Waspada Penipuan Info Kesehatan Lewat BC

https://youtu.be/aVl9dQM4XG4
發佈日期:2016年5月8日

Dr. Tan Shot Yen lahir di Beijing, 17 September 1964 dan dibesarkan di Jakarta. 
Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universistas Tarumanegara dan lulus Profesi 
Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991. Dokter Tan Shot Yen dikenal sebagai 
seorang dokter yang kritis dan sering diundang sebagai pembicara dan narasumber 
di berbagai seminar. Selain sebagai dokter, dia juga praktisi Braingym dan 
Quantum, serta Hypnoterapist.

Menurut Dr. Tan Shot Yen, *"Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari 
tahu 'bagaimana'. Bagaimana caranya menurunkan tensi, menurunkan kadar gula, 
menguruskan badan, menghilangkan senewen atau sakit di jemari. Jika Anda Cuma 
tanya 'bagaimana', Anda akan jatuh menjadi sekadar konsumen. Pertanyaan 
terpenting adalah mengapa Anda sampai sakit?"* urainya.

Wanita 45 tahun ini memang tak mau punya pasien yang yang mengharapkan pil atau 
tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya."Saya mau _*pasien yang taking 
ownership of their own body. Itu badan anda*_. Buat apa dokter yang sok tahu 
menyuruh ini-itu? *Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda*." 
"Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan? Apakah setelah 
mengonsumsi obat dia benar-benar sembuh? Jawabannya tidak. Karena begitu obat 
berhenti, dia sakit lagi. Berapa banyak dokter hanya bertanya 'sakit apa' lalu 
berkata 'ini obatnya'? Dia tidak memberikan pendidikan atau menjelaskan asal 
usul penyakit. Pasien dalam hal ini mengamini saja, padahal pasien harusnya 
memahami perannya dalam menciptakan penyakitnya, " jelas dr. Tan.

Sakit adalah Introspeksi

"Sakit adalah introspeksi." Ketika sakit, saya berhenti dan menoleh ke 
belakang. Apa yang 'jalan' dan 'nggak jalan' selama ini? Nah, menjadi sembuh 
adalah keberhasilan introspeksi dan menemukan cara untuk lebih maju lagi. Dalam 
fase inilah sesungguhnya peran dokter sangat diperlukan untuk membimbing pasien 
menemukan kesembuhannya dan tidak hanya meninabobokan pasien dengan obat.

Menurut dr. Tan, kita memasuki era kebablasan mengonsumsi obat. Akhirnya, obat 
dijadikan demand. Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot untuk 
mendapatkan penghasilan lebih yang sebagian besar akhirnya berakhir di atas 
kertas resep (habis untuk menebus obat – obatan). Lihatlah berapa banyak orang 
yang harus berusaha mati-matian demi kep-erluan berobat salah satu anggota 
keluarga.

"Akibat perkembangan ilmu kedokteran – terutama setelah ditemukannya alat pacu 
dan cangkok jantung, tubuh manusia yang tadinya holistic lalu dipecah-pecah. 
Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja. Kita terlepas dari tubuh, 
emosi, dan kecerdasan spiritual. Tubuh manusia hanya jadi seperangkat mesin. 
Kalau ada yang salah, kita pergi ke bengkel. Dan, rumah sakitlah bengkel 
terbesarnya. Betul, badan manusia terlalu kompleks untuk dipegang satu ahli 
saja. Manusia boleh dipegang beberapa ahli, asal mereka sama-sama sadar bahwa 
manusia diciptakan Tuhan. Masalahnya, dokter punya arogansi profesi. Seorang 
dokter biasanya susah dibilangin dan selalu merasa benar," tuturnya lugas.

BUAH YANG BAIK untuk dimakan antara lain: apel, alpukat, dan pir. Buah lain 
seperti durian, mangga, pepaya, dan pisang sebaiknya dihindari karena kandungan 
gulanya tinggi. Satu lagi, sebaiknya buah dimakan langsung dan tidak diolah 
terlebih dulu seperti misalnya dijus. Karena dengan dijus, terjadi pengrusakan 
serat, sehingga yang Anda asup hanya gulanya saja.

BAHAN MAKANAN sebaiknya tidak digoreng, karena bisa menjadi racun dan merusak 
organ tubuh. Usahakan makanan dikukus atau dibakar. Jika dibakar, jangan lupa 
dialasi daun.

PRODUK KEDELAI yang baik adalah tempe, oncom dan tauco. Sedangkan susu kedelai, 
kecap dan tahu kurang bagus, karena bisa menjadi pencetus kanker.

HINDARI MENGONSUMSI MAKANAN YANG TELAH MELEWATI PENGAWETAN atau dalam kaleng, 
karena bisa sebagai pencetus penyakit.

JANGAN PERNAH MERASA TUA, karena bisa membuat seluruh tubuh kita terasa semakin 
tua. Usia boleh tua, tapi pikiran dan semangat kita harus tetap muda, supaya 
seluruh energi positif mengaliri seluruh tubuh kita.

JIKA ANDA MERASA SAKIT seperti flu, hipertensi, kolesterol dan lain-lain, coba 
instropeksi makanan atau minuman apa saja yang telah Anda konsumsi sebelumnya, 
lalu hindari. Jangan hanya minum obat, tapi makanan buruk yang Anda asup tidak 
berubah.

JANGAN TERPAKU PADA PEMIKIRAN BAHWA SEHAT HANYA DARI MAKANAN DAN OLAH RAGA 
SAJA. Sehat yang sebenarnya adalah sehat secara makanan dan minuman, sehat 
secara fisik (olah raga yang benar), dan sehat secara pikiran dan hati (iman). .

Kirim email ke