Pada Sabtu, 22 Oktober 2016 14:38, "'Sunny' [email protected] 
[nasional-list]" <[email protected]> menulis:
 

     res : Kalau yang dikatakan reformasi merugikan pihak penguasa, maka bisa 
saja reformasi tidak dilakukan. 
http://www.antaranews.com/berita/591372/gayus-lambatnya-reformasi-hukum-pemerintah-jokowi-karena-warisan
 
Gayus: lambatnya reformasi hukum Pemerintah Jokowi karena warisan
Kamis, 20 Oktober 2016 21:46 WIB | 9.127 ViewsPewarta: Theo Yusuf Ms Hakim 
Agung Gayus Lumbuun (ANTARA /Yudhi Mahatma)Jakarta (ANTARA News) - Pemerintahan 
Joko Widodo dan Jusuf Kalla selama dua tahun ini dinilai lambat dalam melakukan 
reformasi hukum, namun hal itu karena masih adanya warisan para pejabat yang 
memimpin di lingkungan peradilan kebanyakan orang-orang jahat.

"Praktik dunia peradilan kini masih banyak yang melakukan korupsi, kolusi dan 
nepotisme membuktikan kebenaran pendapat para pengamat bahwa pemerintahan 
Jokowi tidak mudah melakukan reformasi hukum selama masih adanya pejabat lama 
yang bercokol dalam pemerintahannya," kata anggota Hakim Agung, Topane Gayus 
Lumbuun, dalam diskusi hukum, dua tahun pemerintahan Jokowi - JK di Jakarta, 
Kamis.

Gayus yang mengutip pendapat Jeffry Winter, pengamat politik dan hukum dari 
Northwestern AS menyebutkan, ketika Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai presiden 
RI ke-6, Jefry mengatakan, reformasi memang berhasil membawa Indonesia sebagai 
negara cukup demokratis, namun sayangnya tidak diikuti oleh penguatan pada 
reformasi hukum, sehingga jika hal itu tidak dilaksankan maka akan mewarisi 
pada pemerintahan berikutnya.

Oleh karenanya, kata Gayus, pendapat itu membuktikan kondisi kini bahwa belum 
berjalannya reformasi hukum seperti yang disampaikan Jokowi dalam Nawa Citanya, 
karena masih banyak orang-orang jahat yang kini masih berada di lingkup 
kekuasaan khususnya di kalangan pengadilan," katanya.

Diskusi Dua Tahun Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang dilaksanakan 
oleh Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) dengan tema, 
"2 Tahun Pemerintahan Jokowi - JK Mengembalikan Marwah Indonesia Sebagai Negara 
Hukum Kilas Balik Mandegnya Nawa Cita Bidang Hukum." 

Diskusi yang diikuti oleh para dekan Fakultas Hukum, mahasiwa dan pengamat itu 
menampilkan empat pembicara, Prof. Dr. Topane Gayus Lumbuun, dari Hakim Agung 
Mahkamah Agung, Prof. Dr. Saldi Isra, guru besar Universitas Andalas, Prof. Dr. 
Faisal Santiago, Direktur Program Pasca, Universitas Borobudur Jakarta, dan 
pengamat ekonomi dan politik, Dr, Ichsanuddin Noorsi, dengan moderator wartawan 
utama dari Antara.

Menurut Gayus, indeks penegakan hukum di Indonesia masih sangat rendah yaitu 
berada di tingkat 52 dari 102 negara dunia yang dilakukan survei. Oleh 
karenanya, setelah sukses melakukan berbagai program ekonomi, termasuk 
meluncurkan Tax Amnesti, Presiden Jokowi - JK akan mulai masuk mereformasi 
bidang hukum dalam pemberantasan korupsi dan pungutan liar yang masih menjamur 
di negara Indonesia.

"Jangan dilihat kecilnya nilai pungutan liar itu, tetapi hadirnya Jokowi dalam 
penangkapan Pungli di lingkungan Departemen Perhubungan belum lama ini hanya 
memberikan sinyal bahwa dia akan mulai masuk membereskan pungli-pungli itu 
karena untuk yang korupsi sudah didelegasikan ke lembaga KPK," kata Gayus yang 
juga mantan Komisi III DPR itu.

Senada dengan itu, Prof. Saldi Isra, mengatakan, tidak mudah mengukur 
keberhasilan Jokowi dalam melakukan reformasi bidang hukum selama dua tahun 
pemerintahannya, karena antara hukum dan ekonomi sangat berbeda.

