Growth RRT dalam 10 th terakhir ini tidak pernah minus, memang terjadi perlambatan pertumbuhan tetapi belum terjadi kontraksi. RRT yg awalnya mengandalkan tenaga kerja murah secara berangsur akan berkurang andalannya ini, selain tenaga kerja yg secara bertahap jadi makin mahal juga dgn kemajuan tehnologi seperti robotisasi kelebihan unsur tenaga kerja ini akan menjadi minimal sehingga wajar kalau pertumbuhannya melambat. Tetapi terlihat akhir2 ini perkembangan SDM RRT makin meningkat, technologi research dan pendidikan digenjot dgn banyak kerjasama dgn universitas2 terkemuka di US.
Tetapi Indonesia berbeda, dalam 3 th terakhir ini growth-nya minus yg artinya ekonomi menyusut. Juga kebijaksanaan ekonominya tidak menunjang perkembangan ekonomi dalam negeri, pinjaman pemerintah banyak yg tersedot utk beli pesawat tempur, kapal perang, dlsb yg duitnya juga dipakai utk pembayaran keluar tidak ada untungnya bagi ekonomi dalam negeri, padahal alutsista ini tidak pernah dipakai utk perang dan akhirnya hanya berkarat. Pemilihan infrastruktur juga tidak menunjang, dalam contoh KA Cepat baik rel ataupun gerbong dimasukkan dalam bentuk gelondongan, kalaupun ada sebagian kecil yg diproduksi dalam negeri juga besinya import dari RRT, tenaga kerja ahli juga dari luar sedang penyerapan tenaga kerja dalam negeri hanya sedikit, dus artinya pinjaman utk KA Cepat ini setidaknya sampai saat ini kontribusinya pd ekonomi dalam negeri sedikit sekali. Dll dll. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Oh lihat juga ya…hehehehehe. Artinya apa? kasih penjelasan donk! Jangan hanya kasih data saja. semua orang bisa lihat datanya tapi ngertinya jadi lain masalah. Oh ya ane kasih PR lagi ya, sudah lihat growth nya belum? Lalu apa artinya growth nya itu? Sudah baca komentar ane belum gimana growth GDP RRT itu? Ente kan mau bilang GDP harus naik terus baru bisa hebat. Kalau tidak naik seperti Indonesia itu mimpi namanya! Oh ya mari rame2 kita lihat orang pinter satu ini ngomong apa lagi. Kita lihat juga dia lari kemana lagi. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, October 23, 2016 3:31 PM To: [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Re: 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS memang benar US GDP Growth pernah minus, itu terjadi th 2009 setelah financial crisis th 2998. Graph dibawah dengan jelas menunjukkan itu: Sedang RRT sejak 2006 sampai sekarang growth-nya tidak pernah minus, hal yg bisa dilihat setiap tahun GDP-nya tambah besar, lihat graph dibwah: bandingkan dgn Indonesia yg GDP Growth-nya negatif sejak 2012, lihat graph dibawah GDP-nya turun terus sejak 2012: ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Oh ini. jadi ente mau bilang sejak 2012 GDP Indonesia turun lalu ente bikin kesimpulan harapan jadi kekuatan ekonomi ke 4 dunia lebih banyak mimpinya. Kalau tahun depan naik gimana? Emangnya GDP USA naik terus? Kalau ane kasih tahu malahan GDP USA pernah minus percaya ndak? Begitu juga RRT. Tapi ngomong2 sudah lihat GDP RRT belum? Naik terus atau turun terus atau turun naik? RRT dari 2009 turun terus sampai sekarang. Hanya 2009-2010 naik. Terus dari 2010 turun terus sampai sekarang. Ente pikir RRT mimpi bisa melewati USA ya? Ente ngerti ndak baca data statistic? Jelas sekali ente gak ngerti. Koq bisa ya menganggap diri pinter tapi baca data saja kaya’ gini. Tempo hari begitu juga pake’ rupiah lemah bashing Indonesia. Sekarang rupiah menguat stabil, hilang deh issue rupiah ini! Dasar tukang bashing! Tapi bolehlah sebetulnya bashing orang itu, tapi mbok ya pinter2. Jangan kaya’ gini bodohnya! Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Sunday, October 23, 2016 12:41 PM To: [email protected] mailto:[email protected] Subject: RE: [GELORA45] Re: 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS nunggu si Nesare pasti cuman berkilah nggak habis2 ini formula dari investopedia: http://www.investopedia.com/terms/e/economicgrowthrate.asp http://www.investopedia.com/terms/e/economicgrowthrate.asp Economic Growth = (861.93-890.49):890.49=-3.24% --> baca minus 3.24 persen Itu kalau dilihat GDP dalam USD Pertumbuhan negatif ini sudah terjadi beberapa th sejak 2012 (lihat graph dibawah), jelas harapan jadi kekuatan ekonomi ke 4 dunia lebih banyak mimpinya. ---In [email protected] mailto:[email protected], <jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@...> wrote : anda tidak tahu ya bilang saja ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Ngutak ngatik angka statistic saja maunya! Sedangkan artinya gak ngerti! Moso’ cari tahu artinya saja ente gak tahu. Seabrek2 di google. Gak usah ke sekolah. Artinya ada plus asumsi yg dipakai juga ada. Lari nih yeah dari pengertiannya!!!!! Atau ente sudah gak berani mencerca lagi bahwa Indonesia sudah roboh krn economic growthnya “mengecil dan shrinking”? Ayo buktikan!!! Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Sunday, October 23, 2016 1:39 AM To: [email protected] mailto:[email protected] Subject: RE: [GELORA45] Re: 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS ralat, ada typo: Nggak tahu darimana atau bagaimana cara ngitung pertumbuhan 4.8% itu, seandainya benar tumbuh 4.8% bukankah kalau th 2014 USD 890.49 jadinya th 2015 USD 933.34 billion tetapi kenyataannya malah menyusut jadi USD 861.93 billion. Apa mungkin dalam perhitungan rupiah, atau apalah nggak ngerti nggak disebutkan. ---In [email protected] mailto:[email protected], <jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@...> wrote : Nggak tahu darimana atau bagaimana cara ngitung pertumbuhan 4.8% itu, seandainya benar tumbuh 4.8% bukankah kalau th 2014 USD 861.93 jadinya th 2015 USD 933.34 billion tetapi kenyataannya malah menyusut jadi USD 861.93 billion. Apa mungkin dalam perhitungan rupiah, atau apalah nggak ngerti nggak disebutkan. ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Hehehehe. Ente pikir ekonomi Indonesia akan rusak parah atau Indonesia akan roboh? Oh ya ane tanya lagi lah arti data2 itu: apa artinya GDP 900 billion, 800 billion, 700 billion itu? Kalau 2016 turun jadi 539 billion seperti tahun 2009, artinya apa? Oh ente in prihatin lagi ya? Prihatin jumlah GDP nya seperti diatas atau growth ratenya? Ane kan sudah tanya dalam $ nya seperti diatas ya. Nah kalau growth ratenya. Coba lihat data ini: Coba lihat data ini http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.MKTP.KD.ZG?locations=ID http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.MKTP.KD.ZG?locations=ID 1961 = 6.1% 2015 = 4.8% Lalu coba cek tahun2 yg lain berapa growth nya. Ngerti ndak artinya apa? bisa baca ndak? Lalu cek negara2 lain gimana setiap tahunnya. Datanya lengkap dari worldbank lagi. Apa artinya? Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Saturday, October 22, 2016 1:30 PM To: [email protected] mailto:[email protected] Subject: [GELORA45] Re: 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS kelihatannya memang lebih banyak mimpinya, graph dibawah diambil dari Trading Economic, sejak th 2012 s/d 2015 GDP Indonesia makin mengecil terus atawa shrinking. th 2015 misalnya ekonomi menyusut sekitar 30 billion dollar dibanding th 2014 padahal itu dgn utang LN pemerintah yg membengkak gila2an sekitar 20%. nggak tahu gimana th 2016 ini. ---In [email protected] mailto:[email protected], <ambon@... mailto:ambon@...> wrote : res : Mimpi bagus, cuma saja yang dikatakan Indonesia adalah pulau Jawa, karena semuanya terkonsentrsi di pulau Jawa, maka oleh sebab itu ada istilah “Jawasentris”. Wilayah di luar pulau Jawa hanya menjadi sumber bahan mentah dan pasar konsumsi. Bagi yang masih ingat coklat. Biji coklat dari Hindia Belanda dibawa ke Belanda. disana diolah dan dikirim kembali ke Hindia Belanda untuk dijual sebagai “chocolade” merk Van Houten. http://www.antaranews.com/berita/591648/2050-indonesia-terbesar-keempat-dunia-setelah-china-india-dan-as http://www.antaranews.com/berita/591648/2050-indonesia-terbesar-keempat-dunia-setelah-china-india-dan-as 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS Sabtu, 22 Oktober 2016 10:31 WIB | 4.649 Views Pewarta: R.H. Napitupulu (ANTARA/Puspa Perwitasari) Yogyakarta (ANTARA News) - Indonesia akan menjadi negara terbesar keempat dunia pada 2050, berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja per kapita, kata seorang pakar dari Australia. "Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan sangat signifikan, yakni dari urutan kesembilan menjadi keempat dunia. Sementara Brasil naik dua peringkat, dari urutan ketujuh menjadi urutan kelima pada 2050," kata Hal Hill, ekonom Crawford School of Public Policy (Fakultas Kebijakan Publik), Universitas Nasional Australia di kampus Universitas Gadjah Mada, Sabtu. Menurut dia, negara-negara besar yang sekarang tergolong maju belum tentu akan sama maju pada masa yang akan datang karena pusat daya tarik dunia mulai bergerak dari Atlantik ke Asia Pasifik. Berdasarkan proyeksinyam ada lima negara yang akan menjadi negara terbesar, yakni China, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil yang tiga di antaranya ada di Asia. Ia menuturkan, berdasarkan PDB dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) per kapita, China pada 2014, kemudian pada 2030 sampai 2050 akan tetap pada urutan pertama. India dari urutan ketiga akan naik dan bertukar posisi dengan AS pada urutan kedua. Hill juga memaparkan daya tarik ekonomi dunia berubah sejalan juga dengan kemajuan ekonomi yang dialami negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu laporan World Bank mencatat, sedikitnya ada 13 negara dari 150 negara yang pertumbuhan ekonominya di bawah 10 persen selama 100 tahun dan yang menarik hampir semua negara dalam kelompok ini berasal dari Asia. Dari Asia Timur ada China, Hong Kong, Jepang, Korea, dan Taiwan, sedangkan dari Asia Tenggara ada Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, kata Hill. "Indonesia mulai mengejar. Kita tahu, pada tahun 1960-an, Indonesia sangat miskin namun mampu bangkit maju. Yang tidak maju menurut ukuran ini adalah Filipina karena selama lebih dari 60 tahun mengalami kemiskinan, jika dibandingkan dengan Amerika. Bangladesh dan Kamboja juga demikian," demikian Hill. Editor: Jafar M Sidik COPYRIGHT © ANTARA 2016
