http://sp.beritasatu.com/home/dokter-magang-rekam-pegawai-sedang-mandi/117309 
http://sp.beritasatu.com/home/dokter-magang-rekam-pegawai-sedang-mandi/117309

 Dokter Magang Rekam Pegawai Sedang Mandi
Kamis, 27 Oktober 2016 | 9:14
 
 Ilustrasi wanita mandi [istimewa]
 

 [YOGYAKARTA] Dokter magang yang bertugas di Puskesmas 1 Temon Kulonprogo 
Yogyakarta, berinisial IV (24) di dilaporkan karena merekam seorang karyawan 
Tenaga Harian Lepas (THL) saat berada di kamar mandi dan mengedarkannya di 
kalangan pegawai. Korban FYN (26) justru mengetahui kejadian tersebut, saat 
Kepala Puskesmas mengklarifikasinya. Korban sontak syok dan merasa dilecehkan 
sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kulonprogo dan Dinas Kesehatan 
Kulonprogo.
 Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi menyampaikan, kejadian tersebut sudah 
berselang cukup lama atau lebih dari sepekan, namun baru dilaporkan oleh korban 
awal pekan lalu.
 Korban mengaku sedang mandi di kamar mandi khusus karyawan Puskesmas Temon I, 
direkam pelaku menggunakan handphone-nya. Tanpa diduga video rekaman pelaku 
menyebar luas. Kemudian korban dipanggil Kepala Puskesmas I untuk klarifikasi 
terkait petugas jaga pada Senin (17/10) sore dan korban membenarkan yang ada di 
rekaman video tersebut adalah dirinya.
 “Belum bisa disimpulkan bagaimana teknis pengambilan gambarnya dan juga 
modusnya. Korban masih syok. Merasa malu dan tidak terima dengan perbuatan 
pelaku sehingga korban melaporkan ke Polres Kulonprogo,” katanya, Kamis (27/10).
 Pihak kepolisian juga belum mendapatkan bukti rekaman tersebut sehingga belum 
bisa memastikan adanya tindakan pornografi. Selain itu, juga belum ada dugaan 
rekaman tersebut beredar luas.
 Sementara itu Kabag Umum Kepegawaian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo Sri 
Widayati menjelaskan, pelaku perekam merupakan dokter internsip atau mahasiswa 
kedokteran yang sedang magang.
 "Rekaman video itu memang ada tapi pelakunya bukan dokter atau pegawai Dinas 
Kesehatan Kulonprogo dan mahasiswa magang. Sekarang yang bersangkutan sudah 
off, atau tidak lagi magang sejak kasus video tersebut mencuat," katanya.
 Selain mengambil tindakan menghentikan pelaku magang, Dinkes juga telah 
memediasi antara pelaku dengan korban agar masalah tersebut tidak berlanjut ke 
ranah hukum.
 "Upaya mediasi masih terus kami lakukan, terkait proes hukumnya kami tidak 
tahu," tegasnya.
 Lebih lanjut, Sri menjelaskan baik pihak korban dan pelaku kini sedang 
menjalani konseling dengan psikiater dari RSUD Wates. Keduanya sama-sama merasa 
tertekan, sedangkan pelaku juga sudah meminta maaf atas perbuatan tersebut. 
[152]

 


 

 

Kirim email ke