Program ekonomi mudah dapat dilihat indikator dan keberhasilannya, namun untuk 
hukum tidak cukup jika hanya dilihat selama dua tahun berjalan ini.

Tetapi, kata Saldi, selama dua tahun, Joko Widodo dan Jusuf Kalla memipin, 
belum ada indikator yang mengarah pada refomasi hukum secara jelas. Mungkin 
saja pada tahun ketiga ini beliau akan serius dan akan kita lihat hasilnya 
akhir tahun nanti.

Prof. Saldi juga mengatakan, pada tahun pertama, Jokowi sibuk melakukan 
konsolidasi politik ke DPR guna meningkatkan dukungannya, tahun kedua menyasar 
sektor ekonomi, karena itu pada tahun ke tiga ini mari kita tagih janjinya yang 
dimuat dalam Nawa Cita itu agar segera diwujudkan.

"Terus terang saja, program hukum di Nawa Cita sangat rinci dibading program 
hukum Presiden sebelumnya, namun jika hal itu tidak dilaksanakan, maka akan 
terjadi sama saja, bahwa indonesia akan gagal membangun budaya hukum, atau 
legal culture yang masih mandeg," katanya.
Editor: Ruslan BurhaniCOPYRIGHT © ANTARA 2016  #yiv0446284460 #yiv0446284460 -- 
#yiv0446284460ygrp-mkp {border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 
0;padding:0 10px;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mkp hr {border:1px solid 
#d8d8d8;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mkp #yiv0446284460hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mkp #yiv0446284460ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mkp .yiv0446284460ad 
{padding:0 0;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mkp .yiv0446284460ad p 
{margin:0;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mkp .yiv0446284460ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-sponsor 
#yiv0446284460ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-sponsor #yiv0446284460ygrp-lc #yiv0446284460hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-sponsor #yiv0446284460ygrp-lc .yiv0446284460ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv0446284460 #yiv0446284460actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv0446284460
 #yiv0446284460activity span {font-weight:700;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv0446284460 #yiv0446284460activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv0446284460 #yiv0446284460activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv0446284460 #yiv0446284460activity span 
.yiv0446284460underline {text-decoration:underline;}#yiv0446284460 
.yiv0446284460attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv0446284460 .yiv0446284460attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv0446284460 .yiv0446284460attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv0446284460 .yiv0446284460attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv0446284460 .yiv0446284460attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv0446284460 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv0446284460 .yiv0446284460bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv0446284460 
.yiv0446284460bold a {text-decoration:none;}#yiv0446284460 dd.yiv0446284460last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0446284460 dd.yiv0446284460last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0446284460 
dd.yiv0446284460last p span.yiv0446284460yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv0446284460 div.yiv0446284460attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv0446284460 div.yiv0446284460attach-table 
{width:400px;}#yiv0446284460 div.yiv0446284460file-title a, #yiv0446284460 
div.yiv0446284460file-title a:active, #yiv0446284460 
div.yiv0446284460file-title a:hover, #yiv0446284460 div.yiv0446284460file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv0446284460 div.yiv0446284460photo-title a, 
#yiv0446284460 div.yiv0446284460photo-title a:active, #yiv0446284460 
div.yiv0446284460photo-title a:hover, #yiv0446284460 
div.yiv0446284460photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv0446284460 
div#yiv0446284460ygrp-mlmsg #yiv0446284460ygrp-msg p a 
span.yiv0446284460yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv0446284460 
.yiv0446284460green {color:#628c2a;}#yiv0446284460 .yiv0446284460MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv0446284460 o {font-size:0;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460photos div {float:left;width:72px;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv0446284460
 #yiv0446284460reco-category {font-size:77%;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460reco-desc {font-size:77%;}#yiv0446284460 .yiv0446284460replbq 
{margin:4px;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-mlmsg select, #yiv0446284460 input, #yiv0446284460 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-mlmsg pre, #yiv0446284460 code {font:115% 
monospace;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-mlmsg #yiv0446284460logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-msg 
p#yiv0446284460attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-reco #yiv0446284460reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-sponsor 
#yiv0446284460ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-sponsor #yiv0446284460ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-sponsor #yiv0446284460ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv0446284460 #yiv0446284460ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv0446284460 
#yiv0446284460ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv0446284460 

   

Kirim email ke