betul: > > bagaimana) terusnya?" kan itu inspirasi asli bung tokh. Bung sengaja > > menghapus jawaban saya bahwa pimpinan itu lahir dalam kancah > > perjuangan. Itulah jawaban saya yang terkandung dalam > > pertanyaan-pertanyaan bung yang diawali dengan kata "gimana-gimana" > > itu. > > > > Sekarang mengenai msl "gagasan OBOR, AIIB, New Development bank > > BRICS" dsb. Politik luarnegeri suatu negeri itu merupakan > > pencerminan situasi politik dalamnegri. Nilai lebih yang dirampas > > dari hasil kerja kaum buruh dan klas pekerja lainnya sudah terpusat > > pada sejumlah kecil kaum oligraki finans. Dan si taipan-taipan > > itulah hakekatnya yang menentukan politik negara RRT itu. Sedang > > msl yang bung sebut itu kan urusan lapisan orang-orang berduit yang > > berada di negara itu. Apa bung sudah bergabung disana? > > > > Nah kembali pada asal muasal diskusi ini, pada pendapat bung: > > " . . . berdirinya RRT di bawah pimpinan PKT dan Mao. Tugas > > membangun lebih lanjut, memperkuat petahanan nasional, meningkatkan > > tingkat hidup rakyat....itu adalah tugas yg dipikul pimpinan yg > > berikutnya, dan kini adalah Xi Jingping dan pemerintahannya dan > > ukurannya adalah HASIL nya,. . . ". > > Pertanyaan saya: HASILNYA UNTUK SIAPA? Untuk klas mana? Yah untuk > > si taipan-taipan itu. Tapi kenapa bung merasa kena sasaran kemudian > > naik pitam terhadap pendapat dan sikap maupun kritik dari sementara > > diskutan yang bung sebut "dengan rhetorik REMO, SOSIAL DEMOKRAT" > > itu. > > > > Berita aktual yang saya lanjutkan bisa bung ikuti ttg taipan-taipan > > yang di belakang persoalan apa yang disebut soal reklamasi di DKI > > sekarang ini. > > > > Kalau yang bung maksud pada mereka yang sedang berdiskusi dengan > > argumen kanyataan historis ttg perjuangan Lenin dan Mao Tsetung > > dalam menegakkan kediktaturan proletariat, bung salah alamat. > > Justru dengan adanya diskusi ini para pembaca menjadi lebih jelas > > lagi dalam membaca makna karya mereka itu dan saling hubungannya. > > Dengan membaca karya mereka secara tidak langsung belajar dari > > praktek. Karena itulah satu-satunya metode untuk mengerti peristiwa > > sejarah perjuangan rakyat pekerja yang pernah berhasil dan hubungan > > kelanjutannya. > > > > Sampai sekarang bung belum menjawab pertanyaan saya siapa yang > > berhasil atau gagal dalam kalimat bung sendiri: "... Biarlah rakyat > > TKK sendiri yg mengukurnya apakah revolusi mereka, yang telah > > memakan korban lebih dari 35 juta, berhasil atau gagal." > > Saya tambah lagi pertanyaan itu "korban lebih dari 35 juta." itu > > korban yang mana dan pada periode sejarah Tiongkok yang mana yang > > bung maksud? > > > > Uraian Bung menunjukkan keinginan untuk menegakkan pandangan > > pokoknya mendukung siapa yang kuasa di Tiongkok. Tanpa membedakan > > pengertian antara pejabat tertinggi negara dan seorang pemimpin. > > Yang ini kan sama dengan sikap yang tidak membedakan watak > > kekuasaan jaman Bung Karno dengan jaman fasis Suharto sekarang ini. > > Tidak lagi dengan analisa materialisme dialektika dan historis, > > tidak membedakan mana sebab dan mana akibat. Politik semacam ini > > sifatnya kan metafisis dan pencerminan pandangan ilmunya kaum > > konservartif yang jauh ketinggalan sekali. > > > > Dari kalimat uraian ini ada bagian yang bung lewati. Yaitu periode > > sajarah Tiongkok dalam proses perubahan kwalitet kediktaturan dari > > proletar yang berbalik kembali ke hakekat kediktaturan borjuasi > > dengan dedengkotnya Deng Xiaophing. Sementara itu bung > > menggambarkan kekuasaan di Tiongkok dengan sekedar dukungan bung > > pada siapa yang menjadi presiden. Sudah beralih analisanya tidak > > lagi pada hakekat kekuasaan yang mengendalikan arah tujuan > > pembangunan negara RRT seperti pada awal berdirinya. > > > > > > > > > > > > > > Am Mon, 17 Oct 2016 19:25:51 +0530 > > schrieb Hsin Hui Lin <[email protected]>: > > > > > Nah kan jelas kan bahwa ML itu berkembang sesuai dgn perkembangan > > > masyarakat, bukannya seperti bocah cilik melihat TKK menjalankan > > > reformasi dan meningktan tingkat kehidupan rskyat lalu dicap REMO, > > > pengchianatan t3rhadap ajaran Mao, dan macam2 . Bentuk perjuangan > > > bukannya perang atau pembrontakan bersenjata, tetapi program > > > perkembanga ekonomi berbagai negara yg yg membebaskan rakyat dgn > > > memperbaiki ekonomi negara mereka...TKK tak bisa melancarkan > > > gagasan OBOR, AIIB, New Development bank BRICS kalau ekonomi TKK > > > sendiri lemah, rakyat hidup dalam kemiskinan. Minta bukti hasil > > > konsep2 ini, ini kan program jangka panjang dan bukannya beri > > > konsep dan keluarkan uang, terus pasti jadi, situasi keadaan > > > setiap negara, politik, keamanan, sistim pemerintahan, nagara yg > > > korup, dll adalah faktor utama sampai dimana akan > > > berhasildisetiap negara. Terlalu luas untuk mendetail dlm tulisan > > > ini....nah apakah konsep ini menggantikan perjuangan bersenjata > > > dalam perjuangan klas...dimana perjuangan bersenjata terbukti tak > > > berhasil setelah Vietnam, Kuba ....lalu apa alternatifnya??? > > > Anda ada gagasan lain? Lin > > > > > > On Oct 17, 2016 1:47 PM, "Lusi D." <[email protected]> wrote: > > > > > > > Oh bung Lin menunggu resep jadi untuk pelaksanaan ML masalah > > > > perlawanan revolusioner toh? Kalau itu yang dinantikann ya nggak > > > > mungkin datang. Wong mdh itu bukan dogma. ML itu adalah ilmu. > > > > Yang disebut belajar teori ML terutama sejarah perjuangan klas > > > > itu yah tidak seperti murid belajar teks buku di ruang klas itu > > > > dong. Rakyat sendiri yang akan memberikan jawaban pada kaum > > > > reaksioner dalamnegri maupun imperialis. > > > > > > > > Nah seperti bung tanjakan dibawah, bagaimana setelah rakyat > > > > sadar, artinya kelanjutannya; akan ditentukan oleh hasil > > > > perjuangan rakyat sendiri dan dalam perjuangan itulah nanti > > > > akan lahir pimpinan mereka yang mampu menentukan bentuk > > > > perjuangan apa yang diperlukan supaya bisa menang dalam melawan > > > > kaum reaksioner dalam negeri. > > > > > > > > Nah sekarang bagaimana jawaban untuk pertanyaan saya yang lalu? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Am Sun, 16 Oct 2016 15:49:26 +0530 schrieb Hsin Hui Lin > > > > <[email protected]>: > > > > > > > > > Setelah berhasil menyadarkan rakyat dan meningkatkan > > > > > kesadaran rakyat lalu apa tindakkan selanjutnya, jalan damai > > > > > atau melalui perjuangan bersenjata. Jalan damai...bisakah? > > > > > bagimana di Indonesia, kenapa Suharto berhasil mendirikan > > > > > rezim Suharto_? .. apa .melalui perjuangan bersenjata?, sejak > > > > > Kuba, vietnam....ada contoh lain? Lalu bagimana melenyapkan > > > > > klas2 yg berkontradiksi, klas penghisap dan klas yg dihisap, > > > > > menghapuskan klas penghisap......BAGIMANA?BAGIMANA? Yg benar2 > > > > > menurut pandangan ML dr sementara pendapat....MLisme yg > > > > > benar2 dipraktekkan dan BERHASIL NYATA, bukan yg hanya > > > > > ber_teori2 ajaa, bukankah sebaiknya yg berpendapatkan itu > > > > > menceburkan diri dalam praktek konkrit dilapangan perjuangan > > > > > klas itu? Nah BAGIMANA yaa? Lin > > > > > > > > > On Oct 16, 2016 2:01 PM, "Lusi D." <[email protected]> wrote: > > > > > > > > > > > Kan sudah saya jawab. Bentuknya memperkenalkan pengalaman > > > > > > dari yang sukses menghancurkan kekuasaan imperialis dan kaum > > > > > > reaksioner dalam negeri di negeri-negeri itu dan mengambil > > > > > > pengalaman mereka hingga yakin mengapa bisa sukses. Rakyat > > > > > > yang sudah sadar dan tahu penyebab penindasan ini akan > > > > > > bangkit melawannya. Apa bung tidak bisa menangkap jawaban > > > > > > saya yang lalu itu? Kan sudah saya kemukakan, yang mampu > > > > > > menjawab pertanyaan bung itu yah rakyat yang sudah bangkit > > > > > > kesadarannya. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Am Sun, 16 Oct 2016 07:38:28 +0530 > > > > > > schrieb Hsin Hui Lin <[email protected]>: > > > > > > > > > > > > > looo pertanyaan saya belum dijawab , BAGIMANA???? Itu > > > > > > > dululah! > > > > > > > > > > > > > > 2016-10-15 22:16 GMT+05:30 Lusi D. <[email protected]>: > > > > > > > > > > > > > > > Jadi yang dikemukakan dlm kalimat berikut "Tugas > > > > > > > > membangun lebih lanjut, memperkuat petahanan nasional, > > > > > > > > meningkatkan tingkat hidup rakyat....itu adalah tugas > > > > > > > > yg dipikul pimpinan yg berikutnya, dan kini adalah Xi > > > > > > > > Jingping dan pemerintahannya dan ukurannya adalah HASIL > > > > > > > > nya, bukannya diukur dengan rhetorik REMO, SOSIAL > > > > > > > > DEMOKRAT -oleh yg tak memberi kontribusi apa2 kecuali > > > > > > > > triakan di udara kosong. .. Biarlah rakyat TKK sendiri > > > > > > > > yg mengukurnya apakah revolusi mereka, yang telah > > > > > > > > memakan korban lebih dari 35 juta, berhasil atau > > > > > > > > gagal."; > > > > > > > > > > > > > > > > Kalau menurut pendapat bung Lin bagaimana? Berhasil atau > > > > > > > > gagal? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Am Fri, 14 Oct > > > > > > > > 2016 > > > > > > > > > 16:41:21 > > > > > > > > +0530 schrieb "Hsin Hui Lin [email protected] [GELORA45]" > > > > > > > > <[email protected]>: > > > > > > > > > > > > > > > > > Bg.Chan, > > > > > > > > > tulisan anda yg terachir, baik dan ...sebenarnya > > > > > > > > > itulah yg saya tanyakan. > > > > > > > > > > > > > > > > > > .".*pe**rtanyaan saya BAGIMANA klas yg dihisap bisa > > > > > > > > > mencapai kebebasan, perjuangan bersenjata,??Umpama di > > > > > > > > > Indonesia."*.. pe > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kenapa saya bertanya itu?....main cap REMO , Sosial > > > > > > > > > Demokrat dll lain2 achir2 ini milis kita sering > > > > > > > > > muncul. . > > > > > > > > > Revolusi TKK dibawah PKT yg dipimpin Mao, desa > > > > > > > > > mengepung kota, lalu membentuk Front Nasional yng > > > > > > > > > luas adalah berdasar kenyataan yg ada waktu itu di > > > > > > > > > TKK. Mao kan telah juga dicap opportunis kanan dan > > > > > > > > > Mao disingkirkan dari badan pimpinan PKT...tapi > > > > > > > > > kenyataannya revolusi TKK berhasil karena pimpinan > > > > > > > > > PKT dibawah Mao. Sewaktu PM Jepang , Tanaka, yang > > > > > > > > > mendadak berkunjung ke Tiongkok...karena keduluan dan > > > > > > > > > kecurian oleh Nixon, Tanaka menyatakan penyesalannya > > > > > > > > > atas aggresi Jepang yang menyebabkan penderitaan > > > > > > > > > besar pada Rakyat TKK dan TKK,...jawaban Mao adalah > > > > > > > > > justru karena aggresi Jepang, maka PKT berhasil > > > > > > > > > membebaskan Rakyat TKK dan beridirlah RRT.... > > > > > > > > > Andaikata tak ada FAKTOR LUAR, aggresi Jepang, apakah > > > > > > > > > hari ini akan ada ada RRT, ...nah justru disinilah > > > > > > > > > kehebatan Mao meng-manfaatkan faktor luar!.. > > > > > > > > > > > > > > > > > > Karena kesalahan pimpinan opportunis kiri dan pengaruh > > > > > > > > > PKUS, maka PKT dan Tentara Merah, Tentara Buruh dan > > > > > > > > > Tani PKT,kehilangan daerah basisnya diSelatan, Jing > > > > > > > > > Kang San, dan dikejar2 tentara KMT.. Hanya di > > > > > > > > > pertemuan Zunyi, kepimpinan Mao ditegakkan kembali, > > > > > > > > > Pasukan Merah melakukan Long March, membentuk basis > > > > > > > > > di TKK utara Shaanxi, berpusat di Yenan.dan berhasil > > > > > > > > > dng sukses membentuk Front Nasional Melawan Aggressi > > > > > > > > > Jepang. Massa patriotik dari* berbagai* lapisan klas > > > > > > > > > menyambut dan menyokong perjuangan anti agrressi > > > > > > > > > Jepang, rakyat TKK bersatu melawan Jepang dan setelah > > > > > > > > > jatuhnya Jepang, dibentuk TPRT yg melancarkan Perang > > > > > > > > > Pembebasan seluruh TKK , hasilnya yalah pembentukan > > > > > > > > > dan berdirinya RRT di bawah pimpinan PKT dan Mao. > > > > > > > > > Tugas membangun lebih lanjut, memperkuat petahanan > > > > > > > > > nasional, meningkatkan tingkat hidup rakyat....itu > > > > > > > > > adalah tugas yg dipikul pimpinan yg berikutnya, dan > > > > > > > > > kini adalah Xi Jingping dan pemerintahannya dan > > > > > > > > > ukurannya adalah HASIL nya, bukannya diukur dengan > > > > > > > > > rhetorik REMO, SOSIAL DEMOKRAT -oleh yg tak memberi > > > > > > > > > kontribusi apa2 kecuali triakan di udara kosong. .. > > > > > > > > > Biarlah rakyat TKK sendiri yg mengukurnya apakah > > > > > > > > > revolusi mereka, yang telah memakan korban lebih dari > > > > > > > > > 35 juta, berhasil atau gagal. > > > > > > > > > > > > > > > > > > Revolusi bersenjata di bawa Partai Komunis yg > > > > > > > > > berhasil hanya di Vietnam, Kuba, tapi gagal di India, > > > > > > > > > Bhutan, Malaya, Pilipina. Afrika dan Amerika Selatan > > > > > > > > > gagal, Bg. Chan telah memberikan perinjiaan > > > > > > > > > dinegara-negara mana perjuangan bersenjata dibawah > > > > > > > > > PK dan apa hasilnya. > > > > > > > > > > > > > > > > > > inilah petikan pertanyaan saya menanggapi tulisan2 > > > > > > > > > sebelumnya dlam milis kita.. > > > > > > > > > *"....pe**rtanyaan saya BAGIMANA klas yg dihisap bisa > > > > > > > > > mencapai kebebasan, perjuangan bersenjata,??Umpama di > > > > > > > > > Indonesia."*.. > > > > > > > > > > > > > > > > > > TKK tak melalaikan dunia ketiga dan menganggap > > > > > > > > > dirinya sebagai salah satu "desa" dari Global > > > > > > > > > Villages. TKK juga sadar sekali AS selalu mengincar > > > > > > > > > TKK karena hegemoni mereka makin menyusut, Bagi TKK > > > > > > > > > peperangan bukanlah pilihan kecuali untuk bela diri. > > > > > > > > > Lahirnya konsep XI Jing Ping "One Belt One Road - > > > > > > > > > OBOR ", AIIB, BRICS Development Bank, justru > > > > > > > > > mematahkan kekuatan hegemoni itu, AS. yg mengusai > > > > > > > > > dunia sejak hentinya PD-2.. OBOR, AIIB, BRICS > > > > > > > > > DEVELOPMENT BANK membantu membangun ekonomi negara2 > > > > > > > > > dunia ketiga dng infrastructure, investment , > > > > > > > > > transfer of tehnologi, pendidikan, dll dan > > > > > > > > > membebaskan diri mereka dari cengkraman hegemoni > > > > > > > > > sesuatu kekuatan, TKK berpegang pada prinsip sama > > > > > > > > > sederajat, saling menghormati, saling membantu, > > > > > > > > > saling menguntungkan, tak ikut campur dalam politik > > > > > > > > > dalam negeri masing2 negara, adalah prinsip > > > > > > > > > hubungan antara negara. Sejak gagasan itu dilahirkan > > > > > > > > > dan mulai dilaksanakan, jumlah negara, termasuk > > > > > > > > > negara2 Eropah, yg ikut juga bertambah terus.- nah > > > > > > > > > inilah, berhasilnya konsep itu dan yang dikuatirkan > > > > > > > > > oleh AS.. AS, Jepang, Negara Barat yg selama puluhan > > > > > > > > > tahun tak menghiraukan dan tak membantu negara2 dunia > > > > > > > > > ketiga sekarang ramai2 menawarkan bantuan keuangan > > > > > > > > > untuk pembangunan negara2 negara terbelakang!, Nah > > > > > > > > > ini kan makin baik bagi negara2 dunia ketiga. > > > > > > > > > > > > > > > > > > Bagi yg selalu menghujat TKK dan PKT, pertanyaaan > > > > > > > > > saya adalah seperti yg saya kutipkan diatas. > > > > > > > > > > > > > > > > > > Lin. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > *From:* Tatiana Lukman [email protected] > > > > > > > > > > [GELORA45] *Sent:* Wednesday, October 12, 2016 3:45 > > > > > > > > > > PM *To:* Yahoogroups ; Roeslan ; Lusi.D ; Daeng ; > > > > > > > > > > Gol ; Mitri ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry > > > > > > > > > > Singgih ; Jonathan Goeij ; Ronggo A. ; Lingkar > > > > > > > > > > Sitompul ; Ajeg ; Hsin Hui Lin ; GELORA_In > > > > > > > > > > *Subject:* [GELORA45] Fw: Re: Melihat RBKP dan > > > > > > > > > > proses perkembangan PKT [4 Attachments] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > On Tuesday, October 11, 2016 7:20 PM, 'Sie Tik Tan' > > > > > > > > > > via forumdiskusi < [email protected]> > > > > > > > > > > wrote: > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Sekedar tanggapan mengenai perkembangan masyarakat > > > > > > > > > > yg ilmiah serta kontradiksinya. Untuk memahami Hukum > > > > > > > > > > perkembangan masyarakat bagi kaum Marxis tentunya > > > > > > > > > > berpegang pada hasil penyelidikan dan analisa > > > > > > > > > > masyrakat yg dilakukan K.Marx dng menggunakan > > > > > > > > > > filsafat MDH. Yg oleh Sukarno ( walaupun beliau > > > > > > > > > > bukan komunis, tapi memahami Marxisme ), MDH > > > > > > > > > > dikatakan sebagai pisau bedah untuk menganalisa > > > > > > > > > > halihwal kemasyarakatan. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Marx mengungkapkan inti dari perkembangan masyarakat > > > > > > > > > > ini, dng adanya kepemilikan perorangan atas alat > > > > > > > > > > produksi pada masyarakt2 setelah masyarakat komune > > > > > > > > > > primitif dan dng demikian menyebabkan terbentuknya > > > > > > > > > > lapisan/ klas2 dlm masyarakat dng kepentingan2 > > > > > > > > > > ekonominya masing2, adanya kontradiksi2 diantara > > > > > > > > > > klas2 tsb. Oleh Engels dlm salah satu kata > > > > > > > > > > pengantarnya pada penerbitan Manifesto Komunis > > > > > > > > > > ( pernah dibicarakan dlm diskusi yg lampau) bahwa > > > > > > > > > > dalil hukum perkembangan masyarakat ,adalah > > > > > > > > > > Perjuangan Klas. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Jadi jelas bahwa memandang perkembangan masyarakat > > > > > > > > > > tidak bisa tidak juga menganalisa adanya klas2 dan > > > > > > > > > > kepentingan2nya didalam masyarakat yg tercermin > > > > > > > > > > sebagai kontradiksi2 dlm masyarakat. Kembali > > > > > > > > > > berdasarkan MDH maka juga diketahui adanya hukum2 > > > > > > > > > > kontradiksi dlm segala halihwal , juga dlm > > > > > > > > > > masyarakat , mana yg merupakan kontradiksi2 yg > > > > > > > > > > mendasari kehidupan masyarakat tsb.Diantaranya mana > > > > > > > > > > yg pokok, yg merupakan ciri dari masyarakat tsb dan > > > > > > > > > > juga kemungkinan mutasi dari kontradiksi2 tsb > > > > > > > > > > sesuai dng pergerakan/perkembangan situasi dlm > > > > > > > > > > masyarakat itu sendiri. Mao secara populer telah > > > > > > > > > > menuliskannya dl karyanya Tentang Kontradiksi. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Tentu saja dalil " Perjuangan Klas " dlm masyarakat > > > > > > > > > > berkelas ini tidak disukai oleh klas yg berkuasa > > > > > > > > > > karena dalil ini membelejeti kerakusannya& > > > > > > > > > > keganasannya dlm melakukan penghisapan manusia > > > > > > > > > > terhadap manusia. Klas yg berkuasa dan > > > > > > > > > > pendukungnya yg anti Marxisme dan anti komunis dng > > > > > > > > > > segala upaya dan cara, bahkan liwat jalur spiritual > > > > > > > > > > a.l " nasib yg sudah dari sono-nya" ataupun lamunan > > > > > > > > > > munculnya Ratu Adil dsb, untuk menentang dalil ini > > > > > > > > > > atau melalui renegat2 Marxisme berusaha dikaburkan > > > > > > > > > > pengertian intinya. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Karenanya renegat2 ini dlm gerakan klas buruh > > > > > > > > > > dianggap sebagai SB kuning & merupakan barisan > > > > > > > > > > pemadam kebakaran api revolusioner gerakan kaum > > > > > > > > > > buruh. Bahkan banyak tokoh2 gerakan buruh yg > > > > > > > > > > tadinya Marxis-pun dlm perkembangannya kemudian > > > > > > > > > > hari bisa menjadi penghianat klas buruh dan > > > > > > > > > > mengabdi klas burjuasi. Contoh tipikal antara lain > > > > > > > > > > Karl Kautsky, yg pernah bekerja sama dng Engels dlm > > > > > > > > > > menghadapi musuh2 Marxisme dan menerbitkan tulisan2 > > > > > > > > > > Marx. Sampai banyak orang waktu itu dia dianggap > > > > > > > > > > sebagai Paus- nya Marxisme setelah meninggalnya > > > > > > > > > > Engels ( 1895), juga tulisan2 nya yg mengeritik > > > > > > > > > > Bernstein dan juga kritiknya terhadap Plekhanov yg > > > > > > > > > > menjadi mensjewiek dihargai Lenin, tapi ternyata > > > > > > > > > > akhirnya Kautsky serta kaum SOS-Dem Internasional > > > > > > > > > > II malah mengabdi pada borjuasi , halmana > > > > > > > > > > memberikan sumbangan pada kegagalan Rev. Jerman > > > > > > > > > > 1918-1919 dan terbunuhnya Karl Liebknech dan Rosa > > > > > > > > > > Luxemburg , hal ini jelas diungkapkan Lenin dlm > > > > > > > > > > karyanya Revolusi Proletar dan Renegat Kautsky, > > > > > > > > > > dimana ditujukan bagai mana Kautsky menjilat > > > > > > > > > > ludahnya sendiri. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kemudian juga Chruschov dan Chruschov Tiongkok > > > > > > > > > > adalah mereka yg pernah ikut ambil bagaian aktiv > > > > > > > > > > dlm gerakan dan rev. Proletar. Jadi bahwa seseorang > > > > > > > > > > pernah berjasa dlm revolusi dlm perkembangannya > > > > > > > > > > bisa saja menjadi antek musuh revolusi. Walau > > > > > > > > > > pernah menulis makalah teori " Bagaimana menjadi > > > > > > > > > > komunis yg baik". Atau pernah memimpin Grup teori > > > > > > > > > > dlm polemiek PKT>< kaum remo PKUS, sebagaimana > > > > > > > > > > Kautsky dan Plekhanov yg pernah membela Marxisme > > > > > > > > > > dari kaum anti Marxis pada awalnya. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Itulah bukti2 bahwa ke-ilmiahnya gagasan Marx > > > > > > > > > > tentang perkembangan masyarakat dng perjuangan > > > > > > > > > > klasnya karena itu selalu menjadi sasaran tombak > > > > > > > > > > kaum anti Marxisme/anti komunis untuk > > > > > > > > > > mempertahankan kelanggengan kekuasaannya dan tetap > > > > > > > > > > melakukan penghisapan manusia oleh manusia. > > > > > > > > > > Ketimpangan dan ketidakadilan inilah yg menyebabkan > > > > > > > > > > adanya perlawanan dimana bentuknya yg tertinggi > > > > > > > > > > adalah gerakan politik revolusioner untuk merebut > > > > > > > > > > kekuasaan politik dari klas yg berkuasa yg > > > > > > > > > > melakukan penindasan oleh klas yg ditindas. > > > > > > > > > > Walaupun demikian tidak selalu suatu revolusi bisa > > > > > > > > > > mengubah suatu masyarakat secara sekaligus , > > > > > > > > > > bahkan pemberontakan tani dulu hanya menggantikan > > > > > > > > > > klik yg berkuasa dng klik penguasa baru tanpa > > > > > > > > > > adanya perubahan sistim kemasyarakatan.Sehingga > > > > > > > > > > penhisapan terhadap kaum tani kemudian diambil alih > > > > > > > > > > oleh pemimpin gerakan tani yg menobatkan diri jadi > > > > > > > > > > raja dng pemerintahan dari Keluarga atau kliknya > > > > > > > > > > sendiri. Juga rev. burjuis pernah mengalami > > > > > > > > > > beberapa kegagalan dan restorasi monarki. Halmana > > > > > > > > > > oleh baik Marx dan Engels maupun Lenin ,Stalin , > > > > > > > > > > Mao dll yg berpegang teguh pada gagasan rev. > > > > > > > > > > proletar untuk mempertahankan kekuasaan > > > > > > > > > > ditakturbproletariat masalah bahaya restorasi > > > > > > > > > > kapitalis dibahas dng jelas. Demikian juga halnya > > > > > > > > > > tentang ke-ilmiahan perkembangan cara produksi > > > > > > > > > > kebutuhan masyarakat secara umum yg ada dlm tiap > > > > > > > > > > masyarakat serta bisa tidak merupakan cara produksi > > > > > > > > > > satu2-nya . > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Dlm masyarakat feodal selain cara produksi agraris > > > > > > > > > > yg dominant dng hubungan produksi feodal > > > > > > > > > > kepemilikan tanah sebagai alat produksi dan > > > > > > > > > > kepemilikan modal oleh kaum klas > > > > > > > > > > tuantanah/bangsawan, juga terdapat cara produksi > > > > > > > > > > barang dagangan lainkebutuhan masyarakat oleh > > > > > > > > > > pengusaha2 borjuis-kapitalis dng adanya gilde ,lalu > > > > > > > > > > manufaktur2-nya, kemudian industri dng mesin dan > > > > > > > > > > dengan demikian dlm masyarakat tsb ada 2 jenis > > > > > > > > > > hubungan kerja yg didasari penghisapan manusia oleh > > > > > > > > > > manusia serta dng tenaga2 produktifnya sendiri2. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kepiawaian baik dlm penggagasan ide maupun > > > > > > > > > > pengorganisasian yg dikuasai pengusaha2 borjuasi > > > > > > > > > > kapitalis ini dalam perlawanannya terhadap sistim > > > > > > > > > > feodal monarki yg mengekang perkembangannya telah > > > > > > > > > > menimbulkan revolusi2 borjuis, kadangkala bisa saja > > > > > > > > > > awalnya adalah gerakan kaum tani penggarap tanah > > > > > > > > > > melawan tuan tanah tapi kaum borjuasi kapitalis yg > > > > > > > > > > lebih terpelajar( karena memang mempunyai > > > > > > > > > > kemungkinan ini) bisa mengarahkan gejolak kaum tani > > > > > > > > > > untuk kepentingan klas borjuasi , karenanya pada > > > > > > > > > > revolusi2 borjuis kekuatan tempurnya justru kaum > > > > > > > > > > tani dan kaum buruh yg belum terorganisasi baik dan > > > > > > > > > > belum sedar secara politik. Pengalaman Rev. Borjuis > > > > > > > > > > Prancis menunjukkan hal ini. Itulah dasarnya > > > > > > > > > > mengapa Marx, menyerukan agar perang perampokan > > > > > > > > > > imperialis oleh klas buruh dan tani dibawah > > > > > > > > > > pimpinan partai klas buruh sewajarnya dijadikan > > > > > > > > > > perang pembebasan klas2 tertindas. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Tapi sekali lagi kaum Sos-Dem dng chouvinismenya > > > > > > > > > > tetap mengabdi kepentingan borjuasi imperialisnya. > > > > > > > > > > Revolusi burjuis ini tidak menghilangkan penghisapan > > > > > > > > > > manusia oleh manusia. Walaupun demikian perebutan > > > > > > > > > > kekuasaan yg dilakukan terhadap rejim feodal monarki > > > > > > > > > > adalah revolusioner sebab meruntuhkan sistim > > > > > > > > > > masyarakat yg lama untuk membentuk suatu masyarakt > > > > > > > > > > yg lebih maju daripada masyarakat feodal. Setiap > > > > > > > > > > revolusi dlm perjalanannya mengalami dinamikanya > > > > > > > > > > sehingga taktik2 perjuangan untuk mencapai > > > > > > > > > > tujuannya perlu penyesuaian dan pengalaman rev. > > > > > > > > > > Proletar juga demikian. Karenanya Stalin dlm > > > > > > > > > > karyanya Tentang Dasar2 Leninisme menyimpulkan > > > > > > > > > > bahwa Leninisme adalah teori Marxisme dan taktik > > > > > > > > > > perjuangan klas Buruh dijaman imperialis. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Dan sejak dihianatinya gagasan2 M-L oleh Chruschov > > > > > > > > > > dll klik remo sehingga runtuhnya sosialisme , maka > > > > > > > > > > harus diakui bahwa yg berperan dlm kehidupan > > > > > > > > > > masyarakat dimana saja didunia adalah kapitalisme > > > > > > > > > > dlm tingkat tertingginya yaitu imperialisme dng > > > > > > > > > > globalisasinya baik yg bermanifestasi sebagai neo- > > > > > > > > > > liberal maupun yg berjubah dan bersarungtangan > > > > > > > > > > sutera bersulam naga yg berjalan diatas karpet > > > > > > > > > > sutera. Maka kontradiksi pokok didunia ini pada > > > > > > > > > > sistim masyarakat dng hubungan produksi kapitalis > > > > > > > > > > imperialis globalis saat ini adalah antara > > > > > > > > > > kapitalisme pemilik modal dan alat2 produksi > > > > > > > > > > >< kaum buruh yg merupakan tenaga kerja yg diperas > > > > > > > > > > >tenaganya dan dirampas nilai lebih yg > > > > > > > > > > dihasilkannya. Juga adanya kontradiksi antara > > > > > > > > > > rakyat2 negeri2 yg sedang berkembang dimana negerij > > > > > > > > > > tsb merupakan SDA dan SDM serta pasaran barang > > > > > > > > > > dagangan kaum kapitalis. Dimana dinegeri2 yg sedang > > > > > > > > > > berkembang ini cara produksi agraris-feodal masih > > > > > > > > > > ada dan hubungan produksi dari sisa2 feodal ini > > > > > > > > > > juga mengandung kontradiksi2-nya sendiri. Sehingga > > > > > > > > > > rakyatnya yg sebagaian besar kaum tani mengalami > > > > > > > > > > penindasan ganda baik dari tuan tanah maupun kaum > > > > > > > > > > kapitalis. Penanaman modal kapitalis diseluruh > > > > > > > > > > pelosok dunia yg mendatangkan keuntungan pada > > > > > > > > > > oligarki kapital finansial dan industri, termasuk > > > > > > > > > > juga industri jasa, telah juga menyebabkan > > > > > > > > > > bertambahnya lapisan buruh dinegeri2 yg sedang > > > > > > > > > > berkembang, selain perkembangan borjuasinya > > > > > > > > > > menyebabkan juga bertambahnya buruh migran yg > > > > > > > > > > terbatas keterampilanannya dari pedesaan2 dan rela > > > > > > > > > > menjual tenaganya dng murah. Bahkan sebelum > > > > > > > > > > mendapatkan kerjapun sudah diperas, dng membayar > > > > > > > > > > pada perantara2 / calo2 penempatan tenaga. Sering > > > > > > > > > > kali hasil kerjanya pun belum bisa menutupi biaya " > > > > > > > > > > pendaftaran" , sehingga banyak yg frustratie dan > > > > > > > > > > bahkan bunuh diri. FIFA dan Qatar saat ini > > > > > > > > > > menghadapi gugatan organisasi buruh Belanda FNV, > > > > > > > > > > karena adanya perbudakan dlm pembangunan kompleks > > > > > > > > > > olahraga untuk Kejuaran Dunia 2022 nanti. Banyak > > > > > > > > > > kecelakaan kerja dng kematian buruh selain upah > > > > > > > > > > buruh yg kecil , buruh2 yg mempunyai keterampilan > > > > > > > > > > tertentupun upah bulanannya kurang dari € 200 > > > > > > > > > > ( data dari de Vokskrant 10-10-2016) sehingga > > > > > > > > > > buruh2 tsb penghasilannya tidak mencukupinya untuk > > > > > > > > > > menutupi biaya perekrutannya sebagai buruh migran > > > > > > > > > > yg telah dibayar buruh tsb sebelumnya. Halmana juga > > > > > > > > > > dialami oleh TKI . Dan gejalah ini ada dimana- mana > > > > > > > > > > sehingga menimbulkan juga kontradiksi antara buruh > > > > > > > > > > lokal dan buruh migran yg keduanya diperas kaum > > > > > > > > > > kapitalis. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Tentu saja sejak dulu sampai sekarang kaum anti > > > > > > > > > > Marxis dan anti komunis serta renegat2 > > > > > > > > > > Maxisme-Leninisme tetap mengabaikan adanya > > > > > > > > > > perjuangan kelas dan harus diakui bahwa mereka > > > > > > > > > > berhasil selain merobohkan kekuasaan diktatur > > > > > > > > > > proletariat yg pertama di Sovyet Rusia dan negara2 > > > > > > > > > > sosialis lainnya, juga berhasil melakukan restorasi > > > > > > > > > > kapitalis di Tiongkok. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Dilain pihak tampak dng adanya kerancuan idiologi > > > > > > > > > > klas buruh maka solidaritas diantara klas buruh > > > > > > > > > > baik lokal antara buruh tetap dan buruh migran, > > > > > > > > > > maupun secara internasional pada saat ini mencapai > > > > > > > > > > titik nadirnya. Padahal perlawanan terhadap > > > > > > > > > > kapitalisme dimana oligarki finansialnya sekarang > > > > > > > > > > sudah menunjukan semakin berkuasanya imperialisme > > > > > > > > > > yg dng globalismenya menghapuskan segala sekat2 > > > > > > > > > > negara nasional melalui semboyan perdagangan bebas > > > > > > > > > > dan penentangan terhadap proteksionisme. Halmana > > > > > > > > > > selaiknya juga menuntut semakin bersatunya > > > > > > > > > > kekuatan2 anti kapitalis - imperialis dunia. Tetapi > > > > > > > > > > ternyata gerakan buruh dimana saja telah mengalami > > > > > > > > > > kerusakan yg dasyat dikarenakan penghianatan > > > > > > > > > > renegat2 klan buruh. Ini merupakan kenyataan yg > > > > > > > > > > harus diakui, tapi tentunya tidak berarti bahwa > > > > > > > > > > usaha dan perjuangan klas buruh dan rakyat2 > > > > > > > > > > tertindas lainnya harus dibiarkan hanyutnya dalam > > > > > > > > > > kerancuan idiologi dan membiarkan kaum kapitalis > > > > > > > > > > tanpa perlawanan terus melakukan penghisapan > > > > > > > > > > manusia oleh manusia. Gerakan anti globalisasi > > > > > > > > > > adalah suatu bentuk perlawanan terhadap kapitalisme > > > > > > > > > > yg sekarang akibatnya juga dirasakan oleh klas > > > > > > > > > > burjuasi menengah kebawa, munculnya gerakan Occupy > > > > > > > > > > sampai Brexit dan timbulnya populisme dan anti > > > > > > > > > > buruh migran justru menunjukkan perlunya suatu > > > > > > > > > > bimbingan idiologi dan politik yg tepat dlm lawan > > > > > > > > > > kapitalisme imperialisme serta sekaligus > > > > > > > > > > membelejeti pengaruh2 yg merugikan gerakan > > > > > > > > > > revolusioner kaum buruh dan rakyat2 tertindas, > > > > > > > > > > membelejeti renegat2 gerakan buruh. Perlunya > > > > > > > > > > kesedaran politik untuk meningkatkan bentuk2 > > > > > > > > > > perjuangan ekonomi yg ditunggangi oleh borjuasi dng > > > > > > > > > > populismenya , ditingkatkan menjadi perjuangan > > > > > > > > > > politik melawan penghisapan manusia oleh manusia. > > > > > > > > > > Tentu dlm saat lemahnya penguasaan idiologi > > > > > > > > > > revolusioner oleh klas buruh saat ini, maka masih > > > > > > > > > > perlu waktu yg panjang dan jalan jalan berliku > > > > > > > > > > penuh duri serta jebakan yg akan dilalui tiap > > > > > > > > > > organisasi buruh revolusioner untuk mencapai > > > > > > > > > > tujuannya menghapuskan penghisapan manusia oleh > > > > > > > > > > manusia. Kaum Marxis-Leninis tentu dan seharusnya > > > > > > > > > > bukan kaum dogmatis yg menderita penyakit > > > > > > > > > > kekayaan-kanakan untuk dalam keadaan situasi > > > > > > > > > > gerakan buruh dunia saat ini secara gegabah > > > > > > > > > > melakukan revolusi sosialis. Lenin-pun dalam > > > > > > > > > > sambutannya tgl 14 April 1921, untuk kemenangan > > > > > > > > > > rakyat2 Kaukasus yg berhasil mendirikan Sovjet2, > > > > > > > > > > menegaskan berdasarkan keadaan sosial masyarakat > > > > > > > > > > dan budaya mereka bahwa jalan revolusi mereka > > > > > > > > > > tidaklah dng meniru taktik2 rev di Rusia. To the > > > > > > > > > > Comrades Communists ofAzerbaijan, Georgia, Armenia, > > > > > > > > > > Daghestan, and the Mountaineer Republic[1] > > > > > > > > > > <https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1921/apr/ > > > > 14.htm#fw01 > > > > > > > > > > > > > > > > > Untuk lebih memahami keilmiahan Marx dalam > > > > > > > > > > pencapaian masyarakat sosialis sepertinya perlu > > > > > > > > > > direnungkan : Mungkinkah dalam masyarakat > > > > > > > > > > kapitalis-imperialis dng globalisasinya sekarang > > > > > > > > > > ini diharapkan timbulnya suatu hubungan produksi > > > > > > > > > > sosialis? Suatu hubungan produksi yg dilandasi oleh > > > > > > > > > > dihapuskannya kepemilikan perorangan atas alat2 > > > > > > > > > > produksi dan tanpa penghisapan manusia oleh > > > > > > > > > > manusia? Sejarah perkembangan masyarakat > > > > > > > > > > menunjukkan bahwa cara produksi industri yg > > > > > > > > > > didasari dng kepemilikan sebagaian dari tenaga2 > > > > > > > > > > produksi ( modal dan alat2 produksi ) dan sebagaian > > > > > > > > > > lain ( tenaga kerja dan tenaga terampil) juga bisa > > > > > > > > > > dibeli oleh perorangan/ kelompok oleh kaum > > > > > > > > > > kapitalis , yg dalam perkembangannya juga melakukan > > > > > > > > > > kekerasan melalui rev. burjuis untuk menghilangkan > > > > > > > > > > pembatasan2 ekonomi dan politik dari klas feodal > > > > > > > > > > monarkis yg berkuasa. Walaupun klas burjuis > > > > > > > > > > kemudian menang dan jaya, tapi cara produksi > > > > > > > > > > agraris dng hubungan produksi feodalnya tetap > > > > > > > > > > dibiarkan hidup demi " menghormati kebebasan > > > > > > > > > > kepemilikan pribadi " ( istilah Lenin) atas alat2 > > > > > > > > > > produksi dan dng demikian tetap kelanggengan > > > > > > > > > > penghisapan manusia oleh manusia. Jadi mungkinkah > > > > > > > > > > kekuatan kaum kapitalis yg berkuasa ini rela > > > > > > > > > > disaingi dan dibatasi keuntungannya oleh suatu > > > > > > > > > > hubungan produksi baru tanpa kepemilikan perorangan > > > > > > > > > > atas alat2 produksi yg perkembangannya akan > > > > > > > > > > menghapuskan kapitalisme? Sesama kapitalis-pun > > > > > > > > > > berlaku hukum rimba, siapa yg kuat menelan yg > > > > > > > > > > lemah, apalagi terhadap embrio hubungan produksi > > > > > > > > > > sosialis. Karenanya Sovyet diboikot ketat secara > > > > > > > > > > ekonomi karena secara subversi tidak mencapai hasil > > > > > > > > > > yg diharapkan. Tuntutan ekonominya yg adil dari > > > > > > > > > > kaum buruhpun ditekan kalau perlu dng bedil, > > > > > > > > > > aktifis2 buruh, lingkungan atau budaya etnis > > > > > > > > > > tradisionil banyak yg dibunuh secara gelap. Dilain > > > > > > > > > > pihak mungkinkah dalam masyarakat kapitalis- > > > > > > > > > > imperialistis ini kaum buruh yg merupakan klas yg > > > > > > > > > > paling berkepentingan dng adanya hubungan produksi > > > > > > > > > > sosialis melakukan usaha industri tanpa adanya > > > > > > > > > > kemampuan modal? Tanpa adanya kemampuan menyewa > > > > > > > > > > tenaga2 ahli baik dlm jajaran administratif maupun > > > > > > > > > > teknis untuk usahanya ini? Kenyataannya kalaupun > > > > > > > > > > ada elemen2 yg berasal dari klas buruh dan " > > > > > > > > > > berhasil" membangun kerajaan industrinya maka > > > > > > > > > > hubungan produksi yg berlaku dlm kerajaan > > > > > > > > > > industrinya ini tetap hubungan produksi kapitalis, > > > > > > > > > > usaha barang dagangan yg mengeruk keuntungan dng > > > > > > > > > > melalui perampokan nilai lebih yg dihasilkan bekas > > > > > > > > > > " teman2 sekelasnya ". Bahkan mereka ini berhasil > > > > > > > > > > menduduki jajaran 100 orang terkaya dunia versi > > > > > > > > > > Forbes seperti Wang ( jajaran ke 18 untuk 2016) yg > > > > > > > > > > membangun kerajaan bisnisnya Grup Dalian Wanda > > > > > > > > > > walaupun ia tadinya tidak mempunyai " bondo" karena > > > > > > > > > > merupakan anak kader Partai yg sejak awal angkat > > > > > > > > > > senjata dan ikut Long Mars, bahkan dia sendiri > > > > > > > > > > adalah prajurit TPRT dan kemudian kader partai > > > > > > > > > > daerah dan sampai sekarang dng kedudukan yg tinggi. > > > > > > > > > > Bahwa dia juga filantrop tidaklah berarti bahwa > > > > > > > > > > usahanya merupakan embrio hubungan produksi > > > > > > > > > > sosialis , karena tetap melakukan pemerasan pada > > > > > > > > > > kaum buruh dan rakyat2 tertindas melalui > > > > > > > > > > investasinya kesegala penjuru dunia. Kekayaannya $ > > > > > > > > > > 28,7 milyard dicapai dlm 30 tahunan, menunjukkan > > > > > > > > > > betapa hebatnya penghisapan yg dilakukan sehingga > > > > > > > > > > bisa melampaui kapitalis besar Asia , Li Ka Sing > > > > > > > > > > ( $ 27,1 milyard) yg mulai usahanya di Hongkong > > > > > > > > > > pada 1950 , sebagai pelarian dari RRT dan mulai > > > > > > > > > > jaya sejak 1972. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Karenanya Marx melihat bahwa hanya revolusi > > > > > > > > > > proletarlah yg bisa mewujutkan kemenangan klas > > > > > > > > > > buruh dan rakyat2 tertindas lainnya untuk mencapai > > > > > > > > > > sosialisme dng cara tetap mempertahankan dan > > > > > > > > > > mengembangkan cara produksi industrialis yg maju yg > > > > > > > > > > sudah ada dikapitalisme dng cara membebaskan > > > > > > > > > > tenaga2 produktif yg dibutuhkan dlm sosialisme dari > > > > > > > > > > kepemilikan perorangan dan dng demikian > > > > > > > > > > menghilangkan hubungan kerja kapitalis dan > > > > > > > > > > membangun hubungan kerja sosialis proletar . > > > > > > > > > > Mengharapkan bisa di" jinakannya" kaum kapitalis > > > > > > > > > > seperti sama halnya mengharapkan datangnya Ratu > > > > > > > > > > Adil. Kenyataan dari sejarah kemanusiaan bahwa > > > > > > > > > > sejak adanya kepemilikan perorangan jutaan tahun > > > > > > > > > > didunia ini sampai saat ini , suatu masyarakat adil > > > > > > > > > > sejahtera , pencapaiannya baik yg seperti ditulis > > > > > > > > > > dlm kitab2 spiritual ataupun filosofi empirik kuno > > > > > > > > > > entah Tao-isme ataupun Konghucu-isme yg saat ini > > > > > > > > > > dipergiat, belumlah menghasilkan apa yg di impikan. > > > > > > > > > > Motto: " tanpa teori revolusioner tak akan ada > > > > > > > > > > gerakan revolusioner " merupakan kenyataan. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Itu saja, > > > > > > > > > > Tik > > > > > > > > > > > >
