*OBROLAN ISENG DIWARUNG KOPI* ...EX MENTERI KESEHATAN ....yang ternyata TIDAK SEHAT ...... (?) > Dan Emansipasi WANITA pun di Indonesia sejak Pem.SBY & J.K berkuasa sangat nampak jelas dalam BIDANG KORUPSI...... dan kebalikannya sebagai KORBAN POLITIK PAHLAWAN DEVISA .... Hmmmm...... tapi Anehnya Kok mereka yang menjadi *Korban Politik " Pahlawan Devisa " ..*. yang JASADNYA DIPANCUNG dan atau Dibunuh TIDAK SATUPUN sampai dimakamkan di TAMAN PAHALWAN ...seperti , para "Prajurit Tinggi " semuanya dimakamkan dan kelak akan mendapat tempatnya diTaman Pahlawan kendatipun Terlibat Korupsi atau meninggal ditempat Tidur...?
*Bang Mamat ,Pemilik warung Kopi* 2016-10-25 1:19 GMT+02:00 'Sunny' [email protected] [nasional-list] < [email protected]>: > > > *Siapa diantara petinggi Neo Mojopahit yang tidak korupsi ?* > > http://www.mediaindonesia.com/news/read/73759/mantan-menkes- > siti-fadilah-resmi-ditahan-kpk/2016-10-24 > > Mantan Menkes Siti Fadilah Ditahan KPK > > Senin, 24 October 2016 17:08 WIB Penulis: *Golda Eksa * > > ANTARA > > KOMISI Pemberantasan Korupsi resmi menahan mantan Menteri Kesehatan Siti > Fadilah Supari. > > Keputusan penahanan itu dilakukan setelah Siti menjalani pemeriksaan > perdana sebagai tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan selama 5 jam. > > Siti yang ke luar Gedung KPK sekira pukul 15.30 WIB, Senin (24/10), > terlihat mengenakan rompi tahanan warna oranye. Ia pun bergegas masuk mobil > tahanan menuju Rutan Pondok Bambu cabang KPK. > > Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, mengatakan > tersangka ditahan selama 20 hari ke depan. "Ditahan demi kepentingan > penyidikan," katanya. > > Siti diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka terkait dugaan korupsi > pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis > Kementerian Kesehatan. > > Ia yang datang sekitar pukul 10.00 WIB, mengatakan tidak terlibat dalam > perkara yang menggunakan dana dari daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) > revisi APBN tahun 2007 itu. > > Padahal, dalam dakwaan milik terdakwa Ratna Dewi Umar disebutkan bahwa > Siti memanfaatkan jabatannya untuk mengarahkan pelaksanaan proyek pengadaan > alat kesehatan flu burung tahun 2006 agar diterapkan dengan metoda > penunjukan langsung. > > Walhasil, proyek tersebut mendapuk Bambang Rudijanto Tanoesudibjo (PT > Prasasti Mitra) sebagai pelaksana kegiatan. Indikasi keterlibatan Siti juga > diperkuat dari isi surat dakwaan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis > Departemen Kesehatan Rustam Syarifudin Pakaya yang menerangkan Siti > mendapat jatah berupa Mandiri Traveller's Cheque (MTC) senilai Rp1,275 > miliar. (X-12) > > >